Postingan

Anak Orang Terkaya di Dunia Hilang di Papua, Belum Ketemu Hingga Kini

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Jayawijaya Wamena -Melangka Tanpa Alas Kaki- Sebagai antropolog muda, Michael Rockefeller sangat tertarik mempelajari kehidupan sosial dan budaya di wilayah-wilayah terpencil dunia.  Ketika mendengar tentang ekspedisi yang akan meneliti suku-suku pedalaman di Nugini Belanda (Kini Papua) dan mendokumentasikan kehidupan mereka, dia tak ragu untuk ikut serta. Masalah pendanaan bukan halangan baginya. Sebab Michael berasal dari trah Rockefeller, salah satu keluarga terkaya di dunia yang menguasai bisnis minyak Amerika Serikat. Ayahnya, Nelson Rockefeller, adalah Gubernur New York. Kelak, dia menjabat sebagai Wakil Presiden AS periode 1974-1978. Sementara sang ibu berprofesi sebagai perawat. Warisan bisnis Rockefeller saat ini adalah Rockefeller Capital Management, sebuah firma wealth management elit. Per Januari 2025, perusahaan ini mengelola aset US$151 miliar. Pada November 1961, Michael Rockefeller tiba di Papua setelah menempuh...

Bukan Konsep, tapi Mekanisme dan Siasat Elite Mencuri Pers (Respon terhadap Konseptor FMP I)

Gambar
17 Jan 2026 Siorus Ewainaibi Degei Pencinta Media Papua Duduk Perkaranya Pasca kegiatan Festival Media Papua (I) yang berlangsung di Nabire, ibu kota provinsi ilegal Papua Tengah (13 Januari-15 Januari 2026) saya sempat melayangkan sebuah tulisan dengan judul “Festival Media Papua (I) sebagai Molotov tanpa Bunyi: Catatan Kritis seputar Festival Media Papua I”. Tulisan tersebut berisi kritikan saya atas kegiatan FMP, sasaran tembak kritikan itu adalah mekanisme kegiatan FMP dan siasat elite mencuri denyut kritisisme pers atau operasi penjinakan suara-suara kritis opisisi pers di tanah Papua oleh penguasa dan pengusaha. Tulisan tersebut saya muat pada media Nadi Papua, sebuah media yang menurut saya masih teguh menjaga marwah jurnalisme Papua, ia memang baru lahir, namun tentu tidak dengan jurnalis-jurnalisnya yang punya rekam jejak baik, kredibel, dan independen. Tidak berselang lama ketika tulisan itu terekspos datang banyak tanggapan, termasuk dari pihak-pihak yang turut t...

SEPASANG INGKAR JANJI

Gambar
Janji bisa jadi bulan madu prematur, bila tak memupuknya dengan komitmen tulus Janji hanya sebatas janji, sepanjang belum fi tepati_dan barangkali sebatas bunga di sebuah pagi berkabut, mengantar harum harapan sesaat sebelum terealisasi kepada penerima janji. Janji sanggup memberi senang, tapi tidak menjamin tenang.  Kesempurnaan sebuah janji butuh di uji sang waktu, di pupuk dengan tanda dan gelagat baik yang tidak membuat ragu, agar mekar sampai pada pembuktian dan tak malah kayu sebelum waktu.  Pemberi janji harus meyakinkan penerima janji, untuk bertahan dalam bentang waktu dalam panjangnya penantian, untuk merawat setia dan ketabahannya melewati terik dan hujan yang di gilir musim, tanpa hadirkan sedikitpun kebingungan di pori poto rasa.  Dan sekali saja si penerima mendapati riak berbeda dalam telaga penantiannya, dan yang di sketsakan pada komitmen awal, dan jadi rupa lain dalam definisi , maka jangan pernah berharap ia untuk tak bergeser dari tunggu p...

Lagu Tanah Papua Bukti Kecintaan Guru Terhadap Tanah Papua

Gambar
YANCE RUMBINO “Saya ciptakan lagu ini bulan November 1985 di bukit Gamei, distrik Topo, Nabire. Sesaat saya berumur 22 tahun 1 bulan saya ditempatkan sebagai seorang guru SD di Sinak, Puncak Jaya (dulu Paniai). Selama tiga tahun saya tinggal di sana saya tidak mengenal nasi, uangpun tidak.  Saya hanya makan minum bersama masyarakat Sinak dengan air yang mengalir dari gunung sehingga inspirasi sayapun berkembang bahwa Tuhan memberikan tanah ini kaya tapi tidak mungkin Tuhan memberikan orangnya berkekurangan,” tutur Lelaki kelahiran Sorong, 22 Juni 1953 itu. Kata Yance , syair lagu yang dulunya dianggap tak mungkin, kini sudah terbukti. Tapi, karya ciptanya pernah tak dihargai, bahkan diklaim diciptakan orang lain. Ia terus berjuang untuk mempertahankan hak ciptanya’. Dijelaskan, dalam lirikan lagunya itu salah dinyanyikan oleh Trio Ambisi sehingga terpengaruh kepada publik di Papua ini. Menurutnya Yance Rumbino; “Bukan syo ya Tuhan tapi oh ya Tahun, karena ini adalah ...

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 3 Januari 2026

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Yahukimo- Melangkah Tanpa Alas Kaki- Pihak ketiga yang mendirikan Posko-Posko Militer di Yahukimo Di Jalan Gunung menegaskan Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 3 Januari 2026  Menegaskan Kepada Aparat Militer Indonesia Untuk Tidak Melakukan Intimidasi Terhadap Anak Muda Dan Warga Sipil Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.! Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Brigjend Elkius Kobak dan Mayor Kopitua Heluka dari Markas TPNPB di Yahukimo bahwa kami pasukan TPNPB dari Dua Kowip dan Tujuh Batalyon memberikan peringatan keras kepada Didimus Yahuli, Esau Miram, kepala-kepala suku, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda dan intelektual dari 12 suku yang berdomisili di Yahukimo bahwa jika terlibat dengan aparat militer indonesia lalu mendirikan pos militer di Jalan Gunung maka, kami siap tembak eksekusi mati dimanapun kami dapat. Brigjend Elkius Kobak juga menegaskan kepada kepala operasi dam...

Makin Mendunia, Dua Hotel Tembus Terbaik Dunia di Indonesia 2026

Gambar
Dua hotel di Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional setelah berhasil masuk dalam daftar Hotel Terbaik di Dunia versi Conde Nast Traveller 2026. Pencapaian ini membuktikan kualitas layanan, keunikan pengalaman menginap, serta daya saing industri perhotelan Indonesia yang semakin diakui oleh wisatawan internasional. Hotel Buahan, Banyan Tree Escape Bali Hotel ini memberikan konsep tinggal di hutan alami yang dikekelilingi oleh pohon kelapa yang menjulang setinggi 30 meter. Tak hanya itu, beberapa jenis tanaman juga tumbuh rindang di kawasan penginapan ini. Mulai dari pohon mangga, asam jawa, pepaya, kacang mete, pohon kakao yang berukuran besar, dan pohon vanili yang menjuntai. Berada di kawasan Buahan Kaja, Payangan, Kabupaten Gianyar Bali, hotel ini memberikan pengalaman menginap layaknya di alam bebas yang ditemani oleh suara jangkrik, kunang-kunang, dan pemandangan gunung berapi dari tempat tidur. Tak hanya itu, tamu juga bisa menikmati spa pij...

Perjalanan Karir dan Kisah Legenda Sepak Bola Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam, Berdasarkan Sumber Terpercaya dari Media Nasional

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua-Kota Holandia Jayapura -Melangka Tanpa Alas Kaki- Berikut narasi akurat dan lengkap tentang perjalanan karir dan kisah legenda sepak bola Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam, berdasarkan sumber terpercaya dari media nasional dan ensiklopedia sepak bola: Eduard Ivakdalam: Dari Merauke ke Legenda “Mutiara Hitam” Eduard Ivakdalam lahir di Merauke, Papua, 19 Desember 1974. Ia memulai karier sepak bolanya di klub-klub lokal seperti PS Merauke dan PS Maren Jayapura sebelum menembus sepak bola profesional. Keputusannya pindah ke Jayapura membawanya ke klub yang kelak menjadi rumah besarnya: Persipura Jayapura.  Karier Cemerlang di Persipura Jayapura Ivakdalam bergabung dengan Persipura Jayapura pada tahun 1994 dan tetap setia di klub itu hingga 2010, menjadikannya salah satu pemain paling lama berkiprah untuk klub ini. Selama 16 tahun berkostum “Mutiara Hitam”, ia mencatat 218 penampilan dan mencetak 21 gol di kompetisi utama Indonesia.  ...