Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Puisi Nietzsche Sebuah Api yang Hilang dari Ilmu Pengetahuan

Gambar
"Mereka dingin, para sarjana ini! Kiranya sambaran petir menghantam makanan mereka, dan mulut mereka belajar memakan api!" Itulah terjemahan bebas dari Nietzsche yang, begitu dibaca, menimbulkan banyak begitu penafsiran, intinya membahas sekumpulan orang terpelajar duduk mengelilingi meja, dengan piring-piring pengetahuan tersaji rapi di depan mereka. Mereka makan dengan tenang, mengunyah dengan sopan, mencatat rasa dengan teliti. Tapi tidak ada api dalam tubuh mereka. Nietzsche, sambil menyaksikan pemandangan itu, berharap petir menyambar makanan mereka agar mulut yang selama ini hanya mengunyah data, akhirnya belajar memakan api. Ini bukan sekadar metafora indah. Ini adalah salah satu serangan paling tajam Nietzsche terhadap dunia akademis bukan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri, melainkan terhadap cara ilmu itu dihidupi, atau lebih tepatnya, tidak dihidupi sama sekali. Apa yang membuat seorang sarjana "dingin" di mata Nietzsche? Bukan kebodohan. J...

KUMPULAN CERITA PENDEK (Cerpen)

Gambar
CERPEN Bagian 4 DARI BENDI SAAT PKKMB, JADI CINTA DI KAMPUS UNCEN Hari pertama PKKMB di Universitas Cenderawasih, Jayapura. Maria datang sebagai mahasiswa baru dengan hati penuh semangat. Seragam rapi, wajah masih polos, dan langkahnya penuh percaya diri. Dalam hati dia bilang, "Mulai hari ini sa resmi jadi mahasiswa. Sa harus serius kuliah, bikin orang tua bangga, dan punya masa depan bagus." Tapi Maria tra pernah menyangka, hari pertamanya di kampus justru mempertemukan dia dengan seorang laki-laki yang kelak bikin hatinya kacau. Namanya Nando, mahasiswa semester 6. Nando termasuk kakak tingkat yang ditugaskan membantu mengatur PKKMB. Wajahnya serius, suaranya tegas, dan kalau bicara bikin mahasiswa baru langsung diam. Pagi itu Maria berdiri sedikit keluar dari barisan. Nando langsung datang. "Hei, adik! Ko masuk barisan yang benar!" Maria kaget. "Iya, Kak." "Jangan cuma bilang iya. Dari tadi ko tidak perhatikan instruksi kah?" Mari...