Postingan

Menampilkan postingan dengan label artikel

FIFA Responsible for Damage to Lukas Enembe Stadium Facilities in Jayapura, Papua.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jayapura Papua -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Jayapura The chaos on 08 May 2026 at the Lukas Enembe Stadium in Jayapura, not because they received a 1-0 defeat, but because the FIFA Referee made a leadership error in the match from the start to the end of the match.  Supporters of Persipura, the Black Pearl of Papua, hope that this problem will be resolved by the leadership of the FIFA president, not by the leadership of PSSI and League 1 in Indonesia.  Once again, Black Pearl supporters will not remain silent about the damage to the Lukas Enembe Stadium facilities in Jayapura, if the problem is not resolved by the FIFA President.  Our independence and self-respect require special attention from FIFA, FIFA referees destroy our independence as Papuan people.  The photos below are many of the photos taken during the match at the Lukas Enembe stadium in Jayapura on May 8.  The problem of footballers is a matter ...

PRESIDEN KOLONIAL INDONESIA, PRESIDEN DEWAN HAM PBB DAN MENTERI HAM KOLONIAL INDONESIA ADALAH DALANG DIBALIK KEJAHATAN KEMANUSIAAN & PELANGGARAN HAM BERAT DI SINAK PUNCAK JAYA PAPUA.

Gambar
Tetesan air Mata Ibunda Kota Tua Kota jeruk 🍊 Melangkah Tanpa Alas Kaki- Presiden Kolonial Indonesia, Permesinan Dewan HAM PBB dan Menteri HAM Kolonial Indonesia Adalah Dalang Dibalik Kejahatan Kemanusiaan dan Pelanggan HAM Berat Di Sinak Kab Puncak Jaya Papua  (Prabowo Subianto, Sudharto Reza Suryodipuro Dan Natalius Pigay HARUS BERTANGGUNG JAWAB Atas Pembunuhan Masyarakat Sipil Papua Sebagai Tindakan PELANGGARAN HAM BERAT TINGKAT TINGGI Dimata Tuhan, Dimata PBB dan Dimata Masyarakat Internasional)._* _____________________ *GUBERNUR GUBERNUR, MRP, DPRD, DPRK, DPRP, DPD-RI & MPR-RI SEGERA MENDORONG TUNTUTAN PEMBENTUKAN TIM ADVOKASI DAN INVESTIGASI INDEPENDEN DARI DEWAN HAM PBB DAN SEGERA MENDUKUNG PERUNDANGAN INTERNASIONAL ANTARA OPM TPNPB & PEMERINTAH INDONESIA YANG DIMEDIASI OLEH PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA "PBB".* ____________________ Syukur BagiMu Tuhan, Hai Tanahku Papua!!!. Skenario Kejahatan Kemanusiaan yang dilakukan secara Sistematis, Terstruktur ...

SIARAN PERS Kowalisi Penegak Hukum Dan Hak Asasi Manusia Papua

Gambar
SIARAN PERS  Koalisi Penegak Hukum Dan Hak Asasi Manusia Papua Nomor : 008 / SP-KPHHP / IV / 2026 PEMERINTAH PROPINSI DAN KABUPATEN SE-PAPUA SEGERA RUMUSKAN DAN SAHKAN PERDA TENTANG TINDAK PIDANA ADAT PAPUA DALAM RANGKA PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT ADAT PAPUA “Seluruh Anggota MRP Se-Papua Segera Mendesak dan Memantau Kepala Daerah Dan DPR Propinsi Dan Kabupaten Se-Papua Segera Rumuskan Dan Sahkan Perda Tentang Tindak Pidana Adat Papua Untuk Melindungi Hak Masyarakat Adat Papua” Pada prinsipnya Hukum Pidana Adat telah diakui dalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana sesuai dengan ketentuan Asas Legalitas tidak mengurangi berlakunya hukum yang hidup dalam masyarakat yang menentukan bahwa seseorang patut dipidana walaupun perbuatan tersebut tidak diatur dalam Undang-Undang ini. Hukum yang hidup dalam masyarakat berlaku dalam tempat hukum itu hidup dan sepanjang tidak diatur dalam UndangUndang ini dan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, Undang-Undang Dasa...

7 Kota di Indonesia yang Dibangun Belanda dari Nol

Gambar
Selama masa penjajahan yang berlangsung ratusan tahun, Belanda meninggalkan berbagai jejak pembangunan di Indonesia. Salah satu warisan yang masih terlihat hingga kini adalah sejumlah kota yang dirancang dengan tata ruang modern pada masanya. Pemerintah kolonial Hindia Belanda membangun berbagai infrastruktur di kota-kota tersebut, mulai dari bangunan loji, kantor pemerintahan, markas militer, stasiun dan jalur kereta api, hingga sistem irigasi. Banyak dari fasilitas itu bahkan masih digunakan sampai sekarang. Berikut beberapa kota di Indonesia yang tata kotanya pernah dirancang atau dikembangkan Belanda dari nol atau sedari awal dirangkum dari laman resmi masing-masing sejarah kota-kota tersebut: 1. Salatiga Salatiga kerap disebut sebagai kota yang memiliki nuansa Belanda paling kuat di Jawa Tengah, sehingga dulu disebut sebagai kota Belanda di Indonesia. Pada masa kolonial, wilayah ini dirancang sebagai kawasan permukiman orang Eropa karena letaknya berada di jalur strat...

Gelombang panas siap sengat Indonesia bulan April, suhu di atas normalLonjakan suhu berpotensi mengerek permintaan listrik dan gas, di tengah ketegangan Timur Tengah yang mengganggu pasokan LNG dan memicu naiknya harga energi.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota Tua Kota jeruk 🍊 Melangkah Tanpa Alas Kaki - Gelombang panas berpotensi melanda Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dalam beberapa bulan ke depan seiring proyeksi suhu di atas rata-rata. Berdasarkan prakiraan musiman terbaru Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre/ASMC), suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara diperkirakan berada di atas normal untuk periode Maret–April–Mei 2026. ASMC, diwartakan South China Morning Post, Senin (9/3), memproyeksikan peluang sebesar 80–100 persen bahwa suhu akan berada di atas rata-rata di seluruh Indonesia dan Malaysia dalam tiga bulan ke depan. Gelombang panas yang tidak biasa itu diperkirakan lebih dulu melanda kedua negara sebelum meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara Sebagian besar wilayah Thailand dan Vietnam utara juga diprediksi mengalami suhu tinggi. Hanya sebagian kecil kawasan, termasuk Vietnam bagian tenggara, Kamboja, dan sejumlah wi...

KEBIJAKSANAAN FILSAFAT ILMU

Gambar
Negara Ini Perlu Literasi, Bahkan Menghinapun Kalian dibilang "Tidak Terdidik" Rocky Gerung mengingatkan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca buku, tetapi kemampuan memahami makna, menyusun argumen, dan membedakan fakta dari prasangka. Tanpa literasi, seseorang bukan hanya mudah salah paham, tetapi juga mudah diprovokasi dan dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan. Kalimat ini mengandung sindiran bahwa bahkan untuk menghina seseorang pun diperlukan pengetahuan. Sebab hinaan yang lahir dari kebodohan hanya menunjukkan keterbatasan pengucapnya. Sebaliknya, kritik yang didasarkan pada pemahaman dapat menjadi alat untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar melampiaskan emosi. Rendahnya literasi membuat masyarakat lebih mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Judul yang provokatif dianggap sebagai fakta, potongan video diperlakukan sebagai keseluruhan peristiwa, dan opini sering kali disamakan dengan kebenaran. Akibatnya, ruang publik dipenuhi per...