KISAH PILUH HANA FATIMAH
Abang Belum Pulang (Part 2) Penulis: Hanna Fatimah Mentari pagi mulai meninggi, mengusir embun yang sejak subuh bergelayut di pucuk-pucuk rumput. Jalan tanah yang membelah kebun masih basah oleh sisa hujan semalam, sementara angin tipis membawa aroma dedaunan dan tanah yang lembap. Di persimpangan kecil itulah, dua bocah bersaudara kini harus memilih arah yang berbeda. Sebelum jalan mereka benar-benar terpisah, Dafa sempat menoleh ke belakang. Dilihatnya Fajar berjalan pelan menuju sekolah, tas kecil di punggungnya, langkah yang masih menyimpan keraguan. Dafa menghela napas, lalu berjanji dalam hati, janji yang tak pernah ia ucapkan kepada siapa pun, bahwa apa pun yang terjadi hari ini, ia harus pulang dengan keranjang kosong. Kosong berarti beras. Kosong berarti lauk. Kosong berarti mereka bisa makan sesuap lebih banyak. Dengan tekad yang jauh lebih besar daripada tubuh kecilnya, Dafa pun melangkah meninggalkan persimpangan itu menuju pasar. Namun pasar pagi itu tak s...