Ditengah revolusi kemerdekaan Indonesia Chairil Anwar dan kawan-kawan membangun majalah Sastra Indonesia
Kultur Dinamika Majalah Sastra di Indonesia (Bagian II) Chairil Anwar dan kawan-kawan membangun majalah sastra di tengah revolusi kemerdekaan. Setelah itu, penerbitan majalah sastra menggeliat dan beririsan dengan konflik ideologis. 27 Mei 2026 Martin Sitompul loading_historia_white.gif transparant.png Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin, sastrawan pelopor Angkatan 45. (Repro Tiga Menguak Takdir). CHAIRIL ANWAR terkenal sebagai penyair yang suka keluyuran. Kebiasaan ini terjadi pula saat ia mengasuh majalah sastra Gema Suasana. Chairil menerbitkan majalah itu bersama sastrawan Asrul Sani dan Rivai Apin pada Januari 1948. Mereka berkantor di Jl. Gunung Sahari 84, Jakarta Pusat. Setahun kemudian, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Begitu pula Gema Suasana tak berumur panjang. “Generasinya Chairil Anwar ini sebetulnya satu generasi sastrawan yang tidak punya majalah sastra,” kata kritikus sastra Zen Hae. “Pada saat itu, Indonesia baru merdeka dan belum ada majalah s...