Postingan

Menteri Kepulauan Solomon Matthew Wale Sebut Tiga Bangsa Dalam satu pidato, Kanaky New Caledonia Maohi Nui French Polynesia dan West Papua

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua New York Amerika Serikat-Melangkah Tanpa Alas kaki- New York Pada sidang umum PBB ke 81 pada 24  September 2026 di New York. Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Wale sebut tiga bangsa dalam satu pidato yaitu Kanaky New Caledonia Maohi Nui French Polynesia dan West Papua tapi perlakuan hukumnya beda total Kanaky dan Maohi dibicarakan dengan jujur dalam kerangka dekolonisasi hak penentuan nasib sendiri lewat Komite Dekolonisasi PBB C dua empat yang lahir dari Resolusi lima belas empat belas tahun enam puluh sedangkan West Papua ditaruh dalam kerangka pelanggaran HAM dengan tetap hormati kedaulatan dan integritas teritorial Indonesia artinya satu panggung dua standar tiga nasib inilah jebakan dua pintu di PBB yang harus dipahami orang Papua pintu pertama adalah pintu dekolonisasi C dua empat syaratnya wilayah masuk daftar Non Self Governing Territory kalau sudah di daftar itu penjajah wajib lapor tiap tahun ke Sekjen PBB PBB boleh kir...

𝗬𝗞𝗞𝗠𝗣: 𝗣𝗘𝗥𝗦𝗢𝗔𝗟𝗔𝗡 𝗛𝗔𝗠 𝗗𝗜 𝗣𝗔𝗣𝗨𝗔 𝗛𝗔𝗥𝗨𝗦 𝗗𝗜𝗝𝗔𝗪𝗔𝗕 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗧𝗔, 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗧𝗘𝗞𝗔𝗡𝗔𝗡

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jaya Wijaya  Wamena -Melangkah Tanpa Alas kaki- Jaya Wijaya _Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memandang bahwa pernyataan Anggota Komisi I DPR RI, Abraham Sridjaja, yang mengecam pidato Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu disikapi secara bijaksana, terbuka, dan dalam kerangka negara demokrasi serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Perkataan direktur yayasan pada  28 𝗦𝗲𝗽𝘁𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿 2026. Dalam pemberitaan 26 September 2026, Abraham Sridjaja mempertanyakan sumber informasi yang digunakan PM Matthew Wale ketika menyinggung persoalan HAM di Papua dan menilai pernyataan tersebut sepihak. YKKMP menghormati hak pemerintah Indonesia untuk memberikan bantahan terhadap setiap tuduhan atau laporan mengenai dugaan pelanggaran HAM di Papua. Pemerintah Indonesia tentu memiliki hak untuk menjelaskan posisi, data, fakta, dan hasil penyelidikan y...

Kisah Romansa Cinta yang Kandas dengan Sabina Guseynova

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua JAKARTA -Melangkah Tanpa Alas kaki- JAKARTA, Dunia seni dan panggung politik Indonesia berduka mendalam.  Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, sang maestro seni, budayawan prolifik, sekaligus putra bungsu pasangan Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, tutup usia pada Sabtu, (26/9/2026), pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun. Kepergian Guruh menutup satu babak penting perjalanan keluarga besar Sang Proklamator, meninggalkan warisan ratusan karya tari dan lagu yang abadi di hati masyarakat. Di tengah suasana duka dan kenangan atas dedikasi hidupnya di dunia seni, memori publik kembali tertarik pada salah satu kisah paling romantis sekaligus misterius dalam hidup sang seniman. Kisah cintanya dengan seorang penari asal Uzbekistan, Guseynova Sabina Padmavati, atau yang lebih dikenal sebagai Sabina Guseynova. Ia anak kedua dari enam bersaudara, hobi menari dan bermain piano klasik sejak kec...

Orang asli Papua akan kehilangan gunung berlapis es yang sangat sakral dalam spiritualitas mereka,

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota Konflik Puncak   jaya- Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Puncak Jaya- ' Salju abadi' di Papua diyakini akan meleleh seluruhnya pada 2027 karena suhu di wilayah Pasifik diprediksi akan segera mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah.  Orang asli Papua akan kehilangan gunung berlapis es yang sangat sakral dalam spiritualitas mereka, "walau hampir tak berkontribusi apapun dalam menyebabkan pemanasan global". BBC News Indonesia berbicara dengan tiga generasi berbeda dari komunitas adat Amungme di Mimika dan Moni di Intan Jaya tentang sejarah serta bayangan mereka tentang kehidupan tanpa puncak salju yang mereka anggap suci. "Nemangkawi bukan hanya gunung, tapi tempat peristirahatan orang tua dan leluhur," kata Elfrida Natkime, perempuan muda dari keluarga pemilik hak ulayat atas sejumlah kampung di dataran tinggi Mimika—salah satu kawasan pertambangan emas dan tembaga terbesar di dunia yang dieksploitasi PT Freepo...

Ketika Fanatisme Menggantikan Kesadaran Politik”

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Port Numbay -Melangkah Tanpa Alas kaki- Numbay - Ada kecenderungan yang semakin mengkhawatirkan dalam ruang-ruang publik (sosial media) belakangan ini: sebagian aktivis gerakan perjuangan sipil di Papua mulai mencampakan “analisis” dengan menampakkan “fanatisme”, menggantikan “kritik” dengan “tuduhan”, dan menggantikan “tanggung jawab revolusioner” dengan “pembelaan membabi buta”, sebuah pikiran yang jalan di tempat. Yang ditulis yefry Wenda dalam unggahan lewat Facebooknya. Mereka menganggap kritik terhadap tindakan tentara gerilya (TPNPB) sebagai serangan terhadap perjuangan pembebasan nasional (Papua Merdeka). Mereka mengira bahwa kesetiaan kepada perjuangan berarti membenarkan segala tindakan yang dilakukan atas nama perjuangan, walaupun tindakan itu salah. Padahal, sejarah revolusi justru mengajarkan hal yang sebaliknya. Lanjut yefry. Revolusioner bukan berarti sekadar keberanian mengangkat senjata. Revolusioner adalah kemampuan menjaga...

Suara Dari Maluku Untuk Papua,Buku ini Kaca Mata yang Jernih. Buku ini Membuka Mata Orang-Orang non Papua Tentang akar Konflik Papua Barat.

Gambar
Artikel: Dari Maluku  Untuk OAP dan Untuk Non OAP demi pemahaman dan penyempurnaan. Tetesan Air Mata Ibunda _Melangkat Tanpa Alas kaki _Kota Jeruk _ Nabire, Cahaya dalam buku Inilah inti dari semua testimoni yang Kaka kirim untuk kesehatan Non OAP Maupun OAP.  Budi Y menulis kita buta soal Papua tetapi buku Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua membuat kita tidak buta soal Papua buku ini adalah kaca mata yang jernih The Best. Sri Ningsih yang hidup di Papua mengatakan saya bersyukur mendapat buku ini walaupun hidup di Papua tetap tidak terlalu paham kenapa begitu dan begini kalau tanya kepada tentara atau polisi jawabannya oh orang Papua begini tetapi dengan buku ini segala pertanyaan dalam benak terjawab. YS seorang abdi negara mengatakan dari sekolah sampai sudah punya anak tidak dapat pelajaran soal Papua dengan baik dan jelas yang didapat hanya propaganda bahwa Papua memang dari sananya bagian dari NKRI dan kalau ribut itu orang yang tidak puas dengan negara ...

Imigrasi Merauke Deportasi 18 Pemain Rugbi Asal Papua Nugini

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Merauke - Melangkah Tanpa Alas kaki - Kantor Imigrasi Merauke mendeportasi 18 warga negara Papua Nugini (WN PNG). Belasan WN PNG yang tergabung dalam tim ABIP Rugby Seven Football Tabubil ini terpaksa dipulangkan karena menyalahgunakan Border Crossing Card alias Kartu Kuning untuk bertanding di Jayapura. Kepala Kantor Imigrasi Merauke, Zulhamsyah, menegaskan Kartu Kuning hanya berlaku untuk keperluan warga perbatasan, seperti belanja kebutuhan pokok atau mengunjungi sanak keluarga. Kartu tersebut tidak bisa dipakai bepergian hingga ke Jayapura, apalagi untuk mengikuti turnamen olahraga. "Kami sudah sampaikan bahwa Kartu Kuning tidak dapat digunakan untuk perjalanan ke Jayapura. Untuk kegiatan di sana, mereka seharusnya memakai paspor resmi dan lewat PLBN Skouw," kata Zulhamsyah, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026). Ia menjelaskan Border Crossing Card (Kartu Kuning) merupakan dokumen yang digunakan masyarakat di kawasan perbat...