Pembunuhan Dokter Thomas Wanggai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih
Artikel, Mengulang Oleh , Yegema Kematian Thomas Wanggai Berita Majalah GATRA edisi 20 Maret 1996 menghantam ruang publik Indonesia seperti petir di siang bolong dengan sampul utama bertuliskan tebal "KEMATIAN DR. THOM WAINGGAI". Foto wajah Dr. Thomas Wainggai memenuhi separuh halaman. Matanya menatap lurus, kumis tipis, garis keriput di wajahnya seperti peta luka sejarah. Di belakangnya, langit Abepura berwarna merah menyala. Asap mengepul dari atap-atap rumah yang terbakar. Di bawahnya, lautan manusia berjalan membawa jenazah, bendera, dan kemarahan yang sudah lama dipendam. Dr. Thomas Wainggai bukan nama asing bagi orang Papua. Ia adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Ia pernah mengabdi di rumah sakit, menyentuh pasien, mengobati luka fisik. Tapi luka yang paling dalam yang ia lihat bukan di ruang UGD. Luka itu ada di kampung, di hutan, di sekolah yang tidak punya guru, di tanah adat yang digusur, di harga diri bangsa yang...