Postingan

3 Doa yang Dapat Mengusir Setan

Gambar
Seorang eksorsis yang telah melakukan 70.000 eksorsisme merekomendasikan doa-doa yang kuat ini. Sejak zaman Eden, iblis telah “berjalan keliling seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya” (1 Petrus 5:8). Kehadirannya nyata, tetapi hal itu tidak seharusnya membuat kita takut. Kuasa Setan terbatas dan dapat ditolak oleh mereka yang memohon pertolongan Allah. Romo Gabriele Amorth, mantan kepala eksorsis Keuskupan Roma, dalam bukunya An Exorcist Tells His Story, merekomendasikan beberapa doa untuk melawan segala bentuk kejahatan yang mungkin menindas seseorang. Namun, ia juga menegaskan bahwa doa-doa tersebut hendaknya selalu disertai dengan Sakramen Pengakuan Dosa dan penerimaan Komuni Kudus secara rutin. Perlu juga ditekankan bahwa orang yang mendoakan doa-doa ini hendaknya melakukannya dengan rendah hati, menyadari bahwa Allahlah yang mengusir kejahatan dari tengah-tengah kita. Kita tidak memiliki kuasa atas Setan; hanya Tuhan langit dan bumi yan...

DR. THOMAS WAPAI WAINGGAI DAN MIMI TERUKO WAINGGAI

Gambar
Kisah Intelektual, Cinta, Pengorbanan, dan Perjuangan Damai Dalam sejarah politik dan perjuangan identitas Melanesia di Papua, nama Dr. Thomas Wapai Newei Sarampayai Wainggai, atau yang lebih dikenal sebagai Dr. Thom Wainggai, menempati tempat yang sangat penting. Namanya tidak hanya dikenang sebagai seorang tokoh politik, tetapi juga sebagai seorang intelektual, akademisi, ahli administrasi pemerintahan, pemikir, dan penggagas konsep Melanesia Barat. Di sampingnya berdiri seorang perempuan asal Jepang, Mimie Teruko Kohara Wainggai, yang kemudian dikenal sebagai Mimie atau Teruko Wainggai. Kisah keduanya tidak hanya berbicara tentang hubungan suami dan istri. Kisah mereka juga menjadi bagian dari sejarah pengorbanan sebuah keluarga yang terlibat dalam perjuangan politik tanpa menggunakan kekerasan. Perjalanan hidup mereka memperlihatkan satu kenyataan penting: perjuangan tidak selalu dilakukan dengan senjata. Ada perjuangan yang dilakukan melalui pendidikan, pemikiran, huku...

Filep Wamafma, SH., M.Hum, Otsus tidak Cukup menganggarkan anggaran dan kewenangan pemerintahan

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Kota Jeruk 🍊 Melangkah Tanpa Alas kaki Nabire- Liris Pers - PAPUA BARAT - Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum., menegaskan bahwa perlindungan hak masyarakat adat harus menjadi salah satu ukuran nyata keberhasilan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua. Dia menegaskan, persoalan masyarakat adat tidak dapat dipandang sebagai isu sektoral. Menurutnya, tanah ulayat, hutan adat, investasi, pembangunan, sumber daya alam, hingga penyelesaian konflik agraria memiliki hubungan langsung dengan keberlanjutan kehidupan masyarakat adat. “Otsus tidak cukup hanya berbicara tentang anggaran dan kewenangan pemerintahan. Otsus harus menjawab persoalan mendasar masyarakat adat yakni tanahnya terlindungi, haknya dipenuhi, suaranya didengar, dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan,” ujar Filep. Dirinya lantas mengingatkan, UU Nomor 2 Tahun 2021 Undang-Undang tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor...

PIF KE-55 DI PALAU DAN PERGULATAN ISU PAPUA BARAT DI KAWASAN PASIFIK

Gambar
Tetesan air mata Ibunda-Kota Tua Holandia-Melangkah Tanpa Alas kaki   Holandia - Setiap pertemuan para pemimpin di kawasan Pasifik selalu membawa dua beban sekaligus: beban harapan dan beban kenyataan. Harapan bahwa forum regional bisa menjadi tempat lahirnya solusi bersama atas persoalan yang melintasi batas negara. Kenyataan bahwa kawasan ini sangat beragam, secara geografis terpencar, secara ekonomi tidak setara, dan secara politik harus berjalan di atas keseimbangan kepentingan yang rumit. Pacific Islands Forum adalah wujud paling nyata dari upaya menjaga keseimbangan itu. Sebagai forum tertinggi 18 negara anggota, mulai dari kekuatan besar seperti Australia dan Selandia Baru, negara kepulauan Melanesia seperti Fiji, Papua Nugini, Vanuatu, dan Kepulauan Solomon, hingga negara mikro seperti Tuvalu, Nauru, dan Niue, PIF selama puluhan tahun menjadi ruang untuk merumuskan apa arti "rumah bersama" di Samudra Pasifik. Visi yang selalu diulang adalah visi tentang ka...

Pertama dalam Sejarah Medis, Dokter Gunakan AI Saat Operasi Otak

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Holandia Jayapura-Melangkah Tanpa Alas kaki_ Jayapura Pasien pertama di dunia yang mengalami operasi otak dengan bantuan akal imitasi (AI) telah berhasil menjalani pengangkatan tumor. Rhys Hibbert, seorang ayah dengan dua anak dari Inggris, bisa kehilangan penglihatannya tanpa operasi tersebut, kata para ahli bedah di University College London Hospital. Perangkat AI kemudian menganalisis tayangan video operasi saat berlangsung dan memberi saran kepada para ahli bedah mengenai cara menghindari pembuluh darah serta saraf penting yang tersembunyi di otak. Pasien pertama di dunia yang mengalami operasi otak dengan bantuan akal imitasi (AI) telah berhasil menjalani pengangkatan tumor. Rhys Hibbert, seorang ayah dengan dua anak dari Inggris, bisa kehilangan penglihatannya tanpa operasi tersebut, kata para ahli bedah di University College London Hospital. Dalam salah satu perjalanan berjalan kaki tersebut, ia pingsan dan mulai mengalami kejang di jala...

4 Orang ditangkap Hidup-hidup Adalah Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional di Negara Republik Indonesia oleh TNI-Polri Kabupaten Yahukimo

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Yahukimo-Melangkah Tanpa Alas kaki - Yahukimo 4 Anggota TPNPB OPM yang Ditangkap adalah pelanggan hukum humaniter inter nasional ketika ditanyai lewat, via email Onesmos Suhuniap. Lanjutnya, kita   Ingat :  Perang punya musuh tetapi kemanusiaan tidak memiliki musuh, tetapi Empat orang ditangkap adalah keterampilan para  Satgas Damai Cartenz yang lebih tidak manusiawi.   Ketika kombatan ditangkap dalam keadaan hidup dan tidak memiliki senjata untuk  melakukan perlawanan dan menyerah maka dia bukan musuh tetapi mereka manusia tuturnya. Empat anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - TPNPB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Edensawi seharusnya diperlakukan sebagai tawanan perang. Namun berdasarkan laporan dan bukti yang beredar, mereka justru ditangkap hidup-hidup lalu dieksekusi mati di dalam pemukiman warga sipil, Ungkap suhuniap. Ini adalah pelanggaran berat terhadap Hukum Humaniter Internasional ya...

Matahari Bedah Warna, Darurat Napas di Bawah Selimut Asap

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Kota Jeruk🍊 -Melangkah Tanpa Alas kaki Nabire – Jejak racun pembakaran hutan dan lahan menjerat jutaan warga di enam provinsi. Negara mengetuk status siaga darurat di tengah lonjakan pasien ISPA yang membludak. Langit di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan kehilangan warnanya. Kelabu pekat mengepung permukiman, merayap masuk ke celah-celah rumah, dan memaksa jutaan warga menghirup udara yang sarat partikel mematikan. Di atas kertas, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan lagi sekadar bencana ekologis musiman, melainkan krisis kesehatan publik yang bergerak senyap dan masif. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terjangan kabut asap ini telah memicu lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah-wilayah episentrum karhutla yang mencakup Jambi, Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan  Sebanyak 3.405.489 penduduk kini berada dalam lingkaran...