Postingan

Orang asli Papua akan kehilangan gunung berlapis es yang sangat sakral dalam spiritualitas mereka,

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota Konflik Puncak   jaya- Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Puncak Jaya- ' Salju abadi' di Papua diyakini akan meleleh seluruhnya pada 2027 karena suhu di wilayah Pasifik diprediksi akan segera mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah.  Orang asli Papua akan kehilangan gunung berlapis es yang sangat sakral dalam spiritualitas mereka, "walau hampir tak berkontribusi apapun dalam menyebabkan pemanasan global". BBC News Indonesia berbicara dengan tiga generasi berbeda dari komunitas adat Amungme di Mimika dan Moni di Intan Jaya tentang sejarah serta bayangan mereka tentang kehidupan tanpa puncak salju yang mereka anggap suci. "Nemangkawi bukan hanya gunung, tapi tempat peristirahatan orang tua dan leluhur," kata Elfrida Natkime, perempuan muda dari keluarga pemilik hak ulayat atas sejumlah kampung di dataran tinggi Mimika—salah satu kawasan pertambangan emas dan tembaga terbesar di dunia yang dieksploitasi PT Freepo...

Ketika Fanatisme Menggantikan Kesadaran Politik”

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Port Numbay -Melangkah Tanpa Alas kaki- Numbay - Ada kecenderungan yang semakin mengkhawatirkan dalam ruang-ruang publik (sosial media) belakangan ini: sebagian aktivis gerakan perjuangan sipil di Papua mulai mencampakan “analisis” dengan menampakkan “fanatisme”, menggantikan “kritik” dengan “tuduhan”, dan menggantikan “tanggung jawab revolusioner” dengan “pembelaan membabi buta”, sebuah pikiran yang jalan di tempat. Yang ditulis yefry Wenda dalam unggahan lewat Facebooknya. Mereka menganggap kritik terhadap tindakan tentara gerilya (TPNPB) sebagai serangan terhadap perjuangan pembebasan nasional (Papua Merdeka). Mereka mengira bahwa kesetiaan kepada perjuangan berarti membenarkan segala tindakan yang dilakukan atas nama perjuangan, walaupun tindakan itu salah. Padahal, sejarah revolusi justru mengajarkan hal yang sebaliknya. Lanjut yefry. Revolusioner bukan berarti sekadar keberanian mengangkat senjata. Revolusioner adalah kemampuan menjaga...

Suara Dari Maluku Untuk Papua,Buku ini Kaca Mata yang Jernih. Buku ini Membuka Mata Orang-Orang non Papua Tentang akar Konflik Papua Barat.

Gambar
Artikel: Dari Maluku  Untuk OAP dan Untuk Non OAP demi pemahaman dan penyempurnaan. Tetesan Air Mata Ibunda _Melangkat Tanpa Alas kaki _Kota Jeruk _ Nabire, Cahaya dalam buku Inilah inti dari semua testimoni yang Kaka kirim untuk kesehatan Non OAP Maupun OAP.  Budi Y menulis kita buta soal Papua tetapi buku Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua membuat kita tidak buta soal Papua buku ini adalah kaca mata yang jernih The Best. Sri Ningsih yang hidup di Papua mengatakan saya bersyukur mendapat buku ini walaupun hidup di Papua tetap tidak terlalu paham kenapa begitu dan begini kalau tanya kepada tentara atau polisi jawabannya oh orang Papua begini tetapi dengan buku ini segala pertanyaan dalam benak terjawab. YS seorang abdi negara mengatakan dari sekolah sampai sudah punya anak tidak dapat pelajaran soal Papua dengan baik dan jelas yang didapat hanya propaganda bahwa Papua memang dari sananya bagian dari NKRI dan kalau ribut itu orang yang tidak puas dengan negara ...

Imigrasi Merauke Deportasi 18 Pemain Rugbi Asal Papua Nugini

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Merauke - Melangkah Tanpa Alas kaki - Kantor Imigrasi Merauke mendeportasi 18 warga negara Papua Nugini (WN PNG). Belasan WN PNG yang tergabung dalam tim ABIP Rugby Seven Football Tabubil ini terpaksa dipulangkan karena menyalahgunakan Border Crossing Card alias Kartu Kuning untuk bertanding di Jayapura. Kepala Kantor Imigrasi Merauke, Zulhamsyah, menegaskan Kartu Kuning hanya berlaku untuk keperluan warga perbatasan, seperti belanja kebutuhan pokok atau mengunjungi sanak keluarga. Kartu tersebut tidak bisa dipakai bepergian hingga ke Jayapura, apalagi untuk mengikuti turnamen olahraga. "Kami sudah sampaikan bahwa Kartu Kuning tidak dapat digunakan untuk perjalanan ke Jayapura. Untuk kegiatan di sana, mereka seharusnya memakai paspor resmi dan lewat PLBN Skouw," kata Zulhamsyah, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026). Ia menjelaskan Border Crossing Card (Kartu Kuning) merupakan dokumen yang digunakan masyarakat di kawasan perbat...

Ulta Levenia Nababan Mempertanyakan, Fenomena Enam Gunung Api yang Mengalami Erupsi Secara Berdekatan, Apakah fenomena alam atau ada faktor lain yang belum terungkap?.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Jakarta -Melangkah Tanpa Alas kaki -Jakarta Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan mengenai erupsi enam gunung api di Indonesia mendadak menjadi sorotan. Ulta mempertanyakan apakah rangkaian erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan sepenuhnya merupakan fenomena alam atau ada faktor lain yang belum terungkap. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Ulta membahas proyek High-frequency Active Auroral Research Program atau HAARP yang selama ini kerap dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi. Ia mengaku sebagai sosok yang skeptis dan tidak ingin begitu saja menerima sebuah penjelasan hanya karena dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Ulta bahkan secara terbuka mengakui bahwa pemikirannya tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang kredibel. Namun, ia tetap mempertanyakan kemungkinan adanya keterkaitan antara HAARP, dinamika geopolitik, dan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia. Dalam unggahannya,...

GENOSIDA DALAM SEJARAH DUNIA

Gambar
Artikel.Yerino madai  Dari Kekaisaran Ottoman hingga Rwanda, Ketika Sebuah Kelompok Menjadi Sasaran Penghancuran PAPUA BERKISAH | FEATURE SEJARAH DUNIA Genosida merupakan salah satu kejahatan paling berat dalam sejarah manusia. Menurut Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida 1948, genosida adalah tindakan yang dilakukan dengan maksud menghancurkan, seluruh atau sebagian, suatu kelompok nasional, etnis, ras, atau agama. Konvensi tersebut secara khusus menyebut beberapa tindakan, antara lain pembunuhan anggota kelompok, menyebabkan penderitaan fisik atau mental yang serius, menciptakan kondisi kehidupan yang dimaksudkan untuk menghancurkan kelompok, mencegah kelahiran, serta pemindahan paksa anak-anak dari kelompok tersebut. Konvensi Genosida disahkan Majelis Umum PBB pada 9 Desember 1948 dan mulai berlaku pada 12 Januari 1951. Namun, kejahatan yang kemudian disebut genosida telah terjadi jauh sebelum istilah tersebut masu...

GUBERNUR PAPUA PERTAMA ELIEZER JAN BONAI (E.J.BONAY)

Gambar
Nama Eliezer Jan Bonay (E. J .Bonay) . Ia adalah Gubernur Papua pertama pada masa transisi kekuasaan di Tanah Papua (1963-1964). E.J. Bonay termasuk dua kepala pemerintahan pertama orang asli Papua selain Frans Kaisiepo (1964-1973). Dasar dari munculnya dua pemimpin asli Papua ini pada masa Presiden Sukarno adalah Penetapan Presiden Nomor 1/1962 dan Undang-Undang 12 Tahun 1969. Selain itu adalah alasan politis yang berhubungan dengan pengalihan kekuasaan administrasi pemerintahan dari Nederlands Nieuw Guinea kepada Republik Indonesia melalui badan pemerintahan dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang disebut dengan UNTEA pada 1 Mei 1963. Hal ini dilakukan juga untuk mengalihkan perhatian kelompok-kelompok masyarakat lokal agar tidak menimbulkan kesan seakan-akan pemerintah Republik Indonesia sebagai penjajah baru (Griapon, 2010: 23-24). Latar belakang itulah memunculkan E. J. Bonay yang merupakan tokoh terpelajar dan pamong praja lokal yang berasal dari Pulau ...