Postingan

Kabar Baik dari Bumi Papua: Sumur Baru Salawati Mengalirkan Harapan Lifting Nasional

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota jeruk 🍊 _Melangkah Tanpa Alas Kaki - Papua Barat, Papua, ruangenergi.com— Kabar menggembirakan datang dari timur Indonesia. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan langsung kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa pengeboran sumur pengembangan baru di Lapangan Salawati berhasil menemukan minyak dengan hasil awal yang menjanjikan. “Alhamdulilah PT. Pertamina EP Asset 4; Region 4 Zona 14 Papua Barat telah melakukan tajak/ mulai pengeboran sumur Pengembangan pada Cluster E Field Salawati yaitu sumur pengembangan SLW-E006 pada tanggal 31 Desember 2025.Pengeboran sumur dilakukan hingga kedalaman 2,165 mMD (meter Measure Dept) untuk mencapai lapisan Kais Carbonate dan kemudian dilakukan pekerjaan komplesi dengan hasil uji produksi sementara mencapai 350 BOPD,” kata Djoko Siswanto dalam laporannya, dan diceritakan kepada ruangenergi.com, Minggu (22/02/2026), di Jakarta. Sumur bernama SLW-E006 yang dikerjakan oleh Pertamina EP Asset 4 Region 4 Z...

KONTRAK PT FREEPORT 2041 BELUM HABIS, DIPERPANJANG LAGI SAMPAI 2061: DAMPAK BURUK BAGI ORANG PAPUA.!

Gambar
Oleh: Anigou07     Tetesan Air Mata Ibunda- Kota Tua Timika -Melangka Tanpa Alas Kaki Rencana perluasan kontrak kerja sama PT Freeport Indonesia hingga tahun 2061—padahal kontrak yang ada untuk tahun 2041 belum selesai berjalan—menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan sebagian masyarakat Papua terkait dampak buruk yang mungkin ditimbulkan bagi kehidupan mereka dan wilayahnya.   Latar Belakang Perpanjangan Kontrak   PT Freeport telah beroperasi di Papua sejak tahun 1967, dengan kontrak kerja sama yang telah beberapa kali diperpanjang. Rencana perpanjangan hingga 2061 menjadi sorotan karena dilakukan sebelum kontrak saat ini yang berakhir pada 2041 selesai dilaksanakan. Menurut pihak perusahaan dan sebagian elemen pemerintah, perpanjangan ini bertujuan untuk memberikan kepastian investasi, meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan negara, dan terus mengembangkan infrastruktur di wilayah sekitar operasional tambang. Namun, bagi banyak orang Papua, ...

103 Tahun Lalu, Makam Tutankhamun Dibuka, Kisah 'Kutukan Firaun' pun Dimulai.

Gambar
Nationalgeographic.co.id—Tepat hari ini, 16 Februari 2026, dunia memperingati 103 tahun sejak salah satu momen paling ikonik dalam sejarah arkeologi terjadi di Thebes, Mesir. Pada tanggal yang sama di tahun 1923, Howard Carter melangkah masuk ke dalam kamar pemakaman Raja Tutankhamun yang telah tersegel selama lebih dari 3.000 tahun. Penemuan ini bukan sekadar keberhasilan teknis penggalian, melainkan awal dari fenomena global yang mencampurkan kekaguman atas harta karun kuno dengan kengerian cerita mistis yang menyertainya. Meskipun laporan History mencatat bahwa banyak makam penguasa Mesir telah dijarah sejak abad ke-19, makam Tutankhamun tetap utuh karena lokasinya yang tersembunyi di bawah puing-puing makam lainnya. Namun, seiring dengan dibukanya pintu terakhir yang menyingkap sarkofagus emas murni sang firaun, sebuah narasi lain mulai berkembang dan menghantui para penggali. Apakah rentetan kematian yang terjadi setelahnya merupakan konsekuensi biologis dari lingkunga...

Kerusakan Hutan Papua Dipandang Sebagai Konsekuensi Sebagai Embangunan Pemerintah Namun Merusak Kehidupan Masyarakat dan Ekosistemnya

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota jeruk 🍊- Melangkah Tanpa Alas Kaki - Kerusakan hutan Papua dipandang sebagai konsekuensi dari model pembangunan yang sangat eksploitatif dan berorientasi tambang/infrastruktur, dengan mengorbankan hak masyarakat adat dan kelestarian ekosistem. ‎ Koridor dan proyek pembangunan yang mendorong deforestasi masif Pembangunan “koridor ekonomi” dan infrastruktur membuka akses ke hutan primer Papua, memicu konversi hutan dan lahan gambut, bahkan sampai ke kawasan warisan dunia seperti Lorentz, sementara pertimbangan lingkungan dan masyarakat lokal disingkirkan demi akses sumber daya alam. Program nasional seperti MP3EI dan MIFEE mendorong hilangnya hingga sekitar 76% lahan gambut di Papua, menunjukkan prioritas ekonomi di atas perlindungan lingkungan ruang hidup rakyat ‎ Tambang skala besar merusak ekosistem dan mengancam hidup masyarakat adat. Aktivitas PT Freeport dan tambang besar lain mengakibatkan pencemaran sungai, kerusakan ribuan hektar hutan,...

LAGI, PENANGKAPAN LIAR TERHADAP 12 ASN DAN WARGA SIPIL DI INTAN JAYA, PAPUA

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Melangkah Tanpa Alas Kaki - Intan jaya , Penangkapan 12 orang, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan warga sipil, oleh aparat keamanan Indonesia di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada 18 Februari 2026, telah menimbulkan kekhawatiran akan hak asasi manusia (HAM) di wilayah tersebut.   KOMNAS TPNPB telah meminta pantauan dan advokasi untuk kasus ini, serta menyerukan untuk menghentikan penangkapan liar dan darurat militer di Intan Jaya, Papua. Penangkapan ini dilakukan tanpa adanya prosedur yang jelas dan transparan, sehingga menimbulkan dugaan bahwa penangkapan tersebut bersifat sewenang-wenang. Dua dari 12 orang yang ditangkap disebut dituduh sebagai anggota TPNPB tanpa bukti dan dipaksa mengucapkan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. KOMNAS TPNPB juga mengklaim bahwa Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Intan Jaya telah dijadikan markas militer sejak konflik bersenjata terjadi di wilayah tersebut pada 2019. Merek...

Mengapa TPNPB Masih Bergerilya? Dan Proklamasi 1 Juli 1971 dan gerakan militer Papua Barat

Gambar
Disusun oleh: Biro Agitasi dan Propaganda Komite Pusat-Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Pendahuluan Sejarah perjuangan rakyat Papua Barat tidak terlepas dari pergerakan militer Papua Barat, yang telah menjadi fondasi mempertahankan kemerdekaan bangsa Papua Barat, yang telah direbut atau dianeksasi oleh bangsa kolonial Indonesia. Sejak kemerdekaan direbut secara paksa perjuangan oleh rakyat Papua Barat pada 1 Desember 1961 merupakan revolusi demokratik bagi rakyat Papua Barat. Namun, tahapan itu merujuk pada dekolonisasi sepihak antara Indonesia, Belanda, Amerika Serikat dan PBB tanpa melibatkan satu pun rakyat Papua Barat atau pun tidak pernah dipertanyakan tentang penentuan nasib sendiri–apakah ingin merdeka atau bergabung sama Indonesia. Seketika, terjadinya dekolonisasi West Papua atau aneksasi bangsa Papua Barat secara sepihak itu, menghadirkan banyak gejolak dan konfrontasi yang mengancam rakyat asli Papua Barat melalui militer kolonial Indonesia dari invasi militer kolo...

FISIOLOGI KEHIDUPAN

Gambar
Disafeksi Utilitarianisme dan Keadilan Utilitarian mungkin menjawab untuk membangun dan mempertahankan apa yang dipertahankan secara rasional dalam keyakinan akal sehat sementara apa yang dibuangnya adalah elemen yang tidak dapat bertahan dari refleksi kritis yang berkelanjutan. Jeremy Bentham Mengatakan: “Bagi saya, hak sebagai kata benda (berlawanan dengan kata sifat), adalah anak kandung hukum: dari hukum riil lahir pula hak-hak riil; namun dari hukum imajiner; hukum kodrati yang dikhayal dan direka para penyair, ahli-ahli pidato dan saudagar dalam rupa racun moral dan intelektual lahirlah hak-hak rekaan … Hak-hak kodrati adalah omong kosong yang dungu: hak yang kodrati dan tidak bisa dicabut adalah omong kosong yang retorik, atau puncak dari omong kosong yang berbahaya!”. Bisakah keadilan dipahami dalam istilah utilitarian? Ini mungkin pertama-tama bergantung pada bagaimana kita menafsirkan utilitarianisme. Saya memperlakukannya di sini sebagai teori normatif yang ...