Postingan

Membaca Pikiran dan Hati Nurani Bung Natalius Pigai sebagai Aktivis Ham, Menteri Ham, Akademisi dan sebagai anggota Mantan Komisiones Ham.

Gambar
Oleh: Raimondus mote Pengamat Sosial Politik Papua)  ====================== Pendahuluan Banyak orang di Papua dan di Indonesia kpd bung NP mengapa tdk berbicara keras kpd Resim Prabowo ketika banyak Pelanggaran Ham terjadi di Papua, Ketika Penembakan membabi buta mengorbankan warga sipil papua, banyak terjadi marak pembabatan hutan atas nama proyek strategis nasional, banyak terjadi ilegal maining dan Ilegal fishing marak di papua dengan melibatkan banyak satuan Tni, Polri atas nama negara. Mengapa bung NP ketika jdi menteri Ham dihujat dengan bahasa Rasis baik dari orang Papua sendiri dan orang non Papua Indonesia umumnya. Berikut ini akan saya jelaskan dalam artikel Membaca "pikiran dan hati nurani" Natalius Pigai memerlukan pemahaman bahwa ia adalah sosok yang hidup di persimpangan tiga dunia: dunia adat Papua, dunia akademis/intelektual, dan dunia birokrasi negara Indonesia. Posisinya saat ini sebagai Menteri HAM RI (di bawah rezim Prabowo) adalah kulminasi da...

Aksi Mahasiswa Asal Intan Jaya di Halaman DPR Provinsi Papua Tengah, Mereka Ingin Aspirasi Harus Terima Gubernur Papua Tengah

Gambar
Keterlibatan ANak SD dalam Orasi Politik sebagai kepedulian terhadap Kemanusiaan. Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua -Kota🍊 Jeruk Nabire Papua Tengah -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire, Selama ini Mahasiswa intan jaya demostrasi damai di Kantor DPR Provinsi di Papua Tengah,  selama ini tuntutannya tidak ada jawaban atas apa yang mereka sampaikan beberapa kali, kali ini mahasiswa tuntut Gubernur Mecky Nawipa dihadirkan sebelum orasi disampaikan, pada kamis 23/07/2026. Masa aksi sampai di kantor DPR Provinsi Papua Tengah tidak langsung menyampaikan orasi tetapi menuntut Gubernur PAPUA Tengah hadir untuk mendengarkan apa yang mereka sampaikan,  karena selama ini Mahasiswa demostrasi tuntutan tidak terjawab satu pun, konflik bersenjata masih meluas, dugaan pelanggaran HAM tetap sebagai makan pokok TNI dan polri, pengungsian warga sipil tidak terhenti, termasuk penolakan aktivitas pertambangan juga bekerja Eksis hingga hari ini.  Mereka justru berkali-kali meminta ...

Faishal melepaskan seluruh jabatan politiknya setelah interaksinya dengan seorang perempuan dinilai tidak sesuai dengan standar perilaku pejabat publik.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Singapur-Melangkah Tanpa Alas Kaki - Di Singapura, seorang pejabat tidak harus menunggu menjadi tersangka, terdakwa, atau terpidana untuk meninggalkan jabatannya. Ketika perilakunya dianggap tidak lagi memenuhi standar yang dituntut dari pemegang kekuasaan, tanggung jawab politik dapat berlaku meskipun hukum pidana tidak dilanggar. Prinsip itulah yang terlihat dalam pengunduran diri Muhammad Faishal Ibrahim pada 20 Juli 2026. Faishal melepaskan seluruh jabatan politiknya setelah interaksinya dengan seorang perempuan dinilai tidak sesuai dengan standar perilaku pejabat publik. Saat itu, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim Singapura dan Menteri Negara Senior untuk Urusan Dalam Negeri. Ia juga menjadi anggota parlemen dari Marine Parade-Braddell Heights GRC serta bagian dari pimpinan Partai Aksi Rakyat atau PAP. Pengunduran dirinya tidak hanya berlaku untuk posisi di pemerintahan. Ia turut melepaskan kursi parlemen dan ke...

Filsafat Albert Camus dan Kesadaran yang Datang Tanpa Diundang

Gambar
Ada sebuah jalan yang sudah kita lewati beribu kali. Toko yang sama. Pohon yang sama. Orang-orang yang bergerak dengan cara yang sudah kita hafal, tanpa perlu berpikir lagi. Lalu, pada suatu sore yang biasa-biasa saja, sesuatu bergeser. Hanya sepersekian detik. Jalan yang begitu kita kenal itu tiba-tiba terasa asing. Orang-orang di sekitar kita seperti bergerak sendiri, tanpa alasan yang jelas. Kita berdiri di sana, bertanya-tanya: apa sebenarnya yang sedang terjadi di sini? Lalu perasaan itu hilang. Dunia kembali seperti biasa. Kita meneruskan langkah. Albert Camus menyebut momen kecil itu sebagai perjumpaan pertama dengan yang absurd. Dan seluruh esainya tentang Sisifus sebenarnya adalah usaha menjelaskan satu hal: mengapa momen sekecil dan sesingkat itu yang biasanya langsung kita lupakan ternyata menyimpan sesuatu yang sangat penting tentang cara manusia menjalani hidupnya. Camus tidak langsung bicara soal absurditas. Ia mulai dengan sesuatu yang lebih sederhana: cembur...

Kisah Cerita Bapak Filep Karma: Bapak Bangsa Papua yang Berjuang Tanpa Senjata

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Jayapura, Nama lengkapnya Filep Jacob Semuel Karma — banyak orang Papua memanggilnya dengan akrab Felep Karma, dan menyematkan gelar yang paling ia hargai: Bapak Bangsa Papua. Selama hampir setengah abad, ia berjalan di jalan yang paling sulit: menuntut kemerdekaan tanah leluhurnya, tapi tidak pernah sekali pun mengajarkan atau menggunakan kekerasan. Baginya, bendera bukan alasan untuk berperang — melainkan alasan untuk berdiri tegak dengan kepala tinggi, meski harganya adalah belasan tahun di balik jeruji besi.       Dari Anak Pejabat Jadi Orang yang Paling Diburu Negara   Filep lahir pada 14 Agustus 1959 di Jayapura, dari keluarga yang sangat terpandang di tanah Biak. Ayahnya, Andreas Karma, adalah bupati yang disegani — pernah memimpin Wamena, Serui, dan menjadi wakil bupati Jayapura di era Orde Baru. Masa kecil Filep penuh kenyamanan: ia sekolah di sekolah terbaik, kuliah I...

Jalan Sunyi Viktor Yeimo, Banyak Luka Bangsaku Selama Hidupku Seakan Itu Luka Batin Saya, Namun Tidak Akan lupah luka bernama Mama Yasinta Moiwen.

Gambar
Artikel, Jalan sunyi  Viktor Yeimo  Jalan Sunyi, 17 Juli 2026 00.40 Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Jayapura,  Ada satu sumpah yang saya pilih jauh sbelum jln perjuangan ini membawa saya ke ruang-ruang interogasi, penjara, ruang sidang, dan pengasingan, itu adalah memikul luka bangsaku sebagai lukaku sendiri. Dan satu dari sekian luka yang terus menyayat batin ini adalah luka bernama Mama Yasinta Moiwen. Sebulan berlalu sa di Jakarta dg satu kerinduan: bawa pulang Mama Yasinta, kembalikan mama pada tanah tempat mm berjuang. Sa ingin duduk bersamanya, mendengar suaranya tanpa sorotan kamera, menggenggam tanganmu, dan berkata: "Mama, mari tong pulang. Di tanah air masih ada kopu anak2 bangsa yg mencintaimu dan tra akan berhenti perjuangkan martabat dan harga diri." Tapi dalam sapu hati terus ada pertanyaan: sudahkah sa mampu memastikan seorang mama Papua hidup dg layak dan bermartabat di atas tanah leluhurnya send...

Generasi Muda Papua Tidak Harus Mengubload Aktivitas Sehari-hari Tetapi Mengubload masalah Sosial

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Jayapura Pimpinan Kosapa sekaligus Wartawan Jubi Hengky  Yeimo Menegaskan, Media Sosial harus  bijak memberikan masalah sosial yang ada tidak harus sebagai mengubload aktivitas sehari-hari. Generasi muda Papua saat ini diharapkan mengunakan media sosial dengan bijak, tidak hanya sekedar digunakan untuk mengubload aktivitas sehari-hari melainkan mengunakan media sosial untuk mengadvokasi masalah sosial yang terjadi di tanah Papua. Hengky Yeimo, Wartawan Jubi ketika membawakan materi tentang Peran Media Sosial dalam kegiatan seminar sehari di Jayapura. Dalam penyampaian materinya, ia mengajak anak-anak muda Papua untuk mengunakan media sosial untuk mengkampanyekan sesuatu yang bisa berikan kepada pembaca. “tulis status sesuatu yang bisa memberikan satu pengetahuan baru kepada orang lain, baik itu sosial, ekonomi, budaya, kerusakan lingkungan, sampah dan politik,” katanya. lanjutnya, media ...