Postingan

Komite Nasional Papua Barat "Wilayah Numbay"

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Numbay -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Numbay Jayapura- Upaya pembungkaman kebebasan berekspresi dan melakukan tindakan represif terhadap masa Aksi adalah Kejahatan negara Dalam Republik ini. Dalam Republik ini pula tidak ada pembumkaman Kejahatan sataupun yang harus dilindungi sebagai jantung negara. Kemerdekaan Adalah Hak segala Bangsa . PERNYATAAN SIKAP POLITIK Tentang; Status Wilayah West Papua Sebagai Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan Hak penentuan nasib sendiri merupakan unsur hak asasi manusia yang patut dihormati oleh setiap bangsa dan setiap negara di Dunia dan Penduduk pribumi west Papua adalah bangsa Papua yang memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri. Karena, perjuangan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua didasarkan pada standar hak asasi manusia, demokrasi, prinsip-prinsip hukum Internasional dan piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa Maka, Pemerintah Kerajaan Nederland Niew Guinea Mempersiapkan Pemerinatahan Papua Barat Ber...

𝐓𝐔𝐉𝐔𝐇 𝐓𝐀𝐍𝐃𝐀 𝐒𝐄𝐒𝐄𝐎𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐀𝐃𝐀𝐋𝐀𝐇 𝐒𝐀𝐇𝐀𝐁𝐀𝐓 𝐒𝐄𝐉𝐀𝐓𝐈 𝐃𝐀𝐑𝐈 𝐀𝐋𝐋𝐀𝐇

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Kota Jeruk 🍊 -Melangkah Tanpa Alas Kaki - Ada MASA dalam hidup ketika ruangan di sekitar kita tiba-tiba terasa kosong. Sebuah krisis datang, dan orang-orang yang kita pikir akan selalu ada tampak menjauh. Seringkali dalam momen sunyi dan menyakitkan itulah kita mulai melihat nilai sejati dari persahabatan. Persahabatan yang tidak menghilang ketika hidup menjadi sulit. Persahabatan yang tidak diam saja ketika kita berjalan di jalur yang salah. Alkitab berbicara tentang persahabatan lebih dari yang kita sadari.  Daud dan Yonatan, Rut dan Naomi, bahkan teman-teman yang mengusung seorang lumpuh kepada Yesus.Kisah-kisah ini mengingatkan kita bahwa persahabatan lebih dari sekadar minat yang sama atau masa-masa indah. Persahabatan adalah salah satu cara Allah menunjukkan kasih, perhatian, dan tuntunan-Nya dalam hidup kita. Sayangnya, di dunia saat ini, persahabatan sejati bisa terasa langka. Ada hubungan yang dibangun atas dasar kenyamanan ata...

Nasirun Sang 'Seniman Gorengan' Itu Berpulang

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jogyakarta - Melangkah Tanpa Alas Kaki- Jogyakarta _Maestro seni lukis Nasirun berpulang pada usia 61 tahun. Seniman asal Cilacap yang berdomisili di Yogyakarta itu bukan sembarang pelukis. Sejak dekade 90an, namanya booming dan lukisan-lukisannya meledak di pasaran sampai dilabeli sebagai 'seniman gorengan'. Sejak tahun 1997, Nasirun ngeh kalau namanya kerap dilabeli sebagai 'seniman gorengan', bahkan sampai akhir hayatnya. "Di tahun 1997, saya termasuk yang dibilang seniman gorengan. Sekarang saya merasa keberhasilan itu salah satu yang membuat laku dan sekarang saya merasa berbalik 100 persen," ujarnya kepada redaksi detikcom saat diwawancarai di kediaman pribadinya di Bayeman, Jalan Wates, Yogyakarta. Padahal Nasirun sama sekali tidak berpikir tentang pasar seni. Ia hanya fokus berkarya, melukis, dan melukis lagi. "Saya termasuk yang 'saruh' tentang pasar. Belakangan ini saya agak sediki...

KISAH PILUH HANA FATIMAH

Gambar
Abang Belum Pulang (Part 2) Penulis: Hanna Fatimah  Mentari pagi mulai meninggi, mengusir embun yang sejak subuh bergelayut di pucuk-pucuk rumput. Jalan tanah yang membelah kebun masih basah oleh sisa hujan semalam, sementara angin tipis membawa aroma dedaunan dan tanah yang lembap. Di persimpangan kecil itulah, dua bocah bersaudara kini harus memilih arah yang berbeda. Sebelum jalan mereka benar-benar terpisah, Dafa sempat menoleh ke belakang. Dilihatnya Fajar berjalan pelan menuju sekolah, tas kecil di punggungnya, langkah yang masih menyimpan keraguan. Dafa menghela napas, lalu berjanji dalam hati, janji yang tak pernah ia ucapkan kepada siapa pun, bahwa apa pun yang terjadi hari ini, ia harus pulang dengan keranjang kosong. Kosong berarti beras. Kosong berarti lauk. Kosong berarti mereka bisa makan sesuap lebih banyak. Dengan tekad yang jauh lebih besar daripada tubuh kecilnya, Dafa pun melangkah meninggalkan persimpangan itu menuju pasar. Namun pasar pagi itu tak s...

Puisi Nietzsche Sebuah Api yang Hilang dari Ilmu Pengetahuan

Gambar
"Mereka dingin, para sarjana ini! Kiranya sambaran petir menghantam makanan mereka, dan mulut mereka belajar memakan api!" Itulah terjemahan bebas dari Nietzsche yang, begitu dibaca, menimbulkan banyak begitu penafsiran, intinya membahas sekumpulan orang terpelajar duduk mengelilingi meja, dengan piring-piring pengetahuan tersaji rapi di depan mereka. Mereka makan dengan tenang, mengunyah dengan sopan, mencatat rasa dengan teliti. Tapi tidak ada api dalam tubuh mereka. Nietzsche, sambil menyaksikan pemandangan itu, berharap petir menyambar makanan mereka agar mulut yang selama ini hanya mengunyah data, akhirnya belajar memakan api. Ini bukan sekadar metafora indah. Ini adalah salah satu serangan paling tajam Nietzsche terhadap dunia akademis bukan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri, melainkan terhadap cara ilmu itu dihidupi, atau lebih tepatnya, tidak dihidupi sama sekali. Apa yang membuat seorang sarjana "dingin" di mata Nietzsche? Bukan kebodohan. J...

YKKMP Menyampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda serta Menyerukan Penghormatan terhadap Hak Hidup dan Hukum Humaniter Internasional

Gambar
SIARAN PERS Wamena, 25 Juli 2026 Ringkasan Fakta Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jaya Wijaya Wamena -Tanpan Alas Kaki  _Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menerima informasi mengenai peristiwa penembakan yang mengakibatkan meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026, di Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan informasi yang berkembang, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo.  Atas peristiwa tersebut, YKKMP menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan dalam menghadapi duka yang mendalam. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan penghormatan terhadap hak hidup, perlindungan masyarakat sipil, serta kewajiban seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata untuk mematuhi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dan Hukum Humaniter Internas...

Membaca Pikiran dan Hati Nurani Bung Natalius Pigai sebagai Aktivis Ham, Menteri Ham, Akademisi dan sebagai anggota Mantan Komisiones Ham.

Gambar
Oleh: Raimondus mote Pengamat Sosial Politik Papua)  ====================== Pendahuluan Banyak orang di Papua dan di Indonesia kpd bung NP mengapa tdk berbicara keras kpd Resim Prabowo ketika banyak Pelanggaran Ham terjadi di Papua, Ketika Penembakan membabi buta mengorbankan warga sipil papua, banyak terjadi marak pembabatan hutan atas nama proyek strategis nasional, banyak terjadi ilegal maining dan Ilegal fishing marak di papua dengan melibatkan banyak satuan Tni, Polri atas nama negara. Mengapa bung NP ketika jdi menteri Ham dihujat dengan bahasa Rasis baik dari orang Papua sendiri dan orang non Papua Indonesia umumnya. Berikut ini akan saya jelaskan dalam artikel Membaca "pikiran dan hati nurani" Natalius Pigai memerlukan pemahaman bahwa ia adalah sosok yang hidup di persimpangan tiga dunia: dunia adat Papua, dunia akademis/intelektual, dan dunia birokrasi negara Indonesia. Posisinya saat ini sebagai Menteri HAM RI (di bawah rezim Prabowo) adalah kulminasi da...