Kerusakan Hutan Papua Dipandang Sebagai Konsekuensi Sebagai Embangunan Pemerintah Namun Merusak Kehidupan Masyarakat dan Ekosistemnya
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota jeruk π- Melangkah Tanpa Alas Kaki - Kerusakan hutan Papua dipandang sebagai konsekuensi dari model pembangunan yang sangat eksploitatif dan berorientasi tambang/infrastruktur, dengan mengorbankan hak masyarakat adat dan kelestarian ekosistem. Koridor dan proyek pembangunan yang mendorong deforestasi masif Pembangunan “koridor ekonomi” dan infrastruktur membuka akses ke hutan primer Papua, memicu konversi hutan dan lahan gambut, bahkan sampai ke kawasan warisan dunia seperti Lorentz, sementara pertimbangan lingkungan dan masyarakat lokal disingkirkan demi akses sumber daya alam. Program nasional seperti MP3EI dan MIFEE mendorong hilangnya hingga sekitar 76% lahan gambut di Papua, menunjukkan prioritas ekonomi di atas perlindungan lingkungan ruang hidup rakyat Tambang skala besar merusak ekosistem dan mengancam hidup masyarakat adat. Aktivitas PT Freeport dan tambang besar lain mengakibatkan pencemaran sungai, kerusakan ribuan hektar hutan,...