Postingan

Nasirun Sang 'Seniman Gorengan' Itu Berpulang

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jogyakarta - Melangkah Tanpa Alas Kaki- Jogyakarta _Maestro seni lukis Nasirun berpulang pada usia 61 tahun. Seniman asal Cilacap yang berdomisili di Yogyakarta itu bukan sembarang pelukis. Sejak dekade 90an, namanya booming dan lukisan-lukisannya meledak di pasaran sampai dilabeli sebagai 'seniman gorengan'. Sejak tahun 1997, Nasirun ngeh kalau namanya kerap dilabeli sebagai 'seniman gorengan', bahkan sampai akhir hayatnya. "Di tahun 1997, saya termasuk yang dibilang seniman gorengan. Sekarang saya merasa keberhasilan itu salah satu yang membuat laku dan sekarang saya merasa berbalik 100 persen," ujarnya kepada redaksi detikcom saat diwawancarai di kediaman pribadinya di Bayeman, Jalan Wates, Yogyakarta. Padahal Nasirun sama sekali tidak berpikir tentang pasar seni. Ia hanya fokus berkarya, melukis, dan melukis lagi. "Saya termasuk yang 'saruh' tentang pasar. Belakangan ini saya agak sediki...

KISAH PILUH HANA FATIMAH

Gambar
Abang Belum Pulang (Part 2) Penulis: Hanna Fatimah  Mentari pagi mulai meninggi, mengusir embun yang sejak subuh bergelayut di pucuk-pucuk rumput. Jalan tanah yang membelah kebun masih basah oleh sisa hujan semalam, sementara angin tipis membawa aroma dedaunan dan tanah yang lembap. Di persimpangan kecil itulah, dua bocah bersaudara kini harus memilih arah yang berbeda. Sebelum jalan mereka benar-benar terpisah, Dafa sempat menoleh ke belakang. Dilihatnya Fajar berjalan pelan menuju sekolah, tas kecil di punggungnya, langkah yang masih menyimpan keraguan. Dafa menghela napas, lalu berjanji dalam hati, janji yang tak pernah ia ucapkan kepada siapa pun, bahwa apa pun yang terjadi hari ini, ia harus pulang dengan keranjang kosong. Kosong berarti beras. Kosong berarti lauk. Kosong berarti mereka bisa makan sesuap lebih banyak. Dengan tekad yang jauh lebih besar daripada tubuh kecilnya, Dafa pun melangkah meninggalkan persimpangan itu menuju pasar. Namun pasar pagi itu tak s...

Puisi Nietzsche Sebuah Api yang Hilang dari Ilmu Pengetahuan

Gambar
"Mereka dingin, para sarjana ini! Kiranya sambaran petir menghantam makanan mereka, dan mulut mereka belajar memakan api!" Itulah terjemahan bebas dari Nietzsche yang, begitu dibaca, menimbulkan banyak begitu penafsiran, intinya membahas sekumpulan orang terpelajar duduk mengelilingi meja, dengan piring-piring pengetahuan tersaji rapi di depan mereka. Mereka makan dengan tenang, mengunyah dengan sopan, mencatat rasa dengan teliti. Tapi tidak ada api dalam tubuh mereka. Nietzsche, sambil menyaksikan pemandangan itu, berharap petir menyambar makanan mereka agar mulut yang selama ini hanya mengunyah data, akhirnya belajar memakan api. Ini bukan sekadar metafora indah. Ini adalah salah satu serangan paling tajam Nietzsche terhadap dunia akademis bukan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri, melainkan terhadap cara ilmu itu dihidupi, atau lebih tepatnya, tidak dihidupi sama sekali. Apa yang membuat seorang sarjana "dingin" di mata Nietzsche? Bukan kebodohan. J...

YKKMP Menyampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda serta Menyerukan Penghormatan terhadap Hak Hidup dan Hukum Humaniter Internasional

Gambar
SIARAN PERS Wamena, 25 Juli 2026 Ringkasan Fakta Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jaya Wijaya Wamena -Tanpan Alas Kaki  _Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menerima informasi mengenai peristiwa penembakan yang mengakibatkan meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026, di Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan informasi yang berkembang, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo.  Atas peristiwa tersebut, YKKMP menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan dalam menghadapi duka yang mendalam. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan penghormatan terhadap hak hidup, perlindungan masyarakat sipil, serta kewajiban seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata untuk mematuhi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dan Hukum Humaniter Internas...

Membaca Pikiran dan Hati Nurani Bung Natalius Pigai sebagai Aktivis Ham, Menteri Ham, Akademisi dan sebagai anggota Mantan Komisiones Ham.

Gambar
Oleh: Raimondus mote Pengamat Sosial Politik Papua)  ====================== Pendahuluan Banyak orang di Papua dan di Indonesia kpd bung NP mengapa tdk berbicara keras kpd Resim Prabowo ketika banyak Pelanggaran Ham terjadi di Papua, Ketika Penembakan membabi buta mengorbankan warga sipil papua, banyak terjadi marak pembabatan hutan atas nama proyek strategis nasional, banyak terjadi ilegal maining dan Ilegal fishing marak di papua dengan melibatkan banyak satuan Tni, Polri atas nama negara. Mengapa bung NP ketika jdi menteri Ham dihujat dengan bahasa Rasis baik dari orang Papua sendiri dan orang non Papua Indonesia umumnya. Berikut ini akan saya jelaskan dalam artikel Membaca "pikiran dan hati nurani" Natalius Pigai memerlukan pemahaman bahwa ia adalah sosok yang hidup di persimpangan tiga dunia: dunia adat Papua, dunia akademis/intelektual, dan dunia birokrasi negara Indonesia. Posisinya saat ini sebagai Menteri HAM RI (di bawah rezim Prabowo) adalah kulminasi da...

Aksi Mahasiswa Asal Intan Jaya di Halaman DPR Provinsi Papua Tengah, Mereka Ingin Aspirasi Harus Terima Gubernur Papua Tengah

Gambar
Keterlibatan ANak SD dalam Orasi Politik sebagai kepedulian terhadap Kemanusiaan. Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua -Kota🍊 Jeruk Nabire Papua Tengah -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire, Selama ini Mahasiswa intan jaya demostrasi damai di Kantor DPR Provinsi di Papua Tengah,  selama ini tuntutannya tidak ada jawaban atas apa yang mereka sampaikan beberapa kali, kali ini mahasiswa tuntut Gubernur Mecky Nawipa dihadirkan sebelum orasi disampaikan, pada kamis 23/07/2026. Masa aksi sampai di kantor DPR Provinsi Papua Tengah tidak langsung menyampaikan orasi tetapi menuntut Gubernur PAPUA Tengah hadir untuk mendengarkan apa yang mereka sampaikan,  karena selama ini Mahasiswa demostrasi tuntutan tidak terjawab satu pun, konflik bersenjata masih meluas, dugaan pelanggaran HAM tetap sebagai makan pokok TNI dan polri, pengungsian warga sipil tidak terhenti, termasuk penolakan aktivitas pertambangan juga bekerja Eksis hingga hari ini.  Mereka justru berkali-kali meminta ...

Faishal melepaskan seluruh jabatan politiknya setelah interaksinya dengan seorang perempuan dinilai tidak sesuai dengan standar perilaku pejabat publik.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Singapur-Melangkah Tanpa Alas Kaki - Di Singapura, seorang pejabat tidak harus menunggu menjadi tersangka, terdakwa, atau terpidana untuk meninggalkan jabatannya. Ketika perilakunya dianggap tidak lagi memenuhi standar yang dituntut dari pemegang kekuasaan, tanggung jawab politik dapat berlaku meskipun hukum pidana tidak dilanggar. Prinsip itulah yang terlihat dalam pengunduran diri Muhammad Faishal Ibrahim pada 20 Juli 2026. Faishal melepaskan seluruh jabatan politiknya setelah interaksinya dengan seorang perempuan dinilai tidak sesuai dengan standar perilaku pejabat publik. Saat itu, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim Singapura dan Menteri Negara Senior untuk Urusan Dalam Negeri. Ia juga menjadi anggota parlemen dari Marine Parade-Braddell Heights GRC serta bagian dari pimpinan Partai Aksi Rakyat atau PAP. Pengunduran dirinya tidak hanya berlaku untuk posisi di pemerintahan. Ia turut melepaskan kursi parlemen dan ke...