Perlakuan buruk dan diskriminasi keluarga tentara KNIL Maluku yang dipindahkan ke Belanda pada 1951 – 'Tidak cukup kata maaf untuk penderitaan yang dialami'
Tetesan air Mata Ibunda Kota Tua Maluku -- Tanpa Alas Kaki- Maluku Perdana Menteri Belanda Rob Jetten menyampaikan permintaan maaf resmi atas perlakuan buruk yang dialami 12.500 tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) asal Maluku dan keluarga mereka, yang dipindahkan ke Belanda pada 1951. Namun, permintaan maaf itu disebut menjadi tak bermakna jika tak diikuti rencana dan langkah konkret untuk memulihkan kehidupan keturunan tentara Koninklijk Nederlands Indisch Leger (KNIL) Maluku di Belanda. Pasalnya, perlakuan buruk, trauma dan diskriminasi yang dialami mereka disebut masih membekas, melintasi empat generasi. Mulai dari kehidupan di kamp yang tidak layak, janji-janji palsu pemerintah Belanda, hingga perlakuan diskriminatif yang dialami keturunan serdadu KNIL Maluku itu. Lalu, apa saja penderitaan yang dialami puluhan ribu orang Maluku itu di Belanda? Mengapa mereka dipindah paksa dari akar kelahiran mereka dan bagaimana mereka kini memandang Belanda, Indonesia, dan Maluku?...