Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aceh

Republik Kartel Politik

Gambar
Artikel. Republik kartel politik adalah gambaran ketika demokrasi tampak hidup di permukaan, tetapi sesungguhnya bekerja seperti toko grosir yang harga barangnya sudah disepakati para pemiliknya. Partai-partai yang seharusnya menjadi penyalur aspirasi rakyat berubah menjadi konsorsium kepentingan yang saling mengunci agar tidak ada yang tersingkir dari meja kekuasaan. Richard Katz dan Peter Mair menyebut fenomena ini sebagai party cartel, yakni saat partai-partai berhenti berkompetisi dan justru bersatu untuk mempertahankan akses terhadap sumber daya negara. Di Indonesia, gejala ini muncul ketika koalisi menjadi permanen dan suara berbeda dianggap gangguan terhadap stabilitas. Rakyat hanya menjadi penonton yang mengikuti alur cerita yang tidak pernah mereka tulis. Inilah wajah demokrasi kartelis yang berjalan rapi, halus, tapi sebenarnya sedang menggerogoti fondasinya sendiri. Ketika kartelisasi politik bekerja, pemilu hanyalah ritual lima tahunan yang lebih mirip perayaan ...

DPR Aceh Mengeluarkan Pernyataan Keras Terhadap Tindakan Pusat membuat Pengorbanan Masyarakat di Aceh

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Aceh Melangkah Tanpa Alas Kaki - DPR Aceh mengeluarkan pernyataan keras atas korban bencana alam di Aceh. Wakil Ketua Komisi I DPR Aceh, Rusyidi Muktar mendesak Prabowo Subianto membuka akses dunia akibat lambannya penanganan pemerintah pusat atas bencana banjir bandang hampir seluruh wilayah Aceh. “Sebanyak 23 kabupaten/kota di Aceh terdampak. Ini bukan bencana biasa, ini bencana dahsyat. Rakyat kehilangan rumah, akses jalan terputus, ekonomi lumpuh total. Pemerintah pusat tidak boleh tinggal diam. Kami minta Presiden segera bertindak dan memberi izin bagi negara sahabat yang ingin membantu Aceh,” tegasnya, Rabu (10/12/2025). Pemerintah pusat masih menolak menetapkan status bencana nasional sehingga bantuan internasional tertahan, sementara bantuan serta penanganan korban bencana oleh pemerintah dilapangan terkesan setengah hati dan acuh tak acuh. Pernyataan Rusyidi sejalan dengan informasi tertahannya 500 ton bantuan logistik yang dikirim...