Postingan

Menampilkan postingan dengan label HAM

Imigrasi Merauke Deportasi 18 Pemain Rugbi Asal Papua Nugini

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Merauke - Melangkah Tanpa Alas kaki - Kantor Imigrasi Merauke mendeportasi 18 warga negara Papua Nugini (WN PNG). Belasan WN PNG yang tergabung dalam tim ABIP Rugby Seven Football Tabubil ini terpaksa dipulangkan karena menyalahgunakan Border Crossing Card alias Kartu Kuning untuk bertanding di Jayapura. Kepala Kantor Imigrasi Merauke, Zulhamsyah, menegaskan Kartu Kuning hanya berlaku untuk keperluan warga perbatasan, seperti belanja kebutuhan pokok atau mengunjungi sanak keluarga. Kartu tersebut tidak bisa dipakai bepergian hingga ke Jayapura, apalagi untuk mengikuti turnamen olahraga. "Kami sudah sampaikan bahwa Kartu Kuning tidak dapat digunakan untuk perjalanan ke Jayapura. Untuk kegiatan di sana, mereka seharusnya memakai paspor resmi dan lewat PLBN Skouw," kata Zulhamsyah, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026). Ia menjelaskan Border Crossing Card (Kartu Kuning) merupakan dokumen yang digunakan masyarakat di kawasan perbat...

Ulta Levenia Nababan Mempertanyakan, Fenomena Enam Gunung Api yang Mengalami Erupsi Secara Berdekatan, Apakah fenomena alam atau ada faktor lain yang belum terungkap?.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Jakarta -Melangkah Tanpa Alas kaki -Jakarta Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan mengenai erupsi enam gunung api di Indonesia mendadak menjadi sorotan. Ulta mempertanyakan apakah rangkaian erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan sepenuhnya merupakan fenomena alam atau ada faktor lain yang belum terungkap. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Ulta membahas proyek High-frequency Active Auroral Research Program atau HAARP yang selama ini kerap dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi. Ia mengaku sebagai sosok yang skeptis dan tidak ingin begitu saja menerima sebuah penjelasan hanya karena dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Ulta bahkan secara terbuka mengakui bahwa pemikirannya tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang kredibel. Namun, ia tetap mempertanyakan kemungkinan adanya keterkaitan antara HAARP, dinamika geopolitik, dan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia. Dalam unggahannya,...

DR. THOMAS WAPAI WAINGGAI DAN MIMI TERUKO WAINGGAI

Gambar
Kisah Intelektual, Cinta, Pengorbanan, dan Perjuangan Damai Dalam sejarah politik dan perjuangan identitas Melanesia di Papua, nama Dr. Thomas Wapai Newei Sarampayai Wainggai, atau yang lebih dikenal sebagai Dr. Thom Wainggai, menempati tempat yang sangat penting. Namanya tidak hanya dikenang sebagai seorang tokoh politik, tetapi juga sebagai seorang intelektual, akademisi, ahli administrasi pemerintahan, pemikir, dan penggagas konsep Melanesia Barat. Di sampingnya berdiri seorang perempuan asal Jepang, Mimie Teruko Kohara Wainggai, yang kemudian dikenal sebagai Mimie atau Teruko Wainggai. Kisah keduanya tidak hanya berbicara tentang hubungan suami dan istri. Kisah mereka juga menjadi bagian dari sejarah pengorbanan sebuah keluarga yang terlibat dalam perjuangan politik tanpa menggunakan kekerasan. Perjalanan hidup mereka memperlihatkan satu kenyataan penting: perjuangan tidak selalu dilakukan dengan senjata. Ada perjuangan yang dilakukan melalui pendidikan, pemikiran, huku...

PIF KE-55 DI PALAU DAN PERGULATAN ISU PAPUA BARAT DI KAWASAN PASIFIK

Gambar
Tetesan air mata Ibunda-Kota Tua Holandia-Melangkah Tanpa Alas kaki   Holandia - Setiap pertemuan para pemimpin di kawasan Pasifik selalu membawa dua beban sekaligus: beban harapan dan beban kenyataan. Harapan bahwa forum regional bisa menjadi tempat lahirnya solusi bersama atas persoalan yang melintasi batas negara. Kenyataan bahwa kawasan ini sangat beragam, secara geografis terpencar, secara ekonomi tidak setara, dan secara politik harus berjalan di atas keseimbangan kepentingan yang rumit. Pacific Islands Forum adalah wujud paling nyata dari upaya menjaga keseimbangan itu. Sebagai forum tertinggi 18 negara anggota, mulai dari kekuatan besar seperti Australia dan Selandia Baru, negara kepulauan Melanesia seperti Fiji, Papua Nugini, Vanuatu, dan Kepulauan Solomon, hingga negara mikro seperti Tuvalu, Nauru, dan Niue, PIF selama puluhan tahun menjadi ruang untuk merumuskan apa arti "rumah bersama" di Samudra Pasifik. Visi yang selalu diulang adalah visi tentang ka...

Ketua KNPB Pusat Tolak Pendataan Ulang Korban Konflik Papua oleh Kemenkumham

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas Kaki– Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kossay, menolak rencana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan pendataan ulang jumlah pengungsi dan korban sipil akibat konflik bersenjata di Papua.*  Agus menyampaikan penolakan tersebut melalui pernyataan resmi pada Rabu (19/8/2026). Pernyataan itu merespons sejumlah pernyataan Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai terkait rencana pembentukan tim untuk melakukan pendataan ulang kondisi kemanusiaan di Papua. Menurut Agus, pendataan ulang tidak diperlukan karena berbagai lembaga di Papua, termasuk gereja, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi kemanusiaan telah memiliki data mengenai kondisi masyarakat yang terdampak konflik. “Natalius sudah mendapat konfirmasi dari berbagai lembaga di Papua, gereja, pemerintah, LSM yang bekerja sebagai lembaga mitra kemanusiaan di Papua dan sudah mendapatkan sejum...

Pembunuhan Dokter Thomas Wanggai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih

Gambar
Artikel, Mengulang Oleh , Yegema Kematian Thomas Wanggai  Berita Majalah GATRA edisi 20 Maret 1996 menghantam ruang publik Indonesia seperti petir di siang bolong dengan sampul utama bertuliskan tebal "KEMATIAN DR. THOM WAINGGAI". Foto wajah Dr. Thomas Wainggai memenuhi separuh halaman. Matanya menatap lurus, kumis tipis, garis keriput di wajahnya seperti peta luka sejarah. Di belakangnya, langit Abepura berwarna merah menyala. Asap mengepul dari atap-atap rumah yang terbakar. Di bawahnya, lautan manusia berjalan membawa jenazah, bendera, dan kemarahan yang sudah lama dipendam. Dr. Thomas Wainggai bukan nama asing bagi orang Papua. Ia adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Ia pernah mengabdi di rumah sakit, menyentuh pasien, mengobati luka fisik. Tapi luka yang paling dalam yang ia lihat bukan di ruang UGD. Luka itu ada di kampung, di hutan, di sekolah yang tidak punya guru, di tanah adat yang digusur, di harga diri bangsa yang...

Demonstrasi Damai Seluruh Indonesia dibawa Organisasi Media Rakyat PAPUA KNPB Memperingati 64 Tahun New York Agreement

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Kota Kota Jeruk 🍊  -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire -Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Konsulat Indonesia bersama enam wilayah konsulat dan Aliansi Mahasiswa Papua Tengah Indonesia atau AMPTPI menyiapkan aksi nasional, Sabtu (15/8/2026). Aksi tersebut mengusung tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” itu digelar berdasarkan arahan KNPB Pusat, dalam rangka memperingati 64 tahun Perjanjian New York pada 15 Agustus 2026. Perjanjian New York adalah kesepakatan yang ditandatangani antara Indonesia dan Belanda di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 15 Agustus 1962. Perjanjian ini menyepakati peralihan Irian Barat (Papua) dari Pemerintah Belanda kepada badan PBB, United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) sebelum diserahkan ke Pemerintah Indonesia. Koordinator lapangan KNPB Konsulat Indonesia, Niswan Wanimbo mengatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk memastikan ...

YKKMP Menyampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda serta Menyerukan Penghormatan terhadap Hak Hidup dan Hukum Humaniter Internasional

Gambar
SIARAN PERS Wamena, 25 Juli 2026 Ringkasan Fakta Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jaya Wijaya Wamena -Tanpan Alas Kaki  _Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menerima informasi mengenai peristiwa penembakan yang mengakibatkan meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026, di Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan informasi yang berkembang, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo.  Atas peristiwa tersebut, YKKMP menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan dalam menghadapi duka yang mendalam. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan penghormatan terhadap hak hidup, perlindungan masyarakat sipil, serta kewajiban seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata untuk mematuhi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dan Hukum Humaniter Internas...

Membaca Pikiran dan Hati Nurani Bung Natalius Pigai sebagai Aktivis Ham, Menteri Ham, Akademisi dan sebagai anggota Mantan Komisiones Ham.

Gambar
Oleh: Raimondus mote Pengamat Sosial Politik Papua)  ====================== Pendahuluan Banyak orang di Papua dan di Indonesia kpd bung NP mengapa tdk berbicara keras kpd Resim Prabowo ketika banyak Pelanggaran Ham terjadi di Papua, Ketika Penembakan membabi buta mengorbankan warga sipil papua, banyak terjadi marak pembabatan hutan atas nama proyek strategis nasional, banyak terjadi ilegal maining dan Ilegal fishing marak di papua dengan melibatkan banyak satuan Tni, Polri atas nama negara. Mengapa bung NP ketika jdi menteri Ham dihujat dengan bahasa Rasis baik dari orang Papua sendiri dan orang non Papua Indonesia umumnya. Berikut ini akan saya jelaskan dalam artikel Membaca "pikiran dan hati nurani" Natalius Pigai memerlukan pemahaman bahwa ia adalah sosok yang hidup di persimpangan tiga dunia: dunia adat Papua, dunia akademis/intelektual, dan dunia birokrasi negara Indonesia. Posisinya saat ini sebagai Menteri HAM RI (di bawah rezim Prabowo) adalah kulminasi da...

Aksi Mahasiswa Asal Intan Jaya di Halaman DPR Provinsi Papua Tengah, Mereka Ingin Aspirasi Harus Terima Gubernur Papua Tengah

Gambar
Keterlibatan ANak SD dalam Orasi Politik sebagai kepedulian terhadap Kemanusiaan. Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua -Kota🍊 Jeruk Nabire Papua Tengah -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire, Selama ini Mahasiswa intan jaya demostrasi damai di Kantor DPR Provinsi di Papua Tengah,  selama ini tuntutannya tidak ada jawaban atas apa yang mereka sampaikan beberapa kali, kali ini mahasiswa tuntut Gubernur Mecky Nawipa dihadirkan sebelum orasi disampaikan, pada kamis 23/07/2026. Masa aksi sampai di kantor DPR Provinsi Papua Tengah tidak langsung menyampaikan orasi tetapi menuntut Gubernur PAPUA Tengah hadir untuk mendengarkan apa yang mereka sampaikan,  karena selama ini Mahasiswa demostrasi tuntutan tidak terjawab satu pun, konflik bersenjata masih meluas, dugaan pelanggaran HAM tetap sebagai makan pokok TNI dan polri, pengungsian warga sipil tidak terhenti, termasuk penolakan aktivitas pertambangan juga bekerja Eksis hingga hari ini.  Mereka justru berkali-kali meminta ...