Postingan

Menampilkan postingan dengan label HAM

ISRAEL TELAH BERGABUNG DENGAN FORUM KEPULAUAN PASIFIK ORGANISASI POLITIK UTAMA DI WILAYAH TERSEBUT SEBAGAI MITRA

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Suva Fiji -Melangkah Tanpa Alas kaki- Suva Fiji Israel telah bergabung dengan Forum Kepulauan Pasifik, organisasi politik utama di wilayah tersebut, sebagai mitra. Negara tersebut yang memiliki kedekatan mendalam dari komunitas Pasifik mengonfirmasi keputusan tersebut dalam sebuah siaran pers pada hari Selasa 20 Oktober 2026 Rabu dikutip  berita NZDT. Ini adalah sejarah baru bagi diplomasi Pasifik dan Timur Tengah. Forum Kepulauan Pasifik atau Pacific Islands Forum PIF yang beranggotakan 18 negara anggota yaitu Australia Fiji Kiribati Kepulauan Marshall Mikronesia Nauru Selandia Baru Palau Papua Nugini Samoa Kepulauan Solomon Tonga Tuvalu Vanuatu dan lain-lain selama ini memiliki 21 Mitra Dialog Dialogue Partners. Kini dengan kebijakan kemitraan baru yang disahkan pada KTT PIF ke 55 di Palau 30 Agustus sampai 3 September 2026 sistem mitra dibagi menjadi dua tingkat yaitu Strategic Partners dan Sectoral Partners. Israel masuk dalam dafta...

Front Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara se-Indonesia Gelar Jumpa Pers di Manado, Soroti Darurat Militer dan Kemanusiaan di Tolikara

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua SULAWESI UTARA Melangka Tanpa Alas kaki-MANADO, SULAWESI UTARA, Front Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara se-Indonesia menggelar jumpa pers di Manado, Sulawesi Utara, pada 15 Oktober 2026.Pukul 4: 35 WIT.  Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengangkat tema besar, *“Tolikara Darurat Militer dan Kemanusiaan”* serta menyampaikan sepuluh tuntutan terkait situasi keamanan, perlindungan warga sipil, penegakan hukum, dan penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Kabupaten Tolikara Pada Umum nya Seluruh Tanah Papua. 1. Kami mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk segera Tarik Militer Non Organik di distrik Telengeme, Kembu dan Ngudagi. 2. Kami Kami mendesak kepada DPRK, DPRP Sertah MRP untuk segera melakukan Evakuasi terhadap warga sipil di Kab.Tolikara  Distrik Gilumbandu, Telengeme, Kembu dan Gudagi. 3. Kami mendesak kepada pemerintah Pusat dalam hal ini presiden Prabowo Subianto untuk segera tarik militer no...

CIA, KEJATUHAN SOEKARNO, FREEPORT, DAN PEPERA 1969: MENELUSURI KEPENTINGAN GEOPOLITIK AMERIKA SERIKAT DI WEST PAPUA

Gambar
oleh: John Anari - West Papua Liberation Organization (WPLO)_ AWAL MULA PERHATIAN: DARI KUBA KE PAPUA Ketika para pengusaha Amerika kehilangan investasi mereka di Kuba pada tahun 1959, Fidel Castro dan Che Guevara telah berhasil menggulingkan Presiden Batista yang pro-Amerika. Tambang nikel Freeport di Kuba juga dinasionalisasi oleh Fidel Castro. Freeport baru saja melakukan ekspor pertamanya ketika investasinya tiba-tiba hilang, membuat para pengusaha tidak mampu membayar kembali pinjaman sebesar US$3 miliar dari Rockefeller. Rockefeller akhirnya menyediakan peta foto udara yang dibuat oleh Carl Hans dari Netherlands New Guinea Petroleum Company (NNGPM) di Sorong pada tahun 1933. Eksplorasi kemudian dilanjutkan oleh Jean Jacques Dozy pada tahun 1936 di Ertsberg. Hans adalah seorang ahli geologi senior yang bekerja untuk Pacific Investment (sekarang Chevron) di Sorong pada tahun 1933. Perusahaan minyak NNGPM dimiliki oleh Shell dari Belanda (40%), Standard Oil Vacuum (sekar...

Diplomasi Damai Ala Indonesia di Pasifik Berbalut Perang Bom Molotov di Hutan Papua

Gambar
Oleh: Hengky Yeimo  Tetesan Air Mata Ibunda -Kota Tua Kota Jeruk 🍊-Melangkah Tanpa Alas kaki- Kota Nabire Papua Tengah_ Diplomasi Perdamaian dan Paradoks Pendekatan Militer Indonesia di Papua Perdamaian tidak cukup dibicarakan di meja diplomasi, sementara di tanah yang sama, operasi militer terus berlangsung dan masyarakat hidup dalam ketakutan. Jika Indonesia sungguh-sungguh ingin menyelesaikan konflik Papua, pertanyaan mendasarnya bukan hanya bagaimana mengejar kelompok bersenjata, melainkan bagaimana menghentikan lingkaran kekerasan dan membuka ruang dialog yang dipercaya oleh rakyat Papua. 1. Diplomasi Perdamaian di Pasifik dan Realitas Konflik di Papua Gigi ganti gigi, mata ganti mata. Logika pembalasan semacam ini tampaknya masih membayangi penyelesaian konflik bersenjata di Papua. Di satu sisi, Indonesia membangun narasi perdamaian melalui diplomasi di kawasan Pasifik. Di sisi lain, operasi militer terhadap Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) terus ...

Presiden Toroama mengumumkan posisi akhir mengenai kemerdekaan Bougainville

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda -Kota Tua Bougenville -Melangkah Tanpa Alas kaki- Bougenville _ Pemerintah Otonomi Bougainville (ABG) telah secara resmi menguraikan posisi akhir mereka, yang dikuti berita utama Bougenville melalui,  https://abg.gov.pg/index. Mengenai masa depan politik Bougainville, mengusulkan jalur yang jelas dan damai menuju pemerintahan sendiri dan akhirnya kemerdekaan.  Kutipan dan Terjema, Yegema mengatakan bahwa,  Presiden Hon. Ismael Toroama menyampaikan posisinya hari ini kepada Fasilitator Independen yang mengawasi Konsultasi Teknis Bersama antara ABG dan Pemerintah Nasional, dan menegaskan kembali bahwa aspirasi Bougainville didasarkan pada Perjanjian Perdamaian Bougainville, Konstitusi Papua Nugini dankomitmen yang telah memandu proses perdamaian selama dua dekade terakhir.  “Hari ini, saya berdiri di hadapan Anda untuk menyampaikan posisi akhir Pemerintahan Otonomi Bougainville mengenai Pemerintahan Sendiri dan Kemerdekaan Bougainvil...

Kalau Kamu Malu Menyanyi Dalam Bahasa Leluhur Sendiri, Maka Kamu Sudah Kalah." Arnold Clement AP

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda -Kota Tua Holandia Jayapura - Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Holandia Jayapura - Di sebuah studio kecil RRI Nusantara V Polimak, ada suara yang tidak pernah asing didengar .  ‎ ‎"Selamat malam, Tanah Papua. Ini Pelangi Budaya..." ‎ ‎Laki-laki itu duduk dengan gitar ukulele di pangkuan. Namanya Arnold Clemens Ap. Kurator Museum. Mahasiswa Geografi yang tidak pernah lulus karena terlalu sibuk keliling kampung merekam suara nenek-nenek yang menyanyi. ‎ ‎Orang lain kuliah untuk jadi pegawai. Arnold kuliah untuk mengumpulkan bahasa-bahasa yang mau dihapus. ‎ ‎Dia ajarkan anak-anak Abepura:  ‎ ‎"Kalau kamu malu menyanyi dalam bahasa Leluhur sendiri, maka kamu sudah kalah." ‎ ‎Kaset Mambesak Vol I sampai V dijual di pasar-pasar. Dari Biak sampai Wamena, dari tifa sampai piring seng, semua orang memutarnya.  lagu Apuse Kokon Dao ,Itu dulu adalah Doa perpisahan seorang cucu kepada neneknya di Teluk Doreri , Itu lagu yang diselamatkan oleh Ar...

127.000 Warga Pribumi Papua Mengungsi karena Konflik Bersenjata di Papua

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Holandia Jayapura _Pernyataan dari LSM (Christian Solidarity International / CSI) di markas PBB mengungkapkan bahwa 127.000 warga pribumi sedang mengungsi di Tanah Papua akibat konflik bersenjata laporan tersebut merujuk pada laporan Human Rights Monitor (HRM) Penerjemah: David Mandes Admin TPNPB News Rabu, 7 Oktober 2026 Christian Solidarity International sekali lagi menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas ancaman terhadap kelangsungan hidup masyarakat adat Papua Barat yang disebabkan oleh operasi militer dan program pembangunan pemerintah Indonesia. Hingga bulan September, jumlah pengungsi internal (*internally displaced persons*) di enam provinsi di Papua Barat telah meningkat menjadi 127.000 jiwa, naik dari 105.000 jiwa pada enam bulan lalu. Mitra CSI di lapangan terus melaporkan kedatangan pengungsi baru di wilayah pesisir. Pengungsian ini dipicu oleh operasi militer pemerintah yang dila...

ANALISIS KRITIS TERHADAP NARASI "STATUS PAPUA FINAL": VERIFIKASI FAKTA HISTORIS, HUKUM INTERNASIONAL, DAN DINAMIKA KONFLIK

Gambar
Oleh: Imanuel Bay Tetes Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Holandia Jayapura,   Tanggal Penyusunan: 4 Oktober 2026 Kategori: Hukum Internasional / Sejarah Konflik Papua / Analisis Komunikasi Politik 1. Pendahuluan Poster berjudul "STATUS PAPUA FINAL!" merupakan materi komunikasi politik yang dirancang untuk meneguhkan legitimasi integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus mendiskreditkan gerakan separatis. Poster ini menggunakan kombinasi simbol visual (bendera PBB, dokumen resolusi, foto tokoh) dan teks provokatif untuk membangun narasi bahwa masalah Papua telah selesai secara hukum dan historis. Laporan ini bertujuan untuk membedah klaim-klaim dalam poster tersebut, memverifikasi akurasinya berdasarkan dokumen hukum dan sejarah, serta menjelaskan mengapa narasi "final" ini sering kali berbenturan dengan realitas di lapangan. 2. Bedah Fakta vs. Narasi Poster A. Klaim: "Integrasi Pa...

Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka dan Para Perdana Menteri di Negara-negara Pasifik Bertemu Membahas Kerja Sama Regional dan Mendorong Status Politik Papua

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Fiji Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Fuji Pasifik Para pemimpin MSG membahas Papua Barat dan kerja sama regional dalam pembicaraan Pra-COP31 di Fiji pada 07 Oktober 2026 Fiji  tanggal 7 Oktober 2026: Para pemimpin Melanesian Spearhead Group (MSG) telah bertemu di Fiji di sela-sela Pra-COP31, dengan kerja sama regional, arah masa depan blok tersebut, dan Papua Barat sebagai beberapa isu yang dibahas. Pertemuan di Sofitel Fiji Resort & Spa di Tanpa Alas kaki- dipimpin oleh Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka dan mempertemukan para perdana menteri Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Fiji, bersama dengan perwakilan dari FLNKS pro-kemerdekaan Kaledonia Baru. Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Wale bergabung dalam pembicaraan tersebut selama kunjungannya ke Fiji untuk program Pra-COP31 Pasifik. Menurut Kantor Perdana Menteri Kepulauan Solomon, para pemimpin membahas penguatan kerja sama antar anggota MSG dan koordinasi posisi...

PAPUA MERDEKA BUTUH SATU NEGARA SPONSOR CABUT PERJANJIAN NEW YORK 1962 & PEPERA 1969

Gambar
_Oleh: Jhon Anari, Diplomat West Papua - WPLO_ Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua New York Amerika Serikat Melangkah Tanpa Alas kaki - New York  Bangsa Papua berdiri di atas fakta dan data sejarah, bukan mengarang cerita. Dan fakta itu sudah sangat jelas. Benang merah masalah Papua sudah ditemukan. Tinggal selangkah lagi rakyat dan Bangsa Papua Barat akan memiliki pemerintahan sendiri atau Rights of Self Government sesuai Piagam PBB Pasal 73e dan Resolusi 448 PBB. Selangkah lagi itu adalah satu negara sponsor yang berani membawa kasus Papua kembali ke Komisi Politik dan Dekolonisasi PBB. I. BENANG MERAH SUDAH DITEMUKAN: NEW YORK AGREEMENT 15 AGUSTUS 1962, PERJANJIAN ROMA 30 SEPTEMBER 1962 DAN PEPERA 1969 Ada tiga dokumen yang mengunci nasib bangsa Papua selama 64 tahun. Dokumen pertama adalah New York Agreement 15 Agustus 1962. Perjanjian ini ditandatangani di Markas PBB di New York oleh Belanda dan Indonesia tanpa kehadiran satu pun wakil bangsa Papua. Tanpa Nieuw Guinea...

LAPORAN GENEVA YANG BIKIN JAKARTA PANIK - Tiba-tiba Rocky Gerung Lantik

Gambar
APA KATA ALBERT BARUME TENTANG PAPUA?. Oleh: Admin  Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua New York Amerika Serikat -Melangkah Tanpa Alas kaki- New York , Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, seorang Pelapor Khusus PBB diizinkan masuk ke tanah Papua. Namanya Albert Kwokwo Barume Orang Kongo, Afrika Dia bukan aktivis Papua. Dia adalah utusan resmi Dewan HAM PBB di Geneva Dia datang 3-11 Juli 2025. Ke Jakarta, Bogor, dan ke Merauke Dia duduk dengan mama-mama Malind di atas tanah yang sudah jadi lumpur karena buldozer Dan apa yang dia bawa pulang ke Geneva untuk lapor ke dunia? Satu kalimat yang menghancurkan narasi Jakarta:  "The biggest issue in West Papua is lack of recognition of  Indigenous Peoples." Masalah terbesar di Papua adalah Indonesia tidak mengakui Orang Papua sebagai Masyarakat Adat. Jakarta punya alasan aneh: "Semua warga negara  Indonesia adalah pribumi, jadi tidak ada masyarakat adat." Bagi Barume, ini bukan alasan hukum,  Ini adalah akar d...