Kalau Kamu Malu Menyanyi Dalam Bahasa Leluhur Sendiri, Maka Kamu Sudah Kalah." Arnold Clement AP
Tetesan Air Mata Ibunda -Kota Tua Holandia Jayapura - Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Holandia Jayapura - Di sebuah studio kecil RRI Nusantara V Polimak, ada suara yang tidak pernah asing didengar . "Selamat malam, Tanah Papua. Ini Pelangi Budaya..." Laki-laki itu duduk dengan gitar ukulele di pangkuan. Namanya Arnold Clemens Ap. Kurator Museum. Mahasiswa Geografi yang tidak pernah lulus karena terlalu sibuk keliling kampung merekam suara nenek-nenek yang menyanyi. Orang lain kuliah untuk jadi pegawai. Arnold kuliah untuk mengumpulkan bahasa-bahasa yang mau dihapus. Dia ajarkan anak-anak Abepura: "Kalau kamu malu menyanyi dalam bahasa Leluhur sendiri, maka kamu sudah kalah." Kaset Mambesak Vol I sampai V dijual di pasar-pasar. Dari Biak sampai Wamena, dari tifa sampai piring seng, semua orang memutarnya. lagu Apuse Kokon Dao ,Itu dulu adalah Doa perpisahan seorang cucu kepada neneknya di Teluk Doreri , Itu lagu yang diselamatkan oleh Ar...