Postingan

Menampilkan postingan dengan label Adat

Kalau Kamu Malu Menyanyi Dalam Bahasa Leluhur Sendiri, Maka Kamu Sudah Kalah." Arnold Clement AP

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda -Kota Tua Holandia Jayapura - Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Holandia Jayapura - Di sebuah studio kecil RRI Nusantara V Polimak, ada suara yang tidak pernah asing didengar .  ‎ ‎"Selamat malam, Tanah Papua. Ini Pelangi Budaya..." ‎ ‎Laki-laki itu duduk dengan gitar ukulele di pangkuan. Namanya Arnold Clemens Ap. Kurator Museum. Mahasiswa Geografi yang tidak pernah lulus karena terlalu sibuk keliling kampung merekam suara nenek-nenek yang menyanyi. ‎ ‎Orang lain kuliah untuk jadi pegawai. Arnold kuliah untuk mengumpulkan bahasa-bahasa yang mau dihapus. ‎ ‎Dia ajarkan anak-anak Abepura:  ‎ ‎"Kalau kamu malu menyanyi dalam bahasa Leluhur sendiri, maka kamu sudah kalah." ‎ ‎Kaset Mambesak Vol I sampai V dijual di pasar-pasar. Dari Biak sampai Wamena, dari tifa sampai piring seng, semua orang memutarnya.  lagu Apuse Kokon Dao ,Itu dulu adalah Doa perpisahan seorang cucu kepada neneknya di Teluk Doreri , Itu lagu yang diselamatkan oleh Ar...

127.000 Warga Pribumi Papua Mengungsi karena Konflik Bersenjata di Papua

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Holandia Jayapura _Pernyataan dari LSM (Christian Solidarity International / CSI) di markas PBB mengungkapkan bahwa 127.000 warga pribumi sedang mengungsi di Tanah Papua akibat konflik bersenjata laporan tersebut merujuk pada laporan Human Rights Monitor (HRM) Penerjemah: David Mandes Admin TPNPB News Rabu, 7 Oktober 2026 Christian Solidarity International sekali lagi menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas ancaman terhadap kelangsungan hidup masyarakat adat Papua Barat yang disebabkan oleh operasi militer dan program pembangunan pemerintah Indonesia. Hingga bulan September, jumlah pengungsi internal (*internally displaced persons*) di enam provinsi di Papua Barat telah meningkat menjadi 127.000 jiwa, naik dari 105.000 jiwa pada enam bulan lalu. Mitra CSI di lapangan terus melaporkan kedatangan pengungsi baru di wilayah pesisir. Pengungsian ini dipicu oleh operasi militer pemerintah yang dila...

ANALISIS KRITIS TERHADAP NARASI "STATUS PAPUA FINAL": VERIFIKASI FAKTA HISTORIS, HUKUM INTERNASIONAL, DAN DINAMIKA KONFLIK

Gambar
Oleh: Imanuel Bay Tetes Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Holandia Jayapura,   Tanggal Penyusunan: 4 Oktober 2026 Kategori: Hukum Internasional / Sejarah Konflik Papua / Analisis Komunikasi Politik 1. Pendahuluan Poster berjudul "STATUS PAPUA FINAL!" merupakan materi komunikasi politik yang dirancang untuk meneguhkan legitimasi integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus mendiskreditkan gerakan separatis. Poster ini menggunakan kombinasi simbol visual (bendera PBB, dokumen resolusi, foto tokoh) dan teks provokatif untuk membangun narasi bahwa masalah Papua telah selesai secara hukum dan historis. Laporan ini bertujuan untuk membedah klaim-klaim dalam poster tersebut, memverifikasi akurasinya berdasarkan dokumen hukum dan sejarah, serta menjelaskan mengapa narasi "final" ini sering kali berbenturan dengan realitas di lapangan. 2. Bedah Fakta vs. Narasi Poster A. Klaim: "Integrasi Pa...

Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka dan Para Perdana Menteri di Negara-negara Pasifik Bertemu Membahas Kerja Sama Regional dan Mendorong Status Politik Papua

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Fiji Melangkah Tanpa Alas-Kaki- Fuji Pasifik Para pemimpin MSG membahas Papua Barat dan kerja sama regional dalam pembicaraan Pra-COP31 di Fiji pada 07 Oktober 2026 Fiji  tanggal 7 Oktober 2026: Para pemimpin Melanesian Spearhead Group (MSG) telah bertemu di Fiji di sela-sela Pra-COP31, dengan kerja sama regional, arah masa depan blok tersebut, dan Papua Barat sebagai beberapa isu yang dibahas. Pertemuan di Sofitel Fiji Resort & Spa di Tanpa Alas kaki- dipimpin oleh Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka dan mempertemukan para perdana menteri Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Fiji, bersama dengan perwakilan dari FLNKS pro-kemerdekaan Kaledonia Baru. Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Wale bergabung dalam pembicaraan tersebut selama kunjungannya ke Fiji untuk program Pra-COP31 Pasifik. Menurut Kantor Perdana Menteri Kepulauan Solomon, para pemimpin membahas penguatan kerja sama antar anggota MSG dan koordinasi posisi...

PAPUA MERDEKA BUTUH SATU NEGARA SPONSOR CABUT PERJANJIAN NEW YORK 1962 & PEPERA 1969

Gambar
_Oleh: Jhon Anari, Diplomat West Papua - WPLO_ Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua New York Amerika Serikat Melangkah Tanpa Alas kaki - New York  Bangsa Papua berdiri di atas fakta dan data sejarah, bukan mengarang cerita. Dan fakta itu sudah sangat jelas. Benang merah masalah Papua sudah ditemukan. Tinggal selangkah lagi rakyat dan Bangsa Papua Barat akan memiliki pemerintahan sendiri atau Rights of Self Government sesuai Piagam PBB Pasal 73e dan Resolusi 448 PBB. Selangkah lagi itu adalah satu negara sponsor yang berani membawa kasus Papua kembali ke Komisi Politik dan Dekolonisasi PBB. I. BENANG MERAH SUDAH DITEMUKAN: NEW YORK AGREEMENT 15 AGUSTUS 1962, PERJANJIAN ROMA 30 SEPTEMBER 1962 DAN PEPERA 1969 Ada tiga dokumen yang mengunci nasib bangsa Papua selama 64 tahun. Dokumen pertama adalah New York Agreement 15 Agustus 1962. Perjanjian ini ditandatangani di Markas PBB di New York oleh Belanda dan Indonesia tanpa kehadiran satu pun wakil bangsa Papua. Tanpa Nieuw Guinea...

Menteri Kepulauan Solomon Matthew Wale Sebut Tiga Bangsa Dalam satu pidato, Kanaky New Caledonia Maohi Nui French Polynesia dan West Papua

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua New York Amerika Serikat-Melangkah Tanpa Alas kaki- New York Pada sidang umum PBB ke 81 pada 24  September 2026 di New York. Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Wale sebut tiga bangsa dalam satu pidato yaitu Kanaky New Caledonia Maohi Nui French Polynesia dan West Papua tapi perlakuan hukumnya beda total Kanaky dan Maohi dibicarakan dengan jujur dalam kerangka dekolonisasi hak penentuan nasib sendiri lewat Komite Dekolonisasi PBB C dua empat yang lahir dari Resolusi lima belas empat belas tahun enam puluh sedangkan West Papua ditaruh dalam kerangka pelanggaran HAM dengan tetap hormati kedaulatan dan integritas teritorial Indonesia artinya satu panggung dua standar tiga nasib inilah jebakan dua pintu di PBB yang harus dipahami orang Papua pintu pertama adalah pintu dekolonisasi C dua empat syaratnya wilayah masuk daftar Non Self Governing Territory kalau sudah di daftar itu penjajah wajib lapor tiap tahun ke Sekjen PBB PBB boleh kir...

𝗬𝗞𝗞𝗠𝗣: 𝗣𝗘𝗥𝗦𝗢𝗔𝗟𝗔𝗡 𝗛𝗔𝗠 𝗗𝗜 𝗣𝗔𝗣𝗨𝗔 𝗛𝗔𝗥𝗨𝗦 𝗗𝗜𝗝𝗔𝗪𝗔𝗕 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗧𝗔, 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗧𝗘𝗞𝗔𝗡𝗔𝗡

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jaya Wijaya  Wamena -Melangkah Tanpa Alas kaki- Jaya Wijaya _Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memandang bahwa pernyataan Anggota Komisi I DPR RI, Abraham Sridjaja, yang mengecam pidato Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu disikapi secara bijaksana, terbuka, dan dalam kerangka negara demokrasi serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Perkataan direktur yayasan pada  28 𝗦𝗲𝗽𝘁𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿 2026. Dalam pemberitaan 26 September 2026, Abraham Sridjaja mempertanyakan sumber informasi yang digunakan PM Matthew Wale ketika menyinggung persoalan HAM di Papua dan menilai pernyataan tersebut sepihak. YKKMP menghormati hak pemerintah Indonesia untuk memberikan bantahan terhadap setiap tuduhan atau laporan mengenai dugaan pelanggaran HAM di Papua. Pemerintah Indonesia tentu memiliki hak untuk menjelaskan posisi, data, fakta, dan hasil penyelidikan y...

Kisah Romansa Cinta yang Kandas dengan Sabina Guseynova

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua JAKARTA -Melangkah Tanpa Alas kaki- JAKARTA, Dunia seni dan panggung politik Indonesia berduka mendalam.  Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, sang maestro seni, budayawan prolifik, sekaligus putra bungsu pasangan Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, tutup usia pada Sabtu, (26/9/2026), pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun. Kepergian Guruh menutup satu babak penting perjalanan keluarga besar Sang Proklamator, meninggalkan warisan ratusan karya tari dan lagu yang abadi di hati masyarakat. Di tengah suasana duka dan kenangan atas dedikasi hidupnya di dunia seni, memori publik kembali tertarik pada salah satu kisah paling romantis sekaligus misterius dalam hidup sang seniman. Kisah cintanya dengan seorang penari asal Uzbekistan, Guseynova Sabina Padmavati, atau yang lebih dikenal sebagai Sabina Guseynova. Ia anak kedua dari enam bersaudara, hobi menari dan bermain piano klasik sejak kec...

Suara Dari Maluku Untuk Papua,Buku ini Kaca Mata yang Jernih. Buku ini Membuka Mata Orang-Orang non Papua Tentang akar Konflik Papua Barat.

Gambar
Artikel: Dari Maluku  Untuk OAP dan Untuk Non OAP demi pemahaman dan penyempurnaan. Tetesan Air Mata Ibunda _Melangkat Tanpa Alas kaki _Kota Jeruk _ Nabire, Cahaya dalam buku Inilah inti dari semua testimoni yang Kaka kirim untuk kesehatan Non OAP Maupun OAP.  Budi Y menulis kita buta soal Papua tetapi buku Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua membuat kita tidak buta soal Papua buku ini adalah kaca mata yang jernih The Best. Sri Ningsih yang hidup di Papua mengatakan saya bersyukur mendapat buku ini walaupun hidup di Papua tetap tidak terlalu paham kenapa begitu dan begini kalau tanya kepada tentara atau polisi jawabannya oh orang Papua begini tetapi dengan buku ini segala pertanyaan dalam benak terjawab. YS seorang abdi negara mengatakan dari sekolah sampai sudah punya anak tidak dapat pelajaran soal Papua dengan baik dan jelas yang didapat hanya propaganda bahwa Papua memang dari sananya bagian dari NKRI dan kalau ribut itu orang yang tidak puas dengan negara ...

Ketua KNPB Pusat Tolak Pendataan Ulang Korban Konflik Papua oleh Kemenkumham

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas Kaki– Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kossay, menolak rencana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan pendataan ulang jumlah pengungsi dan korban sipil akibat konflik bersenjata di Papua.*  Agus menyampaikan penolakan tersebut melalui pernyataan resmi pada Rabu (19/8/2026). Pernyataan itu merespons sejumlah pernyataan Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai terkait rencana pembentukan tim untuk melakukan pendataan ulang kondisi kemanusiaan di Papua. Menurut Agus, pendataan ulang tidak diperlukan karena berbagai lembaga di Papua, termasuk gereja, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi kemanusiaan telah memiliki data mengenai kondisi masyarakat yang terdampak konflik. “Natalius sudah mendapat konfirmasi dari berbagai lembaga di Papua, gereja, pemerintah, LSM yang bekerja sebagai lembaga mitra kemanusiaan di Papua dan sudah mendapatkan sejum...

Pembunuhan Dokter Thomas Wanggai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih

Gambar
Artikel, Mengulang Oleh , Yegema Kematian Thomas Wanggai  Berita Majalah GATRA edisi 20 Maret 1996 menghantam ruang publik Indonesia seperti petir di siang bolong dengan sampul utama bertuliskan tebal "KEMATIAN DR. THOM WAINGGAI". Foto wajah Dr. Thomas Wainggai memenuhi separuh halaman. Matanya menatap lurus, kumis tipis, garis keriput di wajahnya seperti peta luka sejarah. Di belakangnya, langit Abepura berwarna merah menyala. Asap mengepul dari atap-atap rumah yang terbakar. Di bawahnya, lautan manusia berjalan membawa jenazah, bendera, dan kemarahan yang sudah lama dipendam. Dr. Thomas Wainggai bukan nama asing bagi orang Papua. Ia adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Ia pernah mengabdi di rumah sakit, menyentuh pasien, mengobati luka fisik. Tapi luka yang paling dalam yang ia lihat bukan di ruang UGD. Luka itu ada di kampung, di hutan, di sekolah yang tidak punya guru, di tanah adat yang digusur, di harga diri bangsa yang...