Suara Dari Maluku Untuk Papua,Buku ini Kaca Mata yang Jernih. Buku ini Membuka Mata Orang-Orang non Papua Tentang akar Konflik Papua Barat.

Artikel: Dari Maluku 
Untuk OAP dan Untuk Non OAP demi pemahaman dan penyempurnaan.
Tetesan Air Mata Ibunda _Melangkat Tanpa Alas kaki _Kota Jeruk _ Nabire, Cahaya dalam buku Inilah inti dari semua testimoni yang Kaka kirim untuk kesehatan Non OAP Maupun OAP. 

Budi Y menulis kita buta soal Papua tetapi buku Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua membuat kita tidak buta soal Papua buku ini adalah kaca mata yang jernih The Best. Sri Ningsih yang hidup di Papua mengatakan saya bersyukur mendapat buku ini walaupun hidup di Papua tetap tidak terlalu paham kenapa begitu dan begini kalau tanya kepada tentara atau polisi jawabannya oh orang Papua begini tetapi dengan buku ini segala pertanyaan dalam benak terjawab. YS seorang abdi negara mengatakan dari sekolah sampai sudah punya anak tidak dapat pelajaran soal Papua dengan baik dan jelas yang didapat hanya propaganda bahwa Papua memang dari sananya bagian dari NKRI dan kalau ribut itu orang yang tidak puas dengan negara ternyata oh ternyata dengan membaca buku ini jadi tahu dan jadi melek.

Nilai fundamental buku ini menurut Dahlan adalah menjelaskan mengungkapkan secara jujur apa yang terjadi dan dialami orang Papua di atas tanah mereka sendiri. Dharma Kusmaji mengatakan buku ini membuka borok negara sehingga sebagai warga non Papua menjadi malu. Sutani Atmaja mengatakan tindakan aparat keamanan yang sangat berlebihan lambat atau cepat Papua akan Goodbye. Ardian Lakbur mengatakan selama ini kita disodorkan informasi berita palsu sehingga paham kita salah dan membaca buku ini jadilah lurus. Syamsia mengatakan kita tidak perlu alergi membaca buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua sebaliknya kita membaca agar alergi kita soal Papua dapat teratasi. Ketsia mengatakan bila seseorang ingin tahu masalah Papua secara komprehensif maka keingintahuan itu akan terjawab saat menyelami lautan buku ini kita akan menikmatinya secara sehat.

Ebenhaser Darakay mengatakan penulis berproses seperti kerang kemasukan butiran pasir dan menghasilkan mutiara buku ini adalah Mutiara Papua yang luar biasa. Kumar mengatakan propaganda media dilawan dengan pro data buku ini seperti cahaya purnama yang bersinar menerangi sisi gelap yang selama ini disembunyikan. Yanto Purwanto mengatakan nilai buku terletak pada pembahasan yang terbuka penuh data dan ini akan susah dibantah oleh siapapun dampak bagi kita yang bukan Papua adalah mengetahui dengan pasti problem sesungguhnya bahwa bukan soal pembangunan soal jabatan soal pekerjaan ini hanya imbas saja tetapi intinya menuntut dikembalikannya hak kemerdekaan Papua. Yerikho L mengatakan ketika membaca judul tertarik ini pasti mengulas Prabowo waduh ketika baca antara mau lanjut atau stop isi buku seperti mau bilang ko baca supaya jangan ko raba raba barang dan kita yang datang hidup di atas tanah ini harus sadar.

Dian mengatakan harusnya ini buku best seller sebab mengungkapkan hal yang tidak selalu diungkapkan soal Papua ketajaman dan keakuratan data sangat dahsyat. Phil Sayangbakti mengatakan tidak salah membaca buku ini karena memberikan pencerahan holistik membuat sadar pikiran selama ini salah ditulis oleh rohaniwan Kristen tanpa ambisi politik praktis dan semakin menyelami buku ini semakin sadar bahwa saudara saudara kita punya sejarah sendiri yang berbeda. Hendrayani mengatakan gua ngira TNI pahlawan di Papua ternyata film Pesta Babi dan tulisan Pak Yoman membongkar habis habisan aib mereka. Arifin Mahendra mengatakan buku ini menampar wajah kita semua orang Indonesia. Natsir Ruslani mengatakan akal sehat mengatakan apa yang beliau tulis benar satu jalan adalah biarkan mereka lepas. Maldova Ikhsan Abdullah mengatakan buku ini kalau dibaca semua orang maka secara otomatis gugur semua apa yang kita terima sejak kecil tentang Papua.

Akbar M mengatakan saya beruntung mendapat buku ini wawasan terbuka dan seluruh kerangka pikir runtuh seketika selama ini otak menerima racun yang saya pikir madu setelah membaca buku ini saya keluarkan racun dalam otak. Nurdin Abdullah menyarankan kalau ada stok buku ini dibagi luas untuk kita orang Indonesia agar tahu Papua sebenarnya terutama kaum muda yang bebas. Cahyanti Kusumawati mengatakan kita akan berdiri dari sisi kemanusiaan untuk apa kita bersama satu bangsa tetapi mereka tidak diperhitungkan yang diperhitungkan hanya kekayaan dan SDA mereka. Dharma Kusmaji kembali mengatakan buku ini fakta kekerasan militer dan pejabat sipil terhadap rakyat asli Papua dan kerakusan terhadap sumber daya alam kalau seperti ini dan daripada mereka punah lebih baik kembalikan kemerdekaan mereka 1 Desember 1961.

Yanto Sadiq Koswara mengatakan membaca buku ini sambil meneropong tindakan kombatan Papua Merdeka adalah fakta bahwa mereka berjuang untuk bangsanya tulisan ini lembaran darah dan air mata yang mendorong kita untuk berdiri bersama orang Papua. Zadrak Matheus mengatakan sungguh mengerikan dan mencengangkan berbagai hal yang terjadi di Papua buku yang memaparkan perilaku aparat yang bertindak sewenang terhadap orang Papua siapa saja yang membaca pasti tercerahkan. Mariana Koeswardhani mengatakan ini rekam jejak yang merekam peristiwa tidak manusiawi kita meneropong kembali lorong waktu lalu dan realita masa kini ternyata perlakuan terhadap manusia Papua menyayat hati. Basri La Ode mengatakan kita mempertahankan kecintaan untuk negara tetapi di waktu yang sama kita korbankan nyawa sebagian anak bangsa di Papua apakah kita pertahankan Papua demi bangsa atau demi nafsu liar para petinggi negara dengan kaum oligarki mereka.

Mas Rudi mengatakan ini karya penting yang menjelaskan akar persoalan Papua secara jernih lugas berbasis pengalaman panjang seorang gembala yang selama puluhan tahun menyaksikan langsung luka sosial kekerasan dan dinamika politik di Tanah Papua Papua bukan sekadar wilayah tetapi rumah bagi manusia yang memiliki hak hidup hak menentukan masa depan dan hak menikmati pembangunan yang adil. Rahman Subair mengatakan kita telah banyak diracuni informasi menyesatkan soal Papua kekerasan dibalut isu kepentingan negara buku ini membuka banyak tabir. Agus Firmansyah mengatakan seperti pisau bedah di tangan dokter membedah pasien terasa sakit tetapi membawa kesembuhan demikian buku ini seluruh untaian kata dan kalimat menyakitkan sebab menyajikan berbagai peristiwa menyakitkan tetapi demi kesembuhan Papua dan Indonesia.

Nelson Sambuaga mengatakan buku ini tidak enak dinikmati rasanya seperti duri dalam tubuh duri yang negara ciptakan sendiri ibarat obat pahit membawa kesembuhan. Priskila Permatashari mengatakan buku ini semacam CCTV yang mendokumentasikan semua peristiwa masa lampau negara tidak bisa berkilah dan cuci tangan sebab ketika membaca buku ini seperti kita meminta CCTV dibuka untuk menguji kebenaran siapa pelakunya. Kostantinus Pandawa mengatakan buku yang bernilai melebihi emas dan juga jembatan emas menyelesaikan masalah Papua. Basri Luhulima mengatakan orang Papua tidak harus berjuang dengan senjata dan demonstran tulisan adalah senjata yang sangat mematikan tanpa menghilangkan nyawa buku ini adalah senjata yang melawan dengan penuh martabat dan kasih. Fathur Al Muthalib mengatakan buku yang tajam serta kritis terhadap masalah Papua akan semakin menarik kalau terus dibagi kepada semua orang.

Pniel Yaman mengatakan buku seperti ini perlu disebarluaskan di antara orang Papua terutama generasi muda biar paham sejarah Papua. Selvina Ambuni mengatakan kita orang Papua punya luka terlalu dalam dan sakit buku ini kalau bisa bagi bagi biar semua baca anak anak usia sekolah otaknya sudah lama dicuci sejarah palsu. Yahya Muslimin mengatakan buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua selesai dibaca bahkan berulang ulang isinya mempermalukan kita sebagai orang Indonesia. Sumanto al Bengawan mengatakan siapa yang ingin tahu fakta Papua silakan membaca buku ini penulis sebagai dokter yang mendiagnosa penyakit bukan hanya mengobati tetapi mencari sumber penyakitnya. Rahmat Simbolon mengatakan kandungan dalam buku ini berisi fakta dan kebenaran yang tidak dibantahkan yang bisa memutarbalikkan kebenaran adalah iblis tetapi akhirnya kebenaran itu menang.

I Made Karya mengatakan kebenaran tetap kebenaran penulis menggali dan membangkitkan kebenaran yang sengaja dikuburkan itu kebenaran ini menyakitkan bagi mereka yang terbiasa menyembunyikan fakta tetapi menimbulkan sukacita bagi mereka yang membenci ketidakbenaran. Lius Sparta mengatakan saya membaca arah tulisan ini dengan memulai bab satu dua dan tiga awal untuk Prabowo tetapi selanjutnya diperlihatkan semua kejahatan negara di Papua yang hadir lewat kaki tangannya baik pejabat sipil dan militer kekayaan alam membuat kaum oligarki tidak melihat manusianya tetapi SDAnya. Brendy Weyai mengatakan sejarah bangsa Papua terkikis habis dan diganti sejarah palsu dari Indonesia buku ini kami kasih anak anak baca karena di sekolah tidak belajar sejarah ini. Kidier Malata mengatakan tindakan barbar diperlihatkan dalam buku ini insya allah masanya akan tiba dan Papua berpisah.

Mia Insyur mengatakan guru yang merasakan sakitnya menjadi anak bangsa ini yang melahirkan dendam dan benci kepada Indonesia sekalipun Papua juga memberi makan negara ini melalui buku ini penulis mengajar kita untuk mengasihi bangsa ini dan percaya bahwa ada jalan untuk merdeka. Petrus Konjol mengatakan Bapak Gembala membuktikan bahwa omong omong Prabowo saat kampanye itu gula gula yang mengandung racun Prabowo kalau baca buku ini dia akan malu sebab Gembala begitu menghargai dia dan mencatat baik isi kampanyenya. Amelia Nur Suryani mengatakan buku yang apik dan berkarakter seperti bom atom yang hancurkan Hiroshima dan Nagasaki buku ini memiliki kekuatan data dan fakta tak terbantahkan ditulis oleh Gembala Socratez Yoman seorang rohaniawan bukan tokoh bermuka dua bukan penjilat dan juga beliau pendukung Prabowo buku berbobot dan buat kita pusing keliling putar balik sejarah palsu selama ini kita ikuti buku habis gelap terbit terang bagi orang Papua.

Abdulgani mengatakan cukup terkejut membaca buku ini terkejut bukan sama sekali tidak tahu soal Papua tetapi informasi yang didapat dan hasil bacaan buku ini beda saya mulai berpikir benar ya atas dua hal proses bergabung pasti cacat karena cacat makanya orang Papua terus bersuara dan karena pemerintah menekan sehingga perlawanan menimbulkan korban jiwa. Syahadu La Ode mengatakan menggugah hati membaharui pikiran kita bahwa masalah Papua tidak seindah dan semudah slogan pembangunan dan gaya hilir mudik presiden ke Papua buku ini adalah sedikit dari seuntai harapan kebebasan yang abadi. Adult Damanik mengatakan satu hal yang pasti penulis memaparkan situasi dan kondisi yang terjadi selama Papua bergabung Indonesia miris sekali membaca data ini manusia Papua seakan tidak bernilai yang bernilai itu SDAnya. Ruslan mengatakan Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua ini harapan yang mengandung paradoks sebab mana bisa seorang yang dulu tangannya berdarah dapat menyelesaikan masalah Papua saya salut Pak Yoman tidak melempar masalah Papua pada lingkup agama perjuangan ini adalah perjuangan semua manusia.

Sadam mengatakan buku Prabowo Dan Tantangan Penyelesaian Akar Konflik Papua menarik dan membuka pikiran mengenai kondisi riil Papua ternyata apa yang didengungkan pemerintah membangun Papua dengan hati ternyata slogan kosong di publik membangun dengan hati tapi di lapangan membantai tanpa hati. Slamet Nugroho mengatakan pada akhirnya semua akan tercerahkan dan mengerti apa yang terjadi sesungguhnya di Papua tanpa ada yang ditutupi dengan membaca buku karya Gembala Yoman. Sukri S mengatakan sejak kecil kita diajar bahwa Papua itu adalah negara boneka buatan Belanda Papua itu adalah Indonesia tetapi buku ini membuat apa yang pernah diajar itu dipertanyakan ulang saya sangat tergugah dan kembali kepada titik nol. Mukhlis Suwono mengatakan dengan membaca buku ini pemahaman mengenai Papua semakin jelas dan berimbang sehingga kita tidak mentah mentah disuapi informasi menyesatkan rupanya banyak orang Papua yang nyawa hilang karena mempertahankan milik mereka diberi label separatis sehingga atas nama separatis mereka diperlakukan dengan sadis melampaui batas kemanusiaan.

Hasan Suparno mengatakan luar biasa buku ini memperlihatkan kejahatan negara lewat kaki tangannya entah negara yang rancang atau mereka yang di lapangan yang rancang dan eksekusi tetapi yang pasti keterlibatan negara sangat nyata untuk melindungi kepentingan oligarki Jakarta kepentingan SDA dilindungi dan manusia jadi korban. Siti Jayanti mengatakan perjuangan untuk sebuah kemerdekaan bukan saja dengan cara demonstran angkat senjata tetapi perjuangan yang diam dan berdampak besar adalah menulis sebab dengan menulis orang akan paham mengapa sekelompok atau satu daerah atau satu bangsa mau merdeka senjata yang mematikan dari buku adalah dokumentasi fakta peristiwa yang dialami. Saleh Abdullah dari Makassar mengatakan ketika masalah Papua muncul publik di luar Papua selalu dicecoki informasi sepihak dari penguasa dan kaum oportunis sehingga mereka merespon aspirasi mahasiswa Papua dengan cara salah aparat menjaga diri agar tidak dituduh melanggar HAM maka mereka merekrut anak muda dan kelompok preman untuk melawan dan bertindak anarkis buku ini semakin memperjelas bahwa kekerasan itu masih ada hanya casing model baru.

Henrykus Sihaloho mengatakan buku menjadi pelita yang menyinari kegelapan yang selama ini ditutupi penguasa. Jendi Smas mengatakan buku ini saya terima dan baca isinya semua penderitaan air mata kita diramu dalamnya luar biasa salut suara emas otak cerdas yang memikirkan nasib bangsanya. Dahlan Sunaryo mengatakan buku ini membantu memahami konflik Papua yang sebenarnya selama ini kita diracuni informasi bahwa pihak asing yang bermain masyarakat tidak puas ternyata terbalik bahwa sejarah yang tidak benar dan perlakuan negara dalam hal ini aparat TNI dan Polri serta pejabat daerah yang arogan. Arifin Mahendra mengatakan buku ini menampar wajah kita semua orang Indonesia mengetuk hati apakah kita biarkan manusia Papua dibantai seakan tidak punya harga diri jangan mencoba mencari teori pembenaran yang tidak berdasar rasanya kalau lepaskan Papua itu tidak masalah sebab kita masih bertetangga dan biarlah mereka menikmati apa yang pernah orang tua mereka nikmati.

Hasyim mengatakan setelah nonton film Pesta Babi pesannya sama dengan buku Prabowo dan Penyelesaian Konflik Papua isinya sama sama menjelaskan memberitahukan masalah HAM di Papua bedanya satu dalam bentuk suara gambar dan tulisan yang didengar dan dilihat orang ini membuat semakin laris sedangkan buku ada gambar ada tulisan bagian ini membutuhkan nalar untuk membaca saran buku tetap dicetak sebab buku bergerak perlahan tapi pengaruh kuat dan lama. Makhmudi mengatakan apa yang diuraikan Pak Yoman dalam buku ini sudah sangat jelas segala hal yang diuraikan dalam film ini membuktikan bahwa data dari buku Gembala Yoman tersebut bukan kaleng kaleng. Roi mengatakan beruntung buku ini tidak ada suaranya kalau ada seperti film Pesta Babi maka goncangan pasti keras meruntuhkan segalanya buku ini kekuatan dalam diam yang tidak terbantahkan. Chandra mengatakan Prabowo Dan Penyelesaian Konflik Papua adalah buku yang mengandung harapan agar PS bisa menyelesaikan soal Papua karena lahir dari keluarga baik dan janji Prabowo semasa kampanye soal penanganan Papua penulis kemudian memetakan persoalan mendasar di Papua dengan bukti kuat dan valid sayang ternyata Prabowo memang omong omong saja sebab tidak tepati janji kampanye malah mendroping pasukan ke Papua.

Eka Putra mengatakan saya suka menonton film Pesta Babi tetapi lebih surprise membaca buku Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua satu bukunya menguraikan sepintas tapi mendalam soal Pepera 1969 dua memperlihatkan kejahatan negara atas rakyat Papua tiga ketidakadilan yang dialami orang Papua sampai sekarang jadi buku ini direkomendasikan kepada siapa saja ingin tahu masalah Papua. Didik Kurnia mengatakan sebuah buku yang lahir dari hati dan pikiran seseorang yang mencintai tanah dan bangsanya sehingga penyajiannya sistematis faktual dan tajam hakulyakin bahwa tidak ada yang bisa bantah isinya. Yoga Persada mengatakan kalau buku ini dibaca oleh petinggi negara TNI Polri dan politisi maka harus menjadi rujukan untuk diagnosa masalah Papua pasti isinya ditolak bukan karena hoaks tapi karena isinya mengandung kebenaran dan menelanjangi hal yang disembunyikan untuk publik. Cipta Wijaya mengatakan sebuah buku yang disusun dengan data pemaparannya lugas mudah dicerna semua kalangan bahasa sederhana tetapi tajam dan menampar dengan keras membuka keborokan dan kebusukan serta perilaku bejat.

Yanto Yogi mengatakan saya mengamati film Pesta Babi yang viral dan membuat perbandingan dengan buku yang ditulis Bapak Socrates dua duanya mengangkat realita Papua tapi kalau film titik berangkat membidik PSN di Merauke sedangkan buku ini mengangkat berbagai pelanggaran HAM di Papua kalau film untuk TNI agak sedikit halus tapi buku jelas mengajar secara terbuka film dalam sekejap orang membuat film bantahan tapi buku ini tidak ada celah untuk masuk membantah tidak semua cakap dalam menulis dan inilah kepiawaian Bapak Yoman saya saran buku terus dicetak dan dibagi. Sandi C mengatakan menikmati buku ini seperti menelan tetesan madu yang kemudian membuat puyeng artinya buku ini bukan sekedar dibaca tapi menuntut berpikir dan berefleksi sejenak ternyata kita disuguhi realita palsu atas tanah Papua dan jelas dibongkar pada tulisan ini. Cindi Soraya mengatakan setiap huruf kata kalimat dan paragraf dalam buku ini serasa bernyawa dan ada kekuatan besar yang membuat kita mempercayainya. Kasim P mengatakan sebuah buku yang mengubah cakrawala saya mengenai Papua hal mendasar selama ini saya pahami adalah TNI hadir untuk menjaga Papua rupanya terbalik dan buku ini benar benar membalik pikiran dan pandangan saya. Yugo P mengatakan sebelum membaca buku ini saya berpikir kenapa orang Papua demo bahkan kenapa satu satunya tanah yang ada GPK nya adalah Papua apakah mereka tidak puas dengan pembangunan ternyata jawaban ditemukan dalam buku ini rekomendasi buku terbaik.

Pos. Admin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK Anda, KATA-KATA Anda, KISAH Anda, PUISI Anda, CINTA-NYA Anda Atau Pun SANJAK Anda TERUNGKAP DISINI

Jadwal Siaran Langsung Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Laga Pembuka Grup I.

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi