Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Gizi adalah Jebakan dari Tambang Emas Mimika, Tambang-tambang Ilegal dan lumbung pangan di Merauke

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Kota  J eruk 🍊 Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire _ Lubang Pangan Merauke adalah Pangan Nasional yang dikelola oleh Militer Indonesia untuk Indonesia . Rp 36 miliar mengalir tiap hari ke 179 titik yang dikelola partai penguasa, militer, dan oligarki pangan asal Thailand. Sementara dana Otsus untuk Orang Asli Papua dipangkas. Anak-anak terlantar di lingkungan tambang emas Mimika dan lumbung pangan di Merauke tak mendapat gizi. Ini bukan program kemanusiaan — ini kolonialisme baru. Papua adalah tanah yang aneh. Tanahnya subur, hutannya lebat, lautnya kaya ikan. Tapi masyarakatnya kelaparan. Dan Jakarta menjawab kelaparan itu bukan dengan memberikan kail, bukan dengan memulihkan kebun yang dirampas, bukan dengan menghentikan konflik yang mengusir petani dari ladang mereka. Jakarta menjawab dengan mengirim nasi bungkus. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di gagas Presiden Prabowo Subianto dan di kelola Badan Gizi Nasional (BGN) kini had...

NKRI GUNAKAN PRINSIP UTI POSSIDETIS JURIS UNTUK PERTAHANKAN WILAYAH PAPUA ADALAH KLAIM SEPIHAK

Gambar
Oleh: Selpius Bobi Dalam hukum internasional, masyarakat pribumi memiliki hak mutlak untuk menentukan nasib sendiri (right to self-determination), yang diakui secara luas sejak tahun 1960-an sebagai hak wilayah kolonial atau jajahan untuk menjadi merdeka.  1. Hak Wilayah Kolonial. Semua wilayah yang dikategorikan sebagai koloni/jajahan di bawah hukum internasional berhak menentukan nasib sendiri, termasuk menjadi negara merdeka.  2. Proses Dekolonisasi. Kemerdekaan sering kali dicapai melalui proses dekolonisasi, di mana wilayah koloni dipisahkan dari negara induk (penjajah).  3. Pengakuan PBB. PBB memainkan peran penting dalam memfasilitasi kemerdekaan wilayah kolonial, sering kali melalui mekanisme seperti plebisit atau referendum (contoh: Samoa Barat). Dan juga Penentuan Nasib Sendiri melalui pemberian langsung (pembentukan negara bangsa baru) oleh Negara Induk (Penjajah).  4. Tidak semua wilayah yang menginginkan kemerdekaan otomatis dianggap sebagai ...

Pengambilalihan Papua Barat oleh Indonesia pada tahun 1969 Bukan Atas "Pilihan Bebas"

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Port Mumbay -Melangkah Tanpa Alas-Kaki_ Rilis Dokumen Ini Menandai Peringatan 35 Tahun Pemungutan Suara dan Aneksasi yang Kontroversial. File Rahasia Menunjukkan Dukungan AS untuk Indonesia, Pelanggaran Hak Asasi Manusia oleh Militer Indonesia   ________ Washington, DC - 8 Juli 2004 - "Anda harus memberi tahu [Suharto] bahwa kami memahami masalah yang mereka hadapi di Irian Barat," tulis penasihat keamanan nasional Henry Kissinger kepada Presiden Nixon menjelang kunjungan Nixon ke Indonesia pada Juli 1969. Pada peringatan ke-35 apa yang disebut "Akta Pilihan Bebas" Papua Barat dan pemilihan presiden langsung pertama Indonesia, Arsip Keamanan Nasional baru-baru ini mempublikasikan dokumen yang telah dideklasifikasi tentang pertimbangan kebijakan AS yang mengarah pada aneksasi kontroversial Indonesia atas wilayah tersebut pada tahun 1969. Dokumen-dokumen tersebut merinci dukungan Amerika Serikat terhadap pengambilalihan Pap...

Pernyataan Kongres Pra-Nasional Otoritas Nasional Papua Barat (WPNA).

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Port Mumbay -Melangkah Tanpa Alas Kaki-Jayapura , Kami, perwakilan terpilih dari Otoritas Nasional Papua Barat, bersidang untuk Kongres Pra-Nasional di Port Numbay dari 16 hingga 19 April 2026, menegaskan kembali komitmen kami yang tak tergoyahkan terhadap hak universal, martabat, dan aspirasi politik yang sah dari orang-orang Papua Barat dan komunitas Melanesia Barat yang lebih luas. Kongres ini berdiri sebagai platform pemersatu dan inklusif, menyatukan suara-suara dari seluruh nusantara dan dari Diaspora di pengasingan. Kami bersatu dalam visi bersama kami tentang masa depan yang berakar pada perdamaian, keadilan, dan penentuan nasib sendiri yang tulus, dan kami mengakui penderitaan abadi yang dihadapi oleh komunitas kami. Sebagai tanggapan, kami dengan tegas menganjurkan pendekatan yang damai, demokratis, dan sejalan dengan norma dan mekanisme yang diakui secara internasional. Oleh karena itu kami mengeluarkan daya tarik yang diperbarui ...

Penentuan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua Barat sebagai Solusi

Gambar
Artikel, Eko Vinsen  Penentuan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua Barat sebagai Solusi “Tutup Freeport, Kembalikan Otsus, Bubarkan MRP, dan Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa Papua Barat” Momentum 59 tahun kontrak karya tambang di Papua menjadi titik refleksi penting bagi rakyat Papua. Aksi Nasional 7 April 2026 bukan hanya sekedar peringatan sejarah, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap sistem yang dianggap tidak adil. Dalam perspektif ini, kehadiran perusahaan tambang seperti Freeport-McMoRan dipandang sebagai akar dari berbagai persoalan struktural di atas tanah Papua. Awal Penemuan dan Kepentingan Global Sejarah eksploitasi sumber daya Papua bermula dari penemuan bijih mineral oleh Jean Jacques Dozy pada tahun 1936 di wilayah pegunungan Jayawijaya. Temuan ini kemudian menarik perhatian dunia internasional, terutama ketika ekspedisi ke kawasan Cartenz dilakukan untuk membuktikan keberadaan salju di daerah tropis sebuah fenomena yang sebelumnya diragukan o...

Karoline Leavitt mempertanyakan kepada Paus Leo XIV “DIA HANYA TOKOH AGAMA.”?

Gambar
Karoline Leavitt mempertanyakan kepada Paus Leo XIV “DIA HANYA TOKOH AGAMA.”? Itulah yang dikatakan Karoline Leavitt — beberapa detik sebelum suasana di studio tampak mengeras di siaran langsung televisi, dan Paus Leo XIV menanggapi dengan pernyataan yang membuat ruangan hening total. Leavitt menepis pernyataan Paus tentang belas kasih, tanggung jawab sosial, dan kesenjangan yang semakin lebar antara retorika politik dan perjuangan sehari-hari yang dihadapi banyak keluarga. Dengan mengangkat bahu dengan santai, dia berkata, “Dia hanya tokoh agama. Itu tidak membuatnya berhak untuk ikut campur dalam kebijakan publik. Dia seharusnya fokus memimpin Gereja. Masalah-masalah serius harus diserahkan kepada para profesional.” Para hadirin menarik napas tajam. Beberapa panelis tampaknya mengantisipasi reaksi emosional — mungkin kemarahan, mungkin bantahan tajam. Mereka salah. Paus Leo XIV tidak kehilangan ketenangannya. Dia tidak meninggikan suaranya.  Ia duduk dengan tenang, be...

Kalau Aku Boleh Memilih untuk Berjuang, Mungkin Saat ini Aku Ingin Tinggal Bersama Kalian

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota Tua Kota jeruk 🍊 melangkah Tanpa Alas Kaki - Kalau Aku Boleh Memilih untuk Berjuang, Mungkin Saat ini Aku Ingin Tinggal Bersama Kalian. Kami percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang sangat panjang, sangat sulit. sulit, tetapi jelas tidak berarti mustahil, bahwa suatu kemenangan revolusi di suatu negara hanya akan terjadi di negara itu saja, (Che Guevara). kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa. kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal. buang segala teori sosial yang ternyata tak bisa membaca kenyataan. keluar kalian dari training-training yang pada akhirnya tidak membuat kita paham dan mau membela orang miski...

Kabar Baik dari Bumi Papua: Sumur Baru Salawati Mengalirkan Harapan Lifting Nasional

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota jeruk 🍊 _Melangkah Tanpa Alas Kaki - Papua Barat, Papua, ruangenergi.com— Kabar menggembirakan datang dari timur Indonesia. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan langsung kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa pengeboran sumur pengembangan baru di Lapangan Salawati berhasil menemukan minyak dengan hasil awal yang menjanjikan. “Alhamdulilah PT. Pertamina EP Asset 4; Region 4 Zona 14 Papua Barat telah melakukan tajak/ mulai pengeboran sumur Pengembangan pada Cluster E Field Salawati yaitu sumur pengembangan SLW-E006 pada tanggal 31 Desember 2025.Pengeboran sumur dilakukan hingga kedalaman 2,165 mMD (meter Measure Dept) untuk mencapai lapisan Kais Carbonate dan kemudian dilakukan pekerjaan komplesi dengan hasil uji produksi sementara mencapai 350 BOPD,” kata Djoko Siswanto dalam laporannya, dan diceritakan kepada ruangenergi.com, Minggu (22/02/2026), di Jakarta. Sumur bernama SLW-E006 yang dikerjakan oleh Pertamina EP Asset 4 Region 4 Z...

KONTRAK PT FREEPORT 2041 BELUM HABIS, DIPERPANJANG LAGI SAMPAI 2061: DAMPAK BURUK BAGI ORANG PAPUA.!

Gambar
Oleh: Anigou07     Tetesan Air Mata Ibunda- Kota Tua Timika -Melangka Tanpa Alas Kaki Rencana perluasan kontrak kerja sama PT Freeport Indonesia hingga tahun 2061—padahal kontrak yang ada untuk tahun 2041 belum selesai berjalan—menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan sebagian masyarakat Papua terkait dampak buruk yang mungkin ditimbulkan bagi kehidupan mereka dan wilayahnya.   Latar Belakang Perpanjangan Kontrak   PT Freeport telah beroperasi di Papua sejak tahun 1967, dengan kontrak kerja sama yang telah beberapa kali diperpanjang. Rencana perpanjangan hingga 2061 menjadi sorotan karena dilakukan sebelum kontrak saat ini yang berakhir pada 2041 selesai dilaksanakan. Menurut pihak perusahaan dan sebagian elemen pemerintah, perpanjangan ini bertujuan untuk memberikan kepastian investasi, meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan negara, dan terus mengembangkan infrastruktur di wilayah sekitar operasional tambang. Namun, bagi banyak orang Papua, ...

LAGI, PENANGKAPAN LIAR TERHADAP 12 ASN DAN WARGA SIPIL DI INTAN JAYA, PAPUA

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Melangkah Tanpa Alas Kaki - Intan jaya , Penangkapan 12 orang, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan warga sipil, oleh aparat keamanan Indonesia di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada 18 Februari 2026, telah menimbulkan kekhawatiran akan hak asasi manusia (HAM) di wilayah tersebut.   KOMNAS TPNPB telah meminta pantauan dan advokasi untuk kasus ini, serta menyerukan untuk menghentikan penangkapan liar dan darurat militer di Intan Jaya, Papua. Penangkapan ini dilakukan tanpa adanya prosedur yang jelas dan transparan, sehingga menimbulkan dugaan bahwa penangkapan tersebut bersifat sewenang-wenang. Dua dari 12 orang yang ditangkap disebut dituduh sebagai anggota TPNPB tanpa bukti dan dipaksa mengucapkan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. KOMNAS TPNPB juga mengklaim bahwa Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Intan Jaya telah dijadikan markas militer sejak konflik bersenjata terjadi di wilayah tersebut pada 2019. Merek...

Mengapa TPNPB Masih Bergerilya? Dan Proklamasi 1 Juli 1971 dan gerakan militer Papua Barat

Gambar
Disusun oleh: Biro Agitasi dan Propaganda Komite Pusat-Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Pendahuluan Sejarah perjuangan rakyat Papua Barat tidak terlepas dari pergerakan militer Papua Barat, yang telah menjadi fondasi mempertahankan kemerdekaan bangsa Papua Barat, yang telah direbut atau dianeksasi oleh bangsa kolonial Indonesia. Sejak kemerdekaan direbut secara paksa perjuangan oleh rakyat Papua Barat pada 1 Desember 1961 merupakan revolusi demokratik bagi rakyat Papua Barat. Namun, tahapan itu merujuk pada dekolonisasi sepihak antara Indonesia, Belanda, Amerika Serikat dan PBB tanpa melibatkan satu pun rakyat Papua Barat atau pun tidak pernah dipertanyakan tentang penentuan nasib sendiri–apakah ingin merdeka atau bergabung sama Indonesia. Seketika, terjadinya dekolonisasi West Papua atau aneksasi bangsa Papua Barat secara sepihak itu, menghadirkan banyak gejolak dan konfrontasi yang mengancam rakyat asli Papua Barat melalui militer kolonial Indonesia dari invasi militer kolo...

TPNPB Rampas Dua Senjata Laras Panjang Dan Tembak Tiga Aparat Militer Indonesia Di Tembagapura Dan Mendesak Tutup PT. Freeport Indonesia

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Melangkah Tanpa Alas Kaki _Siaran Pers Ke V Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 11 Februari 2026 Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.! Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB dari Tembagapura bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan tiga orang aparat militer Indonesia serta perampasan 2 unit Senjata SS2, 2 unit magazin dan 50 butir amunisi, kini menjadi aset TPNPB. Ia juga melaporkan bahwa penyerangan yang terjadi di Tembagapura yang mengakibatkan Sertu Arifin tewas, Sertu Hendrikus dan Pratu Hardiansyah luka-luka dilakukan oleh pasukan TPNPB dari Timika dan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya sehingga kami bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Kami juga mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto dan Amerika Serikat untuk segera menutup PT. Freeport Indonesia diatas tanah leluhur kami, Tanah Papua. Jika tidak maka TPNPB akan tetap melakukan penyerangan dan penembakan diareal PT. Freeport Ind...