Pernyataan Kongres Pra-Nasional Otoritas Nasional Papua Barat (WPNA).
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Port Mumbay -Melangkah Tanpa Alas Kaki-Jayapura, Kami, perwakilan terpilih dari Otoritas Nasional Papua Barat, bersidang untuk Kongres Pra-Nasional di Port Numbay dari 16 hingga 19 April 2026, menegaskan kembali komitmen kami yang tak tergoyahkan terhadap hak universal, martabat, dan aspirasi politik yang sah dari orang-orang Papua Barat dan komunitas Melanesia Barat yang lebih luas.
Kongres ini berdiri sebagai platform pemersatu dan inklusif, menyatukan suara-suara dari seluruh nusantara dan dari Diaspora di pengasingan. Kami bersatu dalam visi bersama kami tentang masa depan yang berakar pada perdamaian, keadilan, dan penentuan nasib sendiri yang tulus, dan kami mengakui penderitaan abadi yang dihadapi oleh komunitas kami. Sebagai tanggapan, kami dengan tegas menganjurkan pendekatan yang damai, demokratis, dan sejalan dengan norma dan mekanisme yang diakui secara internasional.
Oleh karena itu kami mengeluarkan daya tarik yang diperbarui dan mendesak kepada komunitas internasional terutama para aktor yang menunjukkan minat pada hak asasi manusia, perlindungan kemanusiaan, dan penyelesaian perselisihan damai untuk menggerakkan langkah-langkah nyata yang dapat mendorong dialog yang tidak memihak dan negosiasi yang tahan lama. Secara khusus, kami mendesak keterlibatan oleh PBB dan pemerintah yang berpikiran sama, dengan tujuan memungkinkan proses netral, diawasi secara internasional yang dapat mengarah pada resolusi yang adil dan abadi, konsisten dengan supremasi hukum dan hak-hak masyarakat untuk menentukan nasib sendiri.
Proposal solusi Washington
Sebagai bagian dari inisiatif diplomatis kami dan dalam mengejar jalan ke depan yang prinsip dan transparan, kami mempersembahkan Proposal Solusi Washington, sebuah kerangka kerja yang diarahkan kepada Pemerintah Amerika Serikat dan kepada PBB, yang dirancang untuk memajukan dialog inklusif, pengawasan internasional, dan proses menghormati hak. Proposal ini membayangkan komponen-komponen berikut:
1. Pengangkatan seorang Mediator internasional
Kami menyerukan penunjukan seorang perantara internasional tingkat tinggi yang diakui untuk imparsialitas dan komitmen yang terbukti terhadap hak asasi manusia. Mediator ini, didukung oleh PBB, akan berfungsi untuk menginisiasi, memfasilitasi, dan mengawasi dialog antara perwakilan Melanesia Barat (West Papua) dan Pemerintah Indonesia, dengan mandat untuk menegakkan keadilan, memberikan tonggak yang jelas, dan memastikan keamanan dan martabat semua peserta.
2. Pertemuan Pembicaraan Perdamaian di Washington, D.C.
Mengingat peran sejarah Amerika Serikat dan kemampuannya untuk mengadakan diskusi multi-pentang, kami meminta agar negosiasi perdamaian inklusif diadakan di Washington, D.C., di bawah persyaratan yang transparan dan dengan pengawasan dan partisipasi internasional yang kuat. Proses ini harus terbuka bagi pemerhati regional dan internasional yang relevan dan didasarkan pada prosedur yang dapat diverifikasi dan bertanggung jawab yang menumbuhkan kepercayaan di antara semua pihak.
3. Mekanisme Pemantauan Hak Manusia
Kami mendesak segera pembentukan mekanisme pemantauan hak asasi manusia internasional yang independen untuk menilai dan melaporkan secara terbuka tentang kondisi di Papua Barat. Mekanisme ini harus beroperasi dengan kemandirian, memberikan temuan publik tepat waktu, dan menawarkan rekomendasi nyata yang dirancang untuk mengurangi pelanggaran dan melindungi warga sipil, sambil memastikan perlindungan bagi para saksi dan aktor masyarakat sipil.
4. Jalan menuju penentuan nasib sendiri
Kami menganjurkan untuk pengembangan proses yang jelas dan diawasi secara internasional di mana orang-orang Papua Barat dapat menentukan masa depan politik mereka dengan cara yang konsisten dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip yang diabadikan dalam Charter PBB dan kerangka kerja penentuan nasib sendiri yang relevan. Proses ini harus transparan, melindungi hak, dan kondusif untuk perdamaian dan stabilitas yang tahan lama di kawasan.
Deklarasi Akhir
Perjuangan kami tetap berakar pada dukungan damai, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan ketaatan yang teguh terhadap hukum internasional. Kami meminta semua bangsa, organisasi masyarakat sipil, badan-badan regional, dan para pemimpin global untuk berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Papua Barat karena mereka mengejar resolusi yang terhormat dan sah untuk aspirasi mereka.
Kongres ini merupakan langkah yang signifikan menuju persatuan yang lebih besar di antara kepemimpinan Papua Barat dan menuju strategi yang koheren dan terlibat secara internasional. Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk keterlibatan konstruktif, untuk dialog yang berkelanjutan, dan untuk mengejar masa depan di mana keadilan, perdamaian, dan martabat manusia berlaku untuk semua orang Papua Barat.
Herman Wainggai, Juru bicara Otoritas Nasional Papua Barat, diasingkan di Washington, D.C., Amerika Serikat
Dikeluarkan oleh:
Marthen Manggaprouw
Sekretaris Jenderal
Otoritas Nasional Papua Barat
Otoritas Nasional Papua Barat - WPNA
Pos. Admin
Komentar
Posting Komentar