Postingan

Menampilkan postingan dengan label Inspirasi Masadepan

Korban Miras Bukan Karena Kesadaran Tetapi Realita Sosial Yang Dikendalikan Kolonialisme Indonesia di Papua

Gambar
Artikel.Victor Yeimo  Orang Papua Mereka, dibesarkan dalam keluarga dengan nasihat gereja dan sekolah tetapi dikendalikan oleh Koloniasme Indonesia. Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Holandia Jayapura -Melangka Tanpa Alas Kaki- Orang Papua yang menjadi korban miras bukan berarti tidak memiliki kesadaran. Mereka dibesarkan dalam keluarga dengan nasihat gereja dan sekolah, tetapi realitas sosial yang dikendalikan kolonialisme jauh lebih kuat daripada nilai pengetahuan.  Dalam Teori social learning Albert Bandura menegaskan bahwa perilaku manusia lebih banyak ditentukan oleh model dalam lingkungan, bukan sekadar informasi dalam otak. Di Papua, miras bukan sekadar pilihan individu, melainkan hasil rekayasa sosial yang memerangkap. Struktur kolonial memegang kendali atas realitas sosial-ekonomi. Johan Galtung menyebutnya structural violence atau kekerasan yang tak selalu terlihat, tetapi bekerja lewat sistem yang memproduksi penderitaan. Di Papua, miras dileg...

BTM SALAH PILIH WAKIL Mengapa Costan Karma Bukan Pilihan Tepat

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Abepura Jayapura -Melangka Tanpa Alas Kaki- Keputusan Benhur Tomi Mano (BTM) untuk memilih Costan Karma sebagai calon wakil gubernur dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua 2025 pada 6 Agustus nanti patut dipertanyakan .  Dalam kancah politik yang semakin kompetitif dan berlapis, langkah BTM ini tampak sebagai kesalahan strategis yang bisa menggerus elektabilitasnya secara signifikan. Mengapa demikian? Karena BTM telah mengabaikan salah satu kunci kemenangan dalam politik Papua hari ini: representasi Muslim Papua. Pilihan ini menjadi lebih kontroversial mengingat lawan politiknya, Mathius Fakhiri, adalah seorang Muslim Papua yang berpasangan dengan Aryoko Rumaropen. Pasangan ini dengan cerdas membaca peta sosial-politik Papua, khususnya demografi pemilih yang semakin inklusif dan plural. Fakhiri tidak hanya merepresentasikan ketegasan aparat keamanan, tapi juga mampu menyentuh hati pemilih Muslim, baik dari kalangan pendat...