Postingan

Menampilkan postingan dengan label semesta

DPR Papua Tengah Paulus Mote, Mengatakan Atas Nama Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Provinsi Jangan Merusak Hutan yang Ada

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Jeruk 🍊 -Melangka Tanpa Alas Kaki - DPR Papua Tengah Paulus Mote: Mengatakan bahwa, Jangan Rusak Hutan Atas Nama Pembangunan Jalan! Nabire Papua Tengah ||Suara keras mengguncang ruang publik Papua Tengah. Ketua Komisi II DPR Papua Tengah, Paulus Mote, meledak menyoroti maraknya pembongkaran dan pembukaan jalan baru di delapan kabupaten yang dinilai membabi buta dan tanpa kajian lingkungan yang jelas. Menurutnya, aktivitas tersebut bukan sekadar proyek pembangunan, tapi sudah masuk kategori penghancuran ekosistem yang mengancam masa depan Papua Tengah. “Jangan lagi ada jalan yang dibuka sepihak, seolah tanah dan hutan ini milik pribadi! Semua pembangunan yang berpotensi merusak lingkungan wajib memiliki AMDAL dan disosialisasikan secara terbuka!” tegasnya Ia menilai, pembongkaran jalan yang dilakukan secara sporadis telah merusak hutan lindung, menggusur habitat satwa endemik, serta menimbulkan ketidakseimbangan alam yang akan berdampa...

Seni Dari Estetika ke Perlawanan

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Jeruk 🍊 -Melangka Tanpa Alas Kaki - Seni sering dipahami sebatas estetika keindahan rupa, harmoni bunyi, atau bentuk yang memikat mata. Namun, pandangan semacam itu hanya menjadikan seni sebagai dekorasi, hiasan belaka yang tak menyentuh realitas sosial. Seni yang demikian berhenti pada permukaan, kehilangan daya kritisnya. Padahal, seni bukanlah ruang netral. Ia lahir dari rahim sejarah, dari pergulatan manusia dengan kekuasaan, penindasan, dan kebebasan. Di sinilah seni menemukan makna terdalamnya: sebagai wacana kritis dan alat perjuangan. Sejarah membuktikan, seni selalu hadir sebagai perlawanan. Puisi, teater, musik, lukisan, hingga film semuanya pernah menjadi medium untuk menantang kekuasaan yang menindas. Seni mampu membuka kesadaran, menggugat ketidakadilan, dan memberi bahasa pada mereka yang dibungkam. Seni yang tidak melawan hanyalah dekorasi. Ia indah, tetapi kosong. Ia menenangkan, tetapi mematikan daya kritis. Sebalikny...

Benua Australia Bergeser 7 cm Menuju Indonesia Mengakibatkan Gempa Bumi

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Holandia Jayapura-Melangkah Tanpa Alas Kaki- Sebuah video di Instagram mengungkapkan bahwa Benua Australia bergeser menuju Indonesia 7 cm setiap tahunnya. Dilansir dari akun @u******d, video tersebut menampakkan ilustrasi pergerakan benua tersebut secara perlahan atau yang disebut sepanjang "ibu jari" tiap tahunnya. "Jika terus bergerak, dalam 50 juta tahun Australia akan menabrak Papua Nugini dan Indonesia Timur, menciptakan pegunungan raksasa baru yang lebih besar dari apa pun saat ini," tulis keterangan video yang diunggah pada Rabu (3/9/2025). Ahli Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Heri Andreas, membenarkan unggahan tersebut. "Ya lempeng Australia memang bergerak 7 cm per tahun," ujar Heri saat dihubungi Kompascom, Jumat (5/9/2025). Dia pun menjelaskan dampak dari pergeseran Benua Australia menuju Indonesia Heri mengatakan, pergeseran Benua Australia ke utara memakan waktu yang cukup panjang, yaitu...