Postingan

Menampilkan postingan dengan label AGAMA

Karoline Leavitt mempertanyakan kepada Paus Leo XIV “DIA HANYA TOKOH AGAMA.”?

Gambar
Karoline Leavitt mempertanyakan kepada Paus Leo XIV “DIA HANYA TOKOH AGAMA.”? Itulah yang dikatakan Karoline Leavitt — beberapa detik sebelum suasana di studio tampak mengeras di siaran langsung televisi, dan Paus Leo XIV menanggapi dengan pernyataan yang membuat ruangan hening total. Leavitt menepis pernyataan Paus tentang belas kasih, tanggung jawab sosial, dan kesenjangan yang semakin lebar antara retorika politik dan perjuangan sehari-hari yang dihadapi banyak keluarga. Dengan mengangkat bahu dengan santai, dia berkata, “Dia hanya tokoh agama. Itu tidak membuatnya berhak untuk ikut campur dalam kebijakan publik. Dia seharusnya fokus memimpin Gereja. Masalah-masalah serius harus diserahkan kepada para profesional.” Para hadirin menarik napas tajam. Beberapa panelis tampaknya mengantisipasi reaksi emosional — mungkin kemarahan, mungkin bantahan tajam. Mereka salah. Paus Leo XIV tidak kehilangan ketenangannya. Dia tidak meninggikan suaranya.  Ia duduk dengan tenang, be...

Kalau Aku Boleh Memilih untuk Berjuang, Mungkin Saat ini Aku Ingin Tinggal Bersama Kalian

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota Tua Kota jeruk 🍊 melangkah Tanpa Alas Kaki - Kalau Aku Boleh Memilih untuk Berjuang, Mungkin Saat ini Aku Ingin Tinggal Bersama Kalian. Kami percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang sangat panjang, sangat sulit. sulit, tetapi jelas tidak berarti mustahil, bahwa suatu kemenangan revolusi di suatu negara hanya akan terjadi di negara itu saja, (Che Guevara). kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa. kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal. buang segala teori sosial yang ternyata tak bisa membaca kenyataan. keluar kalian dari training-training yang pada akhirnya tidak membuat kita paham dan mau membela orang miski...

Kabar Baik dari Bumi Papua: Sumur Baru Salawati Mengalirkan Harapan Lifting Nasional

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota jeruk 🍊 _Melangkah Tanpa Alas Kaki - Papua Barat, Papua, ruangenergi.com— Kabar menggembirakan datang dari timur Indonesia. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan langsung kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa pengeboran sumur pengembangan baru di Lapangan Salawati berhasil menemukan minyak dengan hasil awal yang menjanjikan. “Alhamdulilah PT. Pertamina EP Asset 4; Region 4 Zona 14 Papua Barat telah melakukan tajak/ mulai pengeboran sumur Pengembangan pada Cluster E Field Salawati yaitu sumur pengembangan SLW-E006 pada tanggal 31 Desember 2025.Pengeboran sumur dilakukan hingga kedalaman 2,165 mMD (meter Measure Dept) untuk mencapai lapisan Kais Carbonate dan kemudian dilakukan pekerjaan komplesi dengan hasil uji produksi sementara mencapai 350 BOPD,” kata Djoko Siswanto dalam laporannya, dan diceritakan kepada ruangenergi.com, Minggu (22/02/2026), di Jakarta. Sumur bernama SLW-E006 yang dikerjakan oleh Pertamina EP Asset 4 Region 4 Z...

KONTRAK PT FREEPORT 2041 BELUM HABIS, DIPERPANJANG LAGI SAMPAI 2061: DAMPAK BURUK BAGI ORANG PAPUA.!

Gambar
Oleh: Anigou07     Tetesan Air Mata Ibunda- Kota Tua Timika -Melangka Tanpa Alas Kaki Rencana perluasan kontrak kerja sama PT Freeport Indonesia hingga tahun 2061—padahal kontrak yang ada untuk tahun 2041 belum selesai berjalan—menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan sebagian masyarakat Papua terkait dampak buruk yang mungkin ditimbulkan bagi kehidupan mereka dan wilayahnya.   Latar Belakang Perpanjangan Kontrak   PT Freeport telah beroperasi di Papua sejak tahun 1967, dengan kontrak kerja sama yang telah beberapa kali diperpanjang. Rencana perpanjangan hingga 2061 menjadi sorotan karena dilakukan sebelum kontrak saat ini yang berakhir pada 2041 selesai dilaksanakan. Menurut pihak perusahaan dan sebagian elemen pemerintah, perpanjangan ini bertujuan untuk memberikan kepastian investasi, meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan negara, dan terus mengembangkan infrastruktur di wilayah sekitar operasional tambang. Namun, bagi banyak orang Papua, ...

LAGI, PENANGKAPAN LIAR TERHADAP 12 ASN DAN WARGA SIPIL DI INTAN JAYA, PAPUA

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Melangkah Tanpa Alas Kaki - Intan jaya , Penangkapan 12 orang, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan warga sipil, oleh aparat keamanan Indonesia di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada 18 Februari 2026, telah menimbulkan kekhawatiran akan hak asasi manusia (HAM) di wilayah tersebut.   KOMNAS TPNPB telah meminta pantauan dan advokasi untuk kasus ini, serta menyerukan untuk menghentikan penangkapan liar dan darurat militer di Intan Jaya, Papua. Penangkapan ini dilakukan tanpa adanya prosedur yang jelas dan transparan, sehingga menimbulkan dugaan bahwa penangkapan tersebut bersifat sewenang-wenang. Dua dari 12 orang yang ditangkap disebut dituduh sebagai anggota TPNPB tanpa bukti dan dipaksa mengucapkan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. KOMNAS TPNPB juga mengklaim bahwa Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Intan Jaya telah dijadikan markas militer sejak konflik bersenjata terjadi di wilayah tersebut pada 2019. Merek...

Mengapa TPNPB Masih Bergerilya? Dan Proklamasi 1 Juli 1971 dan gerakan militer Papua Barat

Gambar
Disusun oleh: Biro Agitasi dan Propaganda Komite Pusat-Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Pendahuluan Sejarah perjuangan rakyat Papua Barat tidak terlepas dari pergerakan militer Papua Barat, yang telah menjadi fondasi mempertahankan kemerdekaan bangsa Papua Barat, yang telah direbut atau dianeksasi oleh bangsa kolonial Indonesia. Sejak kemerdekaan direbut secara paksa perjuangan oleh rakyat Papua Barat pada 1 Desember 1961 merupakan revolusi demokratik bagi rakyat Papua Barat. Namun, tahapan itu merujuk pada dekolonisasi sepihak antara Indonesia, Belanda, Amerika Serikat dan PBB tanpa melibatkan satu pun rakyat Papua Barat atau pun tidak pernah dipertanyakan tentang penentuan nasib sendiri–apakah ingin merdeka atau bergabung sama Indonesia. Seketika, terjadinya dekolonisasi West Papua atau aneksasi bangsa Papua Barat secara sepihak itu, menghadirkan banyak gejolak dan konfrontasi yang mengancam rakyat asli Papua Barat melalui militer kolonial Indonesia dari invasi militer kolo...