Postingan

Menampilkan postingan dengan label Masyarakat

Ketika VOC Mulai Memetakan Teluk Geelvink dan Kepulauan New Guinea/Papua Tahun 1705.

Gambar
Dikutip kembali oleh. Yerino Madai  Menjelang akhir abad ke-17, beredar kabar bahwa kapal-kapal Inggris mulai memasuki perairan Pasifik dan Papua. Bahkan terdengar berita bahwa rempah-rempah telah sampai ke Inggris melalui jalur yang tidak diketahui. Para pemimpin VOC di Belanda menjadi cemas. Mereka khawatir ada pohon pala atau cengkih yang tumbuh di pulau-pulau Papua dan rempah-rempah tersebut diselundupkan ke Eropa melalui Samudra Pasifik. Kecurigaan itu semakin besar ketika pelaut Inggris terkenal, William Dampier, kembali berlayar ke Laut Selatan. Karena itulah, pada tahun 1705 VOC memerintahkan ekspedisi besar ke Nieuw Guinea (Papua) di bawah pimpinan Jacob Weyland. Ekspedisi ini menggunakan fregat Geelvink, didampingi kapal Kraanvogel dan Nova Guinea. Mereka diperintahkan mengelilingi Kepala Burung Papua, melewati Waigeo, menyusuri pantai utara, dan memetakan teluk, sungai, tanjung, serta pulau-pulau yang belum dikenal. Para awak juga diminta mencari kemungkinan ...

SEJARAH : HUBUNGAN SENEGAL DAN PAPUA BARAT TELAH LAMA TERJALIN, DIPLOMASI BENNY WENDA KEBERLANJUTAN.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Senegal Afrika Selatan-Melangkah Tanpa Alas Kaki- Senegal, Memang hubungan Senegal dan Papua Barat telah lama terjalin sejak era 1970 hingga 1980-an.  Presiden Senegal waktu itu, Leopold Sedar Senghor (1960-1981), pernah berpesan kepada Bernard Tanggahma, meski kantor OPM telah ditutup tetapi hubungan baik harus terus terjalin. Pasalnya, saat Presiden Senghor pernah mengizinkan untuk membuka kantor perwakilan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Dakkar, ibukota Senegal. Namun akhirnya kantor itu ditutup dan Bernard Tanggahma, pemimpin OPM di Senegal, harus kembali ke Den Haag Belanda. Benny Wenda saat menyerahkan topi kepala suku kepada Presiden Senegal waktu itu, Abdolade Waye, di Parlemen Senegal Dakar.  “Saya tidak tahu mengapa Bernard Tanggahma pergi meninggalkan Dakkar Senegal. Namun sekarang kami anak-anak muda Papua Barat kembali menjalin hubungan dengan Senegal,” kata Benny Wenda, Pemimpin United Liberation Movement for West Pa...

Sutradara Film Pesta Babi, Dandhy Laksono Semprot Pihak yang Antar Mama Sinta ke Jakarta Lapor Polisi, Diam saat Tanah Direbut

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jakarta melangkah Tanpa Alas Kaki- JAKARTA, Framing News TV – Sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, memberikan tanggapan terkait laporan yang diajukan Mama Yasinta atau Mama Sinta terhadap film tersebut. Mama Sinta merupakan salah satu tokoh yang tampil dalam film dokumenter tersebut. Namun, belakangan ia menyampaikan keberatan dan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. Dandhy Hormati Langkah Hukum Mama Sinta Dalam keterangannya pada Sabtu (30/5/2026), Dandhy menegaskan bahwa dirinya menghormati keputusan Mama Sinta untuk menempuh jalur hukum. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan keberatan dan mencari penyelesaian melalui mekanisme yang berlaku. Di sisi lain, Dandhy juga menilai masyarakat memiliki hak untuk mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di Papua sebagaimana diangkat dalam film dokumenter tersebut. "Kami hormati pilihan Mama Yasinta. Sebagaimana kami menghormat...