Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agraria

Ketua KNPB Pusat Tolak Pendataan Ulang Korban Konflik Papua oleh Kemenkumham

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas Kaki– Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kossay, menolak rencana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan pendataan ulang jumlah pengungsi dan korban sipil akibat konflik bersenjata di Papua.*  Agus menyampaikan penolakan tersebut melalui pernyataan resmi pada Rabu (19/8/2026). Pernyataan itu merespons sejumlah pernyataan Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai terkait rencana pembentukan tim untuk melakukan pendataan ulang kondisi kemanusiaan di Papua. Menurut Agus, pendataan ulang tidak diperlukan karena berbagai lembaga di Papua, termasuk gereja, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi kemanusiaan telah memiliki data mengenai kondisi masyarakat yang terdampak konflik. “Natalius sudah mendapat konfirmasi dari berbagai lembaga di Papua, gereja, pemerintah, LSM yang bekerja sebagai lembaga mitra kemanusiaan di Papua dan sudah mendapatkan sejum...

Demonstrasi Damai Seluruh Indonesia dibawa Organisasi Media Rakyat PAPUA KNPB Memperingati 64 Tahun New York Agreement

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Kota Kota Jeruk 🍊  -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire -Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Konsulat Indonesia bersama enam wilayah konsulat dan Aliansi Mahasiswa Papua Tengah Indonesia atau AMPTPI menyiapkan aksi nasional, Sabtu (15/8/2026). Aksi tersebut mengusung tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” itu digelar berdasarkan arahan KNPB Pusat, dalam rangka memperingati 64 tahun Perjanjian New York pada 15 Agustus 2026. Perjanjian New York adalah kesepakatan yang ditandatangani antara Indonesia dan Belanda di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 15 Agustus 1962. Perjanjian ini menyepakati peralihan Irian Barat (Papua) dari Pemerintah Belanda kepada badan PBB, United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) sebelum diserahkan ke Pemerintah Indonesia. Koordinator lapangan KNPB Konsulat Indonesia, Niswan Wanimbo mengatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk memastikan ...

YKKMP Menyampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda serta Menyerukan Penghormatan terhadap Hak Hidup dan Hukum Humaniter Internasional

Gambar
SIARAN PERS Wamena, 25 Juli 2026 Ringkasan Fakta Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jaya Wijaya Wamena -Tanpan Alas Kaki  _Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menerima informasi mengenai peristiwa penembakan yang mengakibatkan meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026, di Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan informasi yang berkembang, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo.  Atas peristiwa tersebut, YKKMP menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan dalam menghadapi duka yang mendalam. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan penghormatan terhadap hak hidup, perlindungan masyarakat sipil, serta kewajiban seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata untuk mematuhi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dan Hukum Humaniter Internas...

Aksi Mahasiswa Asal Intan Jaya di Halaman DPR Provinsi Papua Tengah, Mereka Ingin Aspirasi Harus Terima Gubernur Papua Tengah

Gambar
Keterlibatan ANak SD dalam Orasi Politik sebagai kepedulian terhadap Kemanusiaan. Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua -Kota🍊 Jeruk Nabire Papua Tengah -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire, Selama ini Mahasiswa intan jaya demostrasi damai di Kantor DPR Provinsi di Papua Tengah,  selama ini tuntutannya tidak ada jawaban atas apa yang mereka sampaikan beberapa kali, kali ini mahasiswa tuntut Gubernur Mecky Nawipa dihadirkan sebelum orasi disampaikan, pada kamis 23/07/2026. Masa aksi sampai di kantor DPR Provinsi Papua Tengah tidak langsung menyampaikan orasi tetapi menuntut Gubernur PAPUA Tengah hadir untuk mendengarkan apa yang mereka sampaikan,  karena selama ini Mahasiswa demostrasi tuntutan tidak terjawab satu pun, konflik bersenjata masih meluas, dugaan pelanggaran HAM tetap sebagai makan pokok TNI dan polri, pengungsian warga sipil tidak terhenti, termasuk penolakan aktivitas pertambangan juga bekerja Eksis hingga hari ini.  Mereka justru berkali-kali meminta ...

KOALISI PENEGAK HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA PAPUA

Gambar
Siaran Pers  Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua Nomor : 017 / SP-KPHHP / VII / 2026 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SEGERA CARI LAKAH-LAKAH PENYELESAIAN PERSOALAN POLITIK ANTARA INDONESIA UNTUK MENGHENTIKAN PENDEKATAN KEAMANAN DI PAPUA  “Mentri HAM RI Segera Beck-Up Komnas HAM Bentuk Tim Ad Hock Untuk Menyelidiki Kasus Dugaan Pelanggaran HAM Berat Dalam Konflik Bersenjata Di Kabupaten Intan Jaya Yang Mengorbankan 14 Orang Masyarakat Sipil” Eskalasi Konflik Bersenjata antara TNI-Polri melawan TPN PB di Wilayah Kabupaten Intan Jaya terus meningkat terhitung sejak Bulan Mei 2026 sampai dengan awal Juli 2026. Sepanjang 3 (tiga) Bulan tersebut terdata telah terjadi beberapa peristiwa yang telah mengorbankan Masyarakat Sipil di Kabupaten Intan Jaya. Kondisi itu tentunya mempertanyakan komitmen Pemerintah Republik Indonesia dalam menjalankan perintah ketentuan “melakukan klarifikasi sejarah Papua dan merumuskan dan menetapkan langkah-langkah rekonsiliasi” sesuai Pasal 46 aya...

LETNAN KOLONEL RUI ALBERTO MAGGIOLO GOUVEIA: SEORANG PERWIRA PORTUGAL YANG GUGUR DALAM TRAGEDI TIMOR 1975

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura -Melangkah Tanpa Alas Jayapura -Di antara sekian banyak korban yang jatuh dalam perang saudara Timor tahun 1975, nama Letnan Kolonel Rui Alberto Maggiolo Gouveia menempati tempat yang istimewa dalam sejarah Portugal maupun Timor. Ia bukan seorang politikus, bukan pula tokoh yang memimpin sebuah gerakan politik. Ia adalah seorang perwira Angkatan Bersenjata Portugal yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri kepada negaranya. Lahir di Sintra pada 11 Oktober 1929, Maggiolo Gouveia meniti karier militer sejak muda dan berkali-kali bertugas di Angola pada masa perang kolonial Portugal.  Pengabdiannya membuat ia menerima berbagai penghargaan militer atas keberanian dan dedikasinya. Ketika ditugaskan ke Timor Portugis pada tahun 1973 sebagai Komandan Polícia de Segurança Pública (PSP) di Dili, tidak seorang pun membayangkan bahwa pulau kecil di ujung timur Nusantara itu kelak menjadi tempat di mana ia menghembuskan napas terak...

SEJARAH : HUBUNGAN SENEGAL DAN PAPUA BARAT TELAH LAMA TERJALIN, DIPLOMASI BENNY WENDA KEBERLANJUTAN.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Senegal Afrika Selatan-Melangkah Tanpa Alas Kaki- Senegal, Memang hubungan Senegal dan Papua Barat telah lama terjalin sejak era 1970 hingga 1980-an.  Presiden Senegal waktu itu, Leopold Sedar Senghor (1960-1981), pernah berpesan kepada Bernard Tanggahma, meski kantor OPM telah ditutup tetapi hubungan baik harus terus terjalin. Pasalnya, saat Presiden Senghor pernah mengizinkan untuk membuka kantor perwakilan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Dakkar, ibukota Senegal. Namun akhirnya kantor itu ditutup dan Bernard Tanggahma, pemimpin OPM di Senegal, harus kembali ke Den Haag Belanda. Benny Wenda saat menyerahkan topi kepala suku kepada Presiden Senegal waktu itu, Abdolade Waye, di Parlemen Senegal Dakar.  “Saya tidak tahu mengapa Bernard Tanggahma pergi meninggalkan Dakkar Senegal. Namun sekarang kami anak-anak muda Papua Barat kembali menjalin hubungan dengan Senegal,” kata Benny Wenda, Pemimpin United Liberation Movement for West Pa...

PEJUANG DIBAWA TANAH DEMI RAKYATNYA

Gambar
𝗦𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗘𝗿𝗮 𝗦𝗼𝗲𝗵𝗮𝗿𝘁𝗼, 𝗧𝗼𝗸𝗼𝗵 𝗜𝗻𝗶 𝗝𝘂𝘀𝘁𝗿𝘂 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗻𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝗱𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 Dibalik Rahasia Tersembunyi untuk Timor Leste  Eurico Barros Gomes Guterres, yang lahir pada 4 Juli 1969, merupakan seorang tokoh pro-integrasi Timor Timur yang pernah menjabat sebagai Wakil Panglima Milisi pro-Indonesia di Timor Leste serta Anggota DPRD Timor Timur dari Fraksi Golkar untuk periode 1999–2004. Ia dituduh terlibat dalam sejumlah aksi pembantaian di Timor Timur, termasuk menjadi tertuduh utama milisi dalam Pembantaian Gereja Liquiçá pada April 1999. Selain itu, dirinya diidentifikasi sebagai pemimpin milisi utama dalam peristiwa pembantaian pasca-referendum serta penghancuran ibu kota Dili. Terkait dengan tindakan milisinya, Eurico Guterres dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada November 2002, di mana putusan tersebut dikuatkan hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Setelah Temuan kerja kera...

Sejak kapan PAPUA Milik militer Indonesia...?.

Gambar
Tanah di Papua bukan sekadar wilayah geografis, melainkan bagian dari identitas, sejarah, dan warisan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.  Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Jayapura, 7 Juni 2026 – Pertanyaan tajam dan menyentuh hati, “Sejak kapan tanah Papua ini milik TNI punya?”, meluncur dari bibir Pastor Jhon Bunay, tokoh masyarakat dan pemuka agama yang dikenal vokal memperjuangkan hak-hak warga Papua.  Pernyataan diatas ini bukan sekadar kalimat tanya, melainkan cerminan kegelisahan mendalam yang dirasakan banyak warga di tanah ini terkait keberadaan dan penguasaan wilayah yang kian meluas oleh aparat pertahanan.   Dengan nada bicara yang tenang namun tegas, penuh kebijaksanaan dan rasa tanggung jawab, Pastor Jhon Bunay mengungkapkan keresahan yang sudah lama bersemayam di benak masyarakat adat. Baginya, tanah di Papua bukan sekadar wilayah geografis, melainkan bagian dari identitas, sej...

Keluarga Laporkan Mama Yasinta Hilang Kontak, Diduga Dibawa ke Jakarta Terkait Film "Pesta Babi"

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Merauke -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Merauke - Keluarga tokoh adat Suku Marind-Anime, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau "Mama Yasinta", melaporkan kehilangan kontak dengan beliau sejak Minggu 24/5/2026. Pengakuan ini disampaikan keluarga lewat video yang diunggah kanal YouTube Jubi TV pada Minggu 31/5/2026. Kronologi Versi Keluarga   Menurut anggota keluarga dalam video tersebut, kontak terakhir dengan Mama Yasinta terjadi Sabtu 23/5/2026. Itu bersamaan dengan viralnya video pengakuan Mama Yasinta soal penggunaan wajahnya tanpa izin di film dokumenter "Pesta Babi". Mulai Minggu 24/5/2026, keluarga mengaku tak bisa menghubungi Mama Yasinta. Ia disebut sudah tidak berada di kediamannya sejak Minggu malam. Keluarga menduga Mama Yasinta saat itu berada di "Pos TNI" Kampung Wogekel, Distrik Ilwayab, Merauke. Ia juga terlihat bersama seseorang yang diduga personel TNI pengamanan Proyek Strategis Nasional di Kampung W...