Postingan

Menampilkan postingan dengan label Alam semesta

Gelombang panas siap sengat Indonesia bulan April, suhu di atas normalLonjakan suhu berpotensi mengerek permintaan listrik dan gas, di tengah ketegangan Timur Tengah yang mengganggu pasokan LNG dan memicu naiknya harga energi.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota Tua Kota jeruk 🍊 Melangkah Tanpa Alas Kaki - Gelombang panas berpotensi melanda Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dalam beberapa bulan ke depan seiring proyeksi suhu di atas rata-rata. Berdasarkan prakiraan musiman terbaru Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre/ASMC), suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara diperkirakan berada di atas normal untuk periode Maret–April–Mei 2026. ASMC, diwartakan South China Morning Post, Senin (9/3), memproyeksikan peluang sebesar 80–100 persen bahwa suhu akan berada di atas rata-rata di seluruh Indonesia dan Malaysia dalam tiga bulan ke depan. Gelombang panas yang tidak biasa itu diperkirakan lebih dulu melanda kedua negara sebelum meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara Sebagian besar wilayah Thailand dan Vietnam utara juga diprediksi mengalami suhu tinggi. Hanya sebagian kecil kawasan, termasuk Vietnam bagian tenggara, Kamboja, dan sejumlah wi...

Kolonialisme Pemukiman Penindasan Harga Diri Pemilik Tanah

Gambar
𝐊𝐨𝐥𝐨𝐧𝐢𝐚𝐥𝐢𝐬𝐦𝐞 𝐏𝐞𝐦𝐮𝐤𝐢𝐦 (𝐒𝐞𝐭𝐭𝐥𝐞𝐫 𝐂𝐨𝐥𝐨𝐧𝐢𝐚𝐥𝐢𝐬𝐦) Artikel, Yegema  Konsep kolonialisme pemukim dapat didefinisikan sebagai sistem penindasan yang didasarkan pada genosida dan kolonialisme, yang bertujuan untuk menggusur populasi suatu bangsa (seringkali penduduk asli) dan menggantinya dengan populasi pemukim baru. Kolonialisme pemukim menemukan fondasinya pada sistem kekuasaan yang diabadikan oleh para pemukim yang menekan hak dan budaya penduduk asli dengan menghapusnya dan menggantinya dengan budaya mereka sendiri. Kolonialisme pemukim didasarkan pada pencurian dan eksploitasi tanah dan sumber dayamilik penduduk asli. Sejarah dan konfl ik saat ini telah menunjukkan bahwa sistem penindasan yang sedang berlangsung ini sebagian besar didasarkan pada rasisme dan supremasi kulit putih. Seringkali, kolonialisme pemukim bersifat Eurosentris: ia berasumsi bahwa orang Eropadan nilai-nilai mereka lebih unggul dibandingkan budaya pribumi lainnya, da...

Kitong Cerita dan Makna Simbol Otoritas Nasional Melanesia Papua Barat sebagai Perahu Melanesia

Gambar
Cerita: Emanuel Wanggai  Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Belanda - Melangkah Tanpa Alas Kaki - Dahulu kala, di atas perairan luas dan bergelombang di Pasifik, bangsa Melanesia telah menguasai seni membangun perahu dan navigas i. Perahu-perahu megah ini bukan sekadar alat transportasi; mereka adalah simbol ikatan, keberanian, dan semangat tanpa henti dari sebuah bangsa yang dipersatukan oleh lautan dan identitas bersama. Kini, Otoritas Nasional Melanesia Papua Barat memilih untuk mewujudkan warisan kuno ini melalui simbol Perahu Melanesia. Perahu ini bukan hanya sebuah kerangka kayu dan layar, melainkan lambang hidup dari perjalanan Melanesia menuju kebebasan, martabat, dan penentuan nasib sendiri. Seperti perahu yang menembus ombak, bangsa Melanesia / Papua Barat menavigasi melalui kesulitan dan tantangan, didorong oleh harapan dan keinginan kuat untuk sampai ke pantai kedaulatan. Setiap layar yang dikibarkan mewakili aspirasi kolektif bangsa, bergerak mantap, namun t...

Gerhana Matahari Total 2 AgustusLokasi, Jogyakarta

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Jogyakarta -Melangka Tanpa Alas Kaki- BMKG menujukan Gerhana matahari akan terjadi di Jogyakarta. Fenomena gerhana matahari total 2 Agustus belakangan mulai ramai dibicarakan di media sosial. Banyak yang penasaran apakah kabar ini benar, di mana lokasi terbaik untuk melihatnya, dan bagaimana cara menyaksikan tanpa membahayakan mata. Tapi sebelum terlalu antusias, ada baiknya kita memahami dulu fakta-fakta ilmiah yang mendasari informasi tersebut. Sebagai salah satu peristiwa langit paling memukau yang bisa disaksikan manusia, gerhana matahari selalu menarik perhatian. Namun, seperti halnya peristiwa astronomi lain, tidak semua informasi yang tersebar di internet bisa dipercaya begitu saja, apalagi jika menyangkut tanggal pasti dan jangkauan wilayah pengamatan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini untuk mencari tahu kebenarannya. Jangan sampai ketinggalan informasi pentingnya! Benarkah Akan Terjadi Gerhana Matahari 2 Agust...

Papua, Tanah yang Kaya Raya, Dihimpit oleh Kepentingan

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Holandia Jayapura -Melangka Tanpa Alas Kaki- Papua bukan hanya sebuah pulau di ujung timur Indonesia. Ia adalah tanah yang diberkati—tanah emas, tanah surga, dan tanah kehidupan yang menyimpan kekayaan alam luar biasa yang jarang dimiliki oleh wilayah lain di dunia. Setiap jengkal tanah dan lautnya mengandung potensi ekonomi yang mampu mengangkat harkat dan martabat rakyat Papua, jika dikelola secara adil dan berdaulat. Di perut buminya, Papua menyimpan emas dan tembaga dalam jumlah yang sangat besar. Tambang emas di Grasberg, Timika, adalah salah satu yang terbesar di dunia. Sumber daya ini telah menjadi incaran korporasi multinasional selama puluhan tahun. Namun, ironisnya, rakyat asli Papua justru seringkali hanya menjadi penonton dari kekayaan yang dikuras habis dari tanah leluhur mereka. Tidak hanya emas, Papua juga kaya dengan minyak dan gas alam. Teluk Bintuni, Sorong, dan wilayah sekitar Kepala Burung memiliki cadangan minyak d...

BTM SALAH PILIH WAKIL Mengapa Costan Karma Bukan Pilihan Tepat

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Abepura Jayapura -Melangka Tanpa Alas Kaki- Keputusan Benhur Tomi Mano (BTM) untuk memilih Costan Karma sebagai calon wakil gubernur dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua 2025 pada 6 Agustus nanti patut dipertanyakan .  Dalam kancah politik yang semakin kompetitif dan berlapis, langkah BTM ini tampak sebagai kesalahan strategis yang bisa menggerus elektabilitasnya secara signifikan. Mengapa demikian? Karena BTM telah mengabaikan salah satu kunci kemenangan dalam politik Papua hari ini: representasi Muslim Papua. Pilihan ini menjadi lebih kontroversial mengingat lawan politiknya, Mathius Fakhiri, adalah seorang Muslim Papua yang berpasangan dengan Aryoko Rumaropen. Pasangan ini dengan cerdas membaca peta sosial-politik Papua, khususnya demografi pemilih yang semakin inklusif dan plural. Fakhiri tidak hanya merepresentasikan ketegasan aparat keamanan, tapi juga mampu menyentuh hati pemilih Muslim, baik dari kalangan pendat...

Kami Bersama Bapak Enikmban Murib!Keadilan Bagi Enikmban Murib.!! Himbauan Umum Kami Desak

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Yahukimo -Melangka Tanpa Alas Kaki- KNPB News : Kematian Enikmban Murib dan Jimau Kiwak dalam operasi militer di Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, sangat memprihatinkan. Berdasarkan laporan tim investigasi HAM, Enikmban Murib adalah warga sipil sedangkan Jimau Kiwak adalah anggota OPM.  Fakta Kasus: - Identitas Korban: Enikmban Murib, 59 tahun, warga sipil asal Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. - Kronologi:Tewas tertembak dalam operasi militer pada 6 Juli 2025 bersama Jimau Kiwak. - Kondisi Jazat: Belum dievaluasi. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang penggunaan kekuatan militer dan perlindungan warga sipil dalam konflik. Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi keluarga korban. Langkah yang Perlu Dilakukan: - Investigasi Lanjutan: Menggali lebih dalam tentang kronologi kejadian dan tanggung jawab pihak-pihak yang te...

Beasiswa ke Luar Negeri Tanpa Arah: Generasi Papua yang Tersia-sia

Gambar
Oleh: Awikaituma Jr           (Pionir Arsitek Papua) Udepouya Park, Dok 8, Jayapura | 2019 Membutuhkan Generasi Yang Mampu Menang Dalam Kompetisi Global—bukan Melalui Unjuk Rasa, Tetapi Dengan Unjuk Kemampuan.  Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Abepura Jayapura -Melangka Tanpa Alas Kaki - Masa depan sebuah bangsa ditentukan oleh bagaimana ia menyiapkan sumber daya manusia (SDM)-nya hari ini. Papua, sebagai wilayah yang terus memperjuangkan eksistensi dan martabatnya, membutuhkan generasi yang mampu menang dalam kompetisi global—bukan melalui unjuk rasa, tetapi dengan unjuk kemampuan. Anak-anak Papua harus disiapkan sejak dini untuk mampu menembus persaingan lewat jalur pendidikan yang berkualitas dan relevan. Sayangnya, program beasiswa luar negeri yang semestinya menjadi investasi jangka panjang, justru sering kehilangan arah. Banyak anak Papua yang dikirim ke luar negeri tanpa perencanaan strategis, dan kembali ke tanah air tanpa kejelasan fun...

Mari Memahami Kapitalisme Dan Kolonialisme Pendudukkan Strategi Penguasaan alat Produksi Di Papua

Gambar
Artikel.  Oleh. W.P Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Jeruk 🍊 -Melangka Tanpa Alas Kaki- Bicara kapitalisme bukan hal baru melainkan sudah sudah lazim dibicarakan diperdebatkan di kalangan masyarakat ilmiah mahasiswa dan gerakan soal maupun gerakan Perlawanan yang melawan kapitalisme. Namun belum tentu semua orang memahami apa itu kapitalisme apalagi masyarakat Papua yang belum mengikuti fase perkembangan masyarakat dan terkesan masih hidup dalam kesadaran komunal yang reaksioner perlu dijelaskan secara sederhana dari dasar dengan metode berbeda agar mudah dipahami. Kebanyakan kita memahami kapitalisme itu sebatas sistem ekonomi dan pasar tapi yang dimaksud kapitalisme jauh lebih mendasar ketimbang sekedar sistem ekonomi dan pasar. Jadi kapitalisme itu jauh mendasar adalah model produksi atau kepemilikan alat produksi dan memproduksi.  Jika kita bicara bicara model belum tentu semua orang paham karena masyarakat kita tergolong masyarakat yang hidup dengan ke...

Tambang Emas, Nikel, dan Minyak, Bumi, Logam Bumi Terluka

Gambar
Energi, Iklim, dan Harga Manusia Oleh:Denny JA Tetesan Aira Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Nigeria -Melangkah Tanpa Alas Kaki - Di sebuah desa kecil bernama Rumuekpe, Delta Niger, Nigeria, anak-anak belajar di bangku kayu tua.  Atap seng sekolah itu berlubang-lubang, bukan karena waktu, melainkan karena hujan asam yang turun hampir setiap pekan.  Di belakang bangunan sekolah berdiri kilang minyak Shell, mengepul seperti cerobong neraka. Seorang guru lokal, dengan suara parau karena infeksi saluran napas, berkata: “Kami hidup di surga minyak, tapi neraka untuk manusia.” Air sungai yang dulunya jernih kini hitam seperti tinta tua. Ikan tak lagi berenang. Tanah tak bisa ditanam.  Anak-anak tumbuh dengan ruam kulit, batuk kronis, dan mimpi yang dihancurkan sebelum sempat mekar. Siapa yang sebenarnya membayar harga murahnya bensin yang kita nikmati di kota? Pertanyaan ini menggantung seperti kabut di atas cerobong asap. Dan dari Rumuekpe hingga Kalimantan, dari Texas h...

Uu No. 5 Tahun 1960 Pokok-Pokok Agraria, Tidak Pernah Melibatkan Penjelasan Hak Ulayat TANAH Milik.

Gambar
Artikel, Paul Apaseray Uu Agraria No 5 1960 Tentang Pokok-Pokok Agraria Mengapus,  Tanpa Bukti Hukum yang Jelas Bahwa, Belum Pernah Melibatkan Penjelasan Pentang Pemilik Hak Ulayat TANAH. Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Holandia Jayapira -Melangka Tanpa Alas Kaki- Banyak Orang Asli Papua Pemilik Ulayat maupun tanah adat belum menyadari bahayanya UU Agraria yang mana pada tahun 2026 kekuatan hukum adat tidak berlaku lagi tanpa bukti tertulis melalui hukum.  “𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗜𝘁𝘂 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗿𝗴𝗶” (Cerita Pendek dari Fakta Nyata Tentang Kepemilikan Tanah di Indonesia) 𝐽𝑎𝑦𝑎𝑝𝑢𝑟𝑎, 18 𝐽𝑢𝑙𝑖 2025 Malam turun cepat di lereng Cycloop. Lampu-lampu proyek menyala seperti bintang yang salah tempat. Di kejauhan, suara mesin berat masih bergemuruh. Di kaki gunung, seorang bapak tua bernama Elias duduk memandangi tanah yang dulunya ditanami keladi dan sagu. Kini berganti papan bertuliskan: "Tanah Ini Milik PT. X – Berdasarkan Sertifikat HGU No. 2...

KEADILAN IKLIM: SIAPA YANG MEMPERDEBATKAN APA DI ICJ

Gambar
BY : MARGHERITA CAPACCI (OUR CORRESPONDENT IN THE HAGUE) Artikel. 9 JANUARY 2025. Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Vanuatu-Melangkah Tanpa Alas Kaki- Kasus hukum yang menarik ini dipimpin oleh Global South, kata Arnold Kiel Loughman, jaksa agung Republik Vanuatu, dalam pernyataan pada tanggal 13 Desember 2024, saat proses hukum berakhir. Sidang kasus iklim di hadapan Mahkamah Internasional berakhir Desember lalu di Den Haag. Pendapat penasihat pengadilan diharapkan keluar dalam waktu satu tahun. Negara-negara di belahan bumi selatan dan negara-negara kecil di Pasifik berharap undang-undang tersebut dapat membantu menyelamatkan mereka. Sementara pencemar utama bersembunyi di balik perjanjian yang ada untuk membatasi kewajiban hukum internasional mereka. Dari tanggal 2 hingga 13 Desember, sidang untuk kasus terbesar yang pernah ada di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ) berlangsung. Lebih dari 100 negara dan organisasi internasional menyampaikan pidato di hadapan para...

TPNPB/OPM Sorong Raya Menghimbau Kepada Warga Sipil Tetap Jaga Diri

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Sorong-Melangkah Tanpa Alas Kaki - TPNPB Kodap IV Sorong Raya Menghimbau Kepada Warga Sipil Agar Menjaga Diri Setelah Aparat Militer Indonesia Menguasai Distrik Moskona Siaran Pers Ke IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 12 Juli 2025 Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.! Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Bridjend Deni Moos pada hari Sabtu, 12 Juli 2025 dari medan perang di Bintuni bahwa; Pada hari Kamis, 10 Juli 2025 telah terjadi pendoropan pasukan militer indonesia memasuki wilayah Distrik Moskona Utara dan Distrik Moskona Utara Jauh dengan tujuan yang belum diketahui dan jika keberadaan aparat militer indonesia untuk mencari keberadaan pasukan TPNPB Kodap IV Sorong Raya silakan datang ke markas kami dan jangan tinggal dan berlindung di tengah-tengah warga sipil untuk mencari perlindungan. Kami juga menghimbau kepada warga sipil untuk teta...