Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah

Ketua KNPB Pusat Tolak Pendataan Ulang Korban Konflik Papua oleh Kemenkumham

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas Kaki– Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kossay, menolak rencana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan pendataan ulang jumlah pengungsi dan korban sipil akibat konflik bersenjata di Papua.*  Agus menyampaikan penolakan tersebut melalui pernyataan resmi pada Rabu (19/8/2026). Pernyataan itu merespons sejumlah pernyataan Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai terkait rencana pembentukan tim untuk melakukan pendataan ulang kondisi kemanusiaan di Papua. Menurut Agus, pendataan ulang tidak diperlukan karena berbagai lembaga di Papua, termasuk gereja, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi kemanusiaan telah memiliki data mengenai kondisi masyarakat yang terdampak konflik. “Natalius sudah mendapat konfirmasi dari berbagai lembaga di Papua, gereja, pemerintah, LSM yang bekerja sebagai lembaga mitra kemanusiaan di Papua dan sudah mendapatkan sejum...

Pembunuhan Dokter Thomas Wanggai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih

Gambar
Artikel, Mengulang Oleh , Yegema Kematian Thomas Wanggai  Berita Majalah GATRA edisi 20 Maret 1996 menghantam ruang publik Indonesia seperti petir di siang bolong dengan sampul utama bertuliskan tebal "KEMATIAN DR. THOM WAINGGAI". Foto wajah Dr. Thomas Wainggai memenuhi separuh halaman. Matanya menatap lurus, kumis tipis, garis keriput di wajahnya seperti peta luka sejarah. Di belakangnya, langit Abepura berwarna merah menyala. Asap mengepul dari atap-atap rumah yang terbakar. Di bawahnya, lautan manusia berjalan membawa jenazah, bendera, dan kemarahan yang sudah lama dipendam. Dr. Thomas Wainggai bukan nama asing bagi orang Papua. Ia adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Ia pernah mengabdi di rumah sakit, menyentuh pasien, mengobati luka fisik. Tapi luka yang paling dalam yang ia lihat bukan di ruang UGD. Luka itu ada di kampung, di hutan, di sekolah yang tidak punya guru, di tanah adat yang digusur, di harga diri bangsa yang...

Demonstrasi Damai Seluruh Indonesia dibawa Organisasi Media Rakyat PAPUA KNPB Memperingati 64 Tahun New York Agreement

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Kota Kota Jeruk 🍊  -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire -Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Konsulat Indonesia bersama enam wilayah konsulat dan Aliansi Mahasiswa Papua Tengah Indonesia atau AMPTPI menyiapkan aksi nasional, Sabtu (15/8/2026). Aksi tersebut mengusung tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” itu digelar berdasarkan arahan KNPB Pusat, dalam rangka memperingati 64 tahun Perjanjian New York pada 15 Agustus 2026. Perjanjian New York adalah kesepakatan yang ditandatangani antara Indonesia dan Belanda di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 15 Agustus 1962. Perjanjian ini menyepakati peralihan Irian Barat (Papua) dari Pemerintah Belanda kepada badan PBB, United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) sebelum diserahkan ke Pemerintah Indonesia. Koordinator lapangan KNPB Konsulat Indonesia, Niswan Wanimbo mengatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk memastikan ...

Perkembangan Gugatan Jalan PSN Papua Selatan 135 KM

Gambar
Ahli Hukum Lingkungan UGM Jelaskan Kesalahan Ganda Proyek Jalan 135 km Siaran Pers Tim Advokasi Solidaritas Merauke  Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Jayapura, 11 Agustus 2026. Sidang gugatan atas jalan 135 km oleh lima Masyarakat Adat Malind kembali digelar dengan agenda pemeriksaan ahli.  Dalam persidangan yang berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026 di Pengadilan Tata Usaha Negara Jayapura, penggugat menghadirkan I Gusti Agung Made Wardana. Doktor di bidang hukum lingkungan dari Universitas Gadjah Mada ini memberikan keterangan terkait dengan aspek hukum lingkungan dari proyek tersebut. Selain itu, ahli juga menjelaskan cacat persetujuan lingkungan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta dampak lingkungan yang ditimbulkan. “Di luar negeri, Indonesia mempromosikan hutan sebagai salah satu penyerap karbon, tapi ketika hutannya dihancurkan malah jadi petaka karena melepaskan karbon. Maka, dalam instrumen...

Komite Nasional Papua Barat "Wilayah Numbay"

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Numbay -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Numbay Jayapura- Upaya pembungkaman kebebasan berekspresi dan melakukan tindakan represif terhadap masa Aksi adalah Kejahatan negara Dalam Republik ini. Dalam Republik ini pula tidak ada pembumkaman Kejahatan sataupun yang harus dilindungi sebagai jantung negara. Kemerdekaan Adalah Hak segala Bangsa . PERNYATAAN SIKAP POLITIK Tentang; Status Wilayah West Papua Sebagai Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan Hak penentuan nasib sendiri merupakan unsur hak asasi manusia yang patut dihormati oleh setiap bangsa dan setiap negara di Dunia dan Penduduk pribumi west Papua adalah bangsa Papua yang memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri. Karena, perjuangan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua didasarkan pada standar hak asasi manusia, demokrasi, prinsip-prinsip hukum Internasional dan piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa Maka, Pemerintah Kerajaan Nederland Niew Guinea Mempersiapkan Pemerinatahan Papua Barat Ber...

YKKMP Menyampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda serta Menyerukan Penghormatan terhadap Hak Hidup dan Hukum Humaniter Internasional

Gambar
SIARAN PERS Wamena, 25 Juli 2026 Ringkasan Fakta Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jaya Wijaya Wamena -Tanpan Alas Kaki  _Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menerima informasi mengenai peristiwa penembakan yang mengakibatkan meninggalnya Yentinus Kogeya dan Sely Wenda pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026, di Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan informasi yang berkembang, peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo.  Atas peristiwa tersebut, YKKMP menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan dalam menghadapi duka yang mendalam. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan penghormatan terhadap hak hidup, perlindungan masyarakat sipil, serta kewajiban seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata untuk mematuhi prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dan Hukum Humaniter Internas...

Membaca Pikiran dan Hati Nurani Bung Natalius Pigai sebagai Aktivis Ham, Menteri Ham, Akademisi dan sebagai anggota Mantan Komisiones Ham.

Gambar
Oleh: Raimondus mote Pengamat Sosial Politik Papua)  ====================== Pendahuluan Banyak orang di Papua dan di Indonesia kpd bung NP mengapa tdk berbicara keras kpd Resim Prabowo ketika banyak Pelanggaran Ham terjadi di Papua, Ketika Penembakan membabi buta mengorbankan warga sipil papua, banyak terjadi marak pembabatan hutan atas nama proyek strategis nasional, banyak terjadi ilegal maining dan Ilegal fishing marak di papua dengan melibatkan banyak satuan Tni, Polri atas nama negara. Mengapa bung NP ketika jdi menteri Ham dihujat dengan bahasa Rasis baik dari orang Papua sendiri dan orang non Papua Indonesia umumnya. Berikut ini akan saya jelaskan dalam artikel Membaca "pikiran dan hati nurani" Natalius Pigai memerlukan pemahaman bahwa ia adalah sosok yang hidup di persimpangan tiga dunia: dunia adat Papua, dunia akademis/intelektual, dan dunia birokrasi negara Indonesia. Posisinya saat ini sebagai Menteri HAM RI (di bawah rezim Prabowo) adalah kulminasi da...

Aksi Mahasiswa Asal Intan Jaya di Halaman DPR Provinsi Papua Tengah, Mereka Ingin Aspirasi Harus Terima Gubernur Papua Tengah

Gambar
Keterlibatan ANak SD dalam Orasi Politik sebagai kepedulian terhadap Kemanusiaan. Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua -Kota🍊 Jeruk Nabire Papua Tengah -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire, Selama ini Mahasiswa intan jaya demostrasi damai di Kantor DPR Provinsi di Papua Tengah,  selama ini tuntutannya tidak ada jawaban atas apa yang mereka sampaikan beberapa kali, kali ini mahasiswa tuntut Gubernur Mecky Nawipa dihadirkan sebelum orasi disampaikan, pada kamis 23/07/2026. Masa aksi sampai di kantor DPR Provinsi Papua Tengah tidak langsung menyampaikan orasi tetapi menuntut Gubernur PAPUA Tengah hadir untuk mendengarkan apa yang mereka sampaikan,  karena selama ini Mahasiswa demostrasi tuntutan tidak terjawab satu pun, konflik bersenjata masih meluas, dugaan pelanggaran HAM tetap sebagai makan pokok TNI dan polri, pengungsian warga sipil tidak terhenti, termasuk penolakan aktivitas pertambangan juga bekerja Eksis hingga hari ini.  Mereka justru berkali-kali meminta ...