Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

KAU dan Aku SANJAK Penyatuan dan Perpisahan Cinta

Gambar
POV Suami “Aku mencintainya… tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri. Dia sudah berubah. Dan aku mulai mencari hangat itu… di wanita lain.” BAB 1 – SENTUHAN YANG DITEPIS Lampu kamar sudah padam sejak satu jam lalu. “Aku belum tidur, Mas…” suara Marlina pelan, nyaris berbisik. Tidak ada jawaban. Di sisi lain ra njang, napas Johan terdengar teratur. Terlalu tenang. Marlina menatap gelap. Lalu bergeser sedikit. “Mas…” Hanya itu. Ujung jarinya menggantung di udara, ragu. “Aku cuma… mau dekat,” gumamnya lirih, lebih kepada dirinya sendiri. Ia akhirnya menyentuh punggung Johan. Hangat. Namun terasa jauh. Belum sempat ia mendekat— Johan bergerak. Menjauh. Sedikit saja. Namun cukup terasa. “Tidur saja, ya,” ucap Johan datar. “Aku capek.” Marlina terdiam. “Oh… iya.” Tangannya perlahan ditarik. “Maaf… aku ganggu ya.” Tidak ada jawaban. Ia kembali membelakangi. Matanya terbuka. “Aku cuma kangen…” bisiknya pelan. Sunyi. Johan tidak merespon. Tidak bergerak. Tidak mendekat. Marlina ...

JEJAK Anda, KATA-KATA KISAH Anda, PUISI Anda, CINTA-NYA Anda Atau Pun SANJAK Anda TERUNGKAP DISINI

Gambar
AKU TAK MENYERAH  Aku disusun dari halaman usang,  Dari bab-bab catatan tangan milik orang  Tinta hitam menetes kan bait -bait luka Jadi bayang-bayang menghantui jiwa Sorot mata biru, menatap tajam  kejujuran yang menolak tenggelam   meski airnya luntur bersama kata. Pena tabah tetap di genggamannya Wajah robek-robek ditempel potongan cerita yang tak selalu dengan kisah indah  Tapi tangis ku bukan tanda kalah Ia menyusun ulang yang patah Aku tak menyerah Malang 08.05.2026 Ani Rafif Setiawan ✍️ =ooo0ooo=== 🍀🌺🌺🍀 Suara Tanah, Nama yang Tak Padam (Untuk Lukas Enembe) Hari ini, kita tidak sekadar berkumpul kita berdiri di antara duka dan sejarah yang hidup. Di tanah yang dijaga leluhur, di gunung yang menyimpan doa-doa lama, pernah lahir seorang pemimpin yang mendengar, bukan hanya berbicara. Namanya… Lukas Enembe. Bukan sekadar nama, tetapi gema yang menjalar dari lembah ke lembah, dari hati rakyat ke langit harapan. Ia data...