TPNPB Rampas Dua Senjata Laras Panjang Dan Tembak Tiga Aparat Militer Indonesia Di Tembagapura Dan Mendesak Tutup PT. Freeport Indonesia

Tetesan Air Mata Ibunda- Melangkah Tanpa Alas Kaki _Siaran Pers Ke V Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 11 Februari 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB dari Tembagapura bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan tiga orang aparat militer Indonesia serta perampasan 2 unit Senjata SS2, 2 unit magazin dan 50 butir amunisi, kini menjadi aset TPNPB. Ia juga melaporkan bahwa penyerangan yang terjadi di Tembagapura yang mengakibatkan Sertu Arifin tewas, Sertu Hendrikus dan Pratu Hardiansyah luka-luka dilakukan oleh pasukan TPNPB dari Timika dan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya sehingga kami bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.

Kami juga mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto dan Amerika Serikat untuk segera menutup PT. Freeport Indonesia diatas tanah leluhur kami, Tanah Papua. Jika tidak maka TPNPB akan tetap melakukan penyerangan dan penembakan diareal PT. Freeport Indonesia hingga Amerika, Indonesia dan Belanda dapat menyelesaikan akar persoalan konflik diatas Tanah Papua selama 63 tahun lebih dan kami juga menegaskan bahwa pengelolaan PT.Frreport Indonesia sejak tahun 1967 antara Amerika dan Indonesia hanyalah sepihak sebelum Pepera 1969 dilakukan. Dan ini adalah bukti kerja sama antara Amerika dan Indonesia sebelum penyerahan administrasi Papua ditangan Belanda kepada Indonesia atas tekanan Amerika Serikat demi kepentingan emas dan sumber daya alam Papua yang mengakibatkan banyak korban jiwa dari warga sipil dan rusaknya ekosistem alam yang berdampak pada manusia.

Terkait dengan hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada Presiden Donald Trump untuk meninjau kembali sejarah Papua dan konflik yang berkepanjangan yang sedang terjadi di atas Tanah Papua antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia yang mengakibatkan terjadinya banyak korban jiwa antara warga sipil dan kedua belah pihak. Serta PT. Freeport Indonesia yang berada diatas Tanah Papua menjadi akar utama konflik bersenjata yang sedang terjadi sehingga hal ini perlu diselesaikan oleh Amerika Serikat, Indonesia dan Belanda serta orang Papua.

Dan juga penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah PT. Freeport Indonesia akan terus terjadi jika pemerintah Indonesia, Amerika dan Belanda tidak dapat menyelesaikan akar persoalan konflik dan pertempuran akan terus meningkat di seluruh wilayah Papua jika negara Indonesia tidak membuka diri dalam penyelesaian masalah Politik antara negara kolonial Indonesia dengan orang Papua.

Demikian Siaran Pers Ke V Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 11 Februari 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
‎Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM. 
‎Jenderal Goliath Tabuni
‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM 
‎Letnan Jenderal Melkisedek Awom
‎Wakil Panglima TPNPB-OPM 
‎Mayor Jenderal Terianus Satto
‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
‎Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Pos.admin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK, KATA DAN KISAH, CINTA, PUISI, ATAU PUN SANJAK

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”