IJINKAN AKU MERINDUKANMU

 
(request by Kafani Fani  & Dety)
Pagi masih saja  menyisakan perih 
tiada lagi indahnya hari
hanya sepi dan sepi 
tiada lagi ucapan rindu
tiada lagi canda tawamu.

Mengapa rindu begitu menyiksa batinku
haruskah ku menangis 
tuk mengungkapkan segala rasa yang terpendam 
mungkin hanya airmata yang mampu bicara
setiap saat tiadamu terasa sayatkan luka.

Mungkin aku yang terlalu berharap 
pada ikatan cinta yang masih ku pertahankan 
namun engkau semakin menjauh dan membiarkanku terpuruk dalam keabadian pilu
sungguh harus bagaimana aku tanpamu.

Akankah waktu mengizinkan kita bertemu 
ingin aku memelukmu 
ingin aku menangis dan bersandar di bahumu
meski akhirnya kau akan meninggalkanku
meski aku harus sembunyikan luka dalam senyuman yang ku sunggingkan.

Post. Admind


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK, KATA DAN KISAH, CINTA, PUISI, SANJAK

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi