KAU dan AKU

𝑢𝑳𝑬𝑯 :
𝑨𝑴𝑨𝑺𝑻𝑨𝒁𝑯𝑨 π’‚π’ƒπ’Š 𝑴
Aku memikirkanmu
dari detik,menit,waktu,
jarum jam yg berputar mengelilingi
jiwa rasaku yg ada dalam benak hati
untuk secepatnya menikmati keindahan ini.

Malam memikirkanmu
mengingatkanku betapa beruntungnya,
jika memilikimu dan bersanding
di pangkuan hangatnya rindumu.

Cintaku padamu
tiada habisnya,
tiada batasan pula
krn cinta adalah selamanya
bukan sementara.

Betapa gelapnya malam
bulan rindumu yg tersemayam
tanpa cahaya sejuta bintang
maka ku hadir sebagai penerang
kehangatan sebagai pelengkap keAbadian.

Post. Admind

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK, KATA DAN KISAH, CINTA, PUISI, SANJAK

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi