KETIKA HARUS MEMILIH

Oleh. Kidung sang Perindu
Suatu hari saat matahari membuka tudung indahnya
Aku tersadar telah menghilang
Dalam kegelapan cinta yang runyam
Menikmati halusinasi mimpi yang tak mungkin tergapai.

Memaksa cinta untuk tetap hadir
Nyatanya hanya kecewa yang kunikmati hingga kepergian merupa pintu yang harus kulalui.

Dulu aku silap
Membiarkan cinta  mengalir disetiap nadi darah dan mengkanvaskan bahagia disetiap cerita.

Kemudian cahaya menembus seluruh kesejatian rhasa 
Relung kembali bergetar akan asma-Mu
Layaknya dedaunan yang mulai menguning aku menuai harapan.

Ini tentang cintaku dan mencintai-Mu

Dan aku memilih mencintai-Mu
Saat luka darimu merupa pedang waktu yang perlahan menggores .

SekarLangit, 30322

Post. Admind

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK, KATA DAN KISAH, CINTA, PUISI, SANJAK

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi