Attachment Theory (Teori Kelekatan) Pentingnya Orang Tua Berada Di Dekat Anak.

Tetesan Air Mata Ibunda- Kota jeruk 🍊 -Melangkah Tanpa Alas Kaki -Membaca artikel Time, soal pemisahan anak imigran gelap di batas negara Amerika Serikat dengan Meksiko. 

Saya yakin orang tua normal manapun pasti mengecam kebijakan pemerintah Amerika ini. Saya saja ketika harus pergi berangkat kerja lalu anak menangis saya pasti berusaha untuk menenangkannya terlebih dahulu. Tidak terbayangkan sedihnya dan stres yang dialami anak di Amerika sana waktu dipisahkan secara paksa dari orang tuanya.

Di artikel Time, Asosiasi Psikolog Amerika menyebutkan kemungkinan-kemungkinan dampak psikologis dari tindakan pemisahan tersebut seperti depresi, kecemasan, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), kecenderungan perilaku kekerasan, dan kesulitan dalam bersosialisasi. 

Menurut teman-teman psikolog saya juga trauma-trauma mental yang dialami anak pun dapat berpengaruh pada kecerdasan kognitifnya.

Ironisnya di lingkungan sekitar kita juga banyak orang tua mendidik anaknya dengan cara yang salah sampai menimbulkan trauma yang dampaknya tidak lebih ringan dari peristiwa pemisahan anak dan orang tua di Amerika tersebut. Entah karena kurangnya pengetahuan dalam mendidik anak, trauma bawaan orang tua, atau bahkan ketidaksiapan menjadi orang tua.

Saya akan membahas teori kelekatan (attachment theory) oleh John Bowlby yang menjelaskan betapa pentingnya kehadiran orang tua secara fisik terhadap perkembangan kognisi, emosi, serta sosial pada anak. Ketika anak-anak berpisah dengan pengasuhnya (orang tua), mereka akan mengalami penderitaan yang hebat meskipun terdapat pengasuh pengganti. Keberadaan pengasuh pengganti tidak mampu menghilangkan rasa cemas dan stres yang dialami oleh anak.

Bowlby menyatakan dalam teori kelekatannya (attachment theory) bahwa hubungan kelekatan di awal masa kehidupan anak merupakan prototipe untuk semua hubungan sosial di masa depan anak sehingga gangguan kelekatan yang terjadi dalam masa itu memiliki konsekuensi yang sangat berat. 

Usia 0 sampai dengan 5 tahun merupakan periode kritis pentingnya perkembangan keterikatan atau kelekatan anak pada pengasuhnya. Jika pada usia tersebut anak mengalami peristiwa yang menyebabkan terganggunya kelekatan dengan orang tuanya, seperti perilaku abai dari orang tua, perceraian orang tua, kematian, dan pemisahan karena konflik keluarga juga mempengaruhi kecerdasan serta perilaku agresif anak hingga usia dewasa.

Hati, satu waktu ia merasa cemas sangat ingin disayangi namun berubah merasa tidak pantas disayangi. Hal ini berdampak pada sulitnya mereka membangun suatu hubungan yang sehat dengan orang lain.

Dari teori kelekatan (attachment theory) ini sangat jelas pentingnya peranan orang tua dalam membesarkan anak dan menghasilkan individu-individu yang sehat secara psikologis. Ketika Anda sebagai orang tua menemukan adanya perilaku anak yang menunjukkan hal negatif, segera cari pertolongan atau konsultasikan dengan pihak profesional yang dapat membantu.

Tulisan ini terdapat juga di http://melintascakrawala.id/blog/50/dampak-jika-anak-dipisahkan-dari-orangtuanya-menurut-teori-kelekatan-attachment-theory

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK, KATA DAN KISAH, CINTA, PUISI, ATAU PUN SANJAK

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”