Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Kerusakan Hutan Papua Dipandang Sebagai Konsekuensi Sebagai Embangunan Pemerintah Namun Merusak Kehidupan Masyarakat dan Ekosistemnya

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota jeruk 🍊- Melangkah Tanpa Alas Kaki - Kerusakan hutan Papua dipandang sebagai konsekuensi dari model pembangunan yang sangat eksploitatif dan berorientasi tambang/infrastruktur, dengan mengorbankan hak masyarakat adat dan kelestarian ekosistem. ‎ Koridor dan proyek pembangunan yang mendorong deforestasi masif Pembangunan “koridor ekonomi” dan infrastruktur membuka akses ke hutan primer Papua, memicu konversi hutan dan lahan gambut, bahkan sampai ke kawasan warisan dunia seperti Lorentz, sementara pertimbangan lingkungan dan masyarakat lokal disingkirkan demi akses sumber daya alam. Program nasional seperti MP3EI dan MIFEE mendorong hilangnya hingga sekitar 76% lahan gambut di Papua, menunjukkan prioritas ekonomi di atas perlindungan lingkungan ruang hidup rakyat ‎ Tambang skala besar merusak ekosistem dan mengancam hidup masyarakat adat. Aktivitas PT Freeport dan tambang besar lain mengakibatkan pencemaran sungai, kerusakan ribuan hektar hutan,...

LAGI, PENANGKAPAN LIAR TERHADAP 12 ASN DAN WARGA SIPIL DI INTAN JAYA, PAPUA

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Melangkah Tanpa Alas Kaki - Intan jaya , Penangkapan 12 orang, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan warga sipil, oleh aparat keamanan Indonesia di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada 18 Februari 2026, telah menimbulkan kekhawatiran akan hak asasi manusia (HAM) di wilayah tersebut.   KOMNAS TPNPB telah meminta pantauan dan advokasi untuk kasus ini, serta menyerukan untuk menghentikan penangkapan liar dan darurat militer di Intan Jaya, Papua. Penangkapan ini dilakukan tanpa adanya prosedur yang jelas dan transparan, sehingga menimbulkan dugaan bahwa penangkapan tersebut bersifat sewenang-wenang. Dua dari 12 orang yang ditangkap disebut dituduh sebagai anggota TPNPB tanpa bukti dan dipaksa mengucapkan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. KOMNAS TPNPB juga mengklaim bahwa Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Intan Jaya telah dijadikan markas militer sejak konflik bersenjata terjadi di wilayah tersebut pada 2019. Merek...

Mengapa TPNPB Masih Bergerilya? Dan Proklamasi 1 Juli 1971 dan gerakan militer Papua Barat

Gambar
Disusun oleh: Biro Agitasi dan Propaganda Komite Pusat-Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Pendahuluan Sejarah perjuangan rakyat Papua Barat tidak terlepas dari pergerakan militer Papua Barat, yang telah menjadi fondasi mempertahankan kemerdekaan bangsa Papua Barat, yang telah direbut atau dianeksasi oleh bangsa kolonial Indonesia. Sejak kemerdekaan direbut secara paksa perjuangan oleh rakyat Papua Barat pada 1 Desember 1961 merupakan revolusi demokratik bagi rakyat Papua Barat. Namun, tahapan itu merujuk pada dekolonisasi sepihak antara Indonesia, Belanda, Amerika Serikat dan PBB tanpa melibatkan satu pun rakyat Papua Barat atau pun tidak pernah dipertanyakan tentang penentuan nasib sendiri–apakah ingin merdeka atau bergabung sama Indonesia. Seketika, terjadinya dekolonisasi West Papua atau aneksasi bangsa Papua Barat secara sepihak itu, menghadirkan banyak gejolak dan konfrontasi yang mengancam rakyat asli Papua Barat melalui militer kolonial Indonesia dari invasi militer kolo...

FISIOLOGI KEHIDUPAN

Gambar
Melewati Masa-Masa Sulit — Panduan Seorang Stoik Nasihat tulus Seneca kepada seorang teman yang sedang terluka....  Hidup bukanlah perkara mudah. Di mana pun Anda berada saat ini, dan ke mana pun Anda akan pergi, akan ada kesulitan. Akan ada rasa sakit. Akan ada penderitaan. Akan ada kehilangan. Akan ada saat-saat ketika keinginan untuk menyerah hampir tak tertahankan. Akan ada malam-malam ketika Anda tidak bisa tidur, dan gelisah selama berjam-jam... dan pagi-pagi ketika Anda berharap bisa tetap di tempat tidur dan tidak menghadapi dunia. Inilah takdir kita — untuk menjelajah ke dalam kegelapan, mencari cahaya. Hidup bukanlah perkara mudah, terutama ketika Anda memilih untuk menjalani hidup sesuai keinginan Anda sendiri — untuk berjuang meraih impian dan keunggulan. Jalan yang kita berdua tempuh akan menuntut pengorbanan untuk meraih harta karunnya. Dan itu tidak apa-apa. Rasa sakit, kesulitan, kesukaran — tak terelakkan. Yang dapat kita pilih, dan kendalikan, adala...

Attachment Theory (Teori Kelekatan) Pentingnya Orang Tua Berada Di Dekat Anak.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Kota jeruk 🍊 -Melangkah Tanpa Alas Kaki - Membaca artikel Time, soal pemisahan anak imigran gelap di batas negara Amerika Serikat dengan Meksiko.  Saya yakin orang tua normal manapun pasti mengecam kebijakan pemerintah Amerika ini. Saya saja ketika harus pergi berangkat kerja lalu anak menangis saya pasti berusaha untuk menenangkannya terlebih dahulu. Tidak terbayangkan sedihnya dan stres yang dialami anak di Amerika sana waktu dipisahkan secara paksa dari orang tuanya. Di artikel Time, Asosiasi Psikolog Amerika menyebutkan kemungkinan-kemungkinan dampak psikologis dari tindakan pemisahan tersebut seperti depresi, kecemasan, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), kecenderungan perilaku kekerasan, dan kesulitan dalam bersosialisasi.  Menurut teman-teman psikolog saya juga trauma-trauma mental yang dialami anak pun dapat berpengaruh pada kecerdasan kognitifnya. Ironisnya di lingkungan sekitar kita juga banyak orang tua mendidik anaknya denga...

TPNPB Rampas Dua Senjata Laras Panjang Dan Tembak Tiga Aparat Militer Indonesia Di Tembagapura Dan Mendesak Tutup PT. Freeport Indonesia

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda- Melangkah Tanpa Alas Kaki _Siaran Pers Ke V Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 11 Februari 2026 Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.! Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB dari Tembagapura bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan tiga orang aparat militer Indonesia serta perampasan 2 unit Senjata SS2, 2 unit magazin dan 50 butir amunisi, kini menjadi aset TPNPB. Ia juga melaporkan bahwa penyerangan yang terjadi di Tembagapura yang mengakibatkan Sertu Arifin tewas, Sertu Hendrikus dan Pratu Hardiansyah luka-luka dilakukan oleh pasukan TPNPB dari Timika dan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya sehingga kami bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Kami juga mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto dan Amerika Serikat untuk segera menutup PT. Freeport Indonesia diatas tanah leluhur kami, Tanah Papua. Jika tidak maka TPNPB akan tetap melakukan penyerangan dan penembakan diareal PT. Freeport Ind...

UNIVERSITAS KATOLIK FAJAR TIMUR PAPUA TRANSFORMASI DARI STFT FAJAR TIMUR

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Holandia Jayapura -Melangka Tanpa Alas Kaki- Sebuah sejarah baru tercipta di Tanah Papua dengan diresmikannya Universitas Katolik (UNIKA) Fajar Timur Papua. Transformasi dari Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) menjadi universitas ini menandai peningkatan status institusi tersebut dalam jenjang pendidikan tinggi di Indonesia. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua selatan dan Papua Barat Daya, Dr. Suriel Semuel Mofu, S.Pd., M.Ed. TEFL., M.Phil (Oxon) menceritakan awal mula rencana besar ini yang berawal dari komunikasi singkat lewat telepon genggam bersama Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You. "Tiga tahun lalu, bapak Uskup menelepon saya. Uskup menyampaikan jika dirinya ingin mendirikan Universitas Katolik. Waktu itu saya sampaikan kalau peluangnya cuma satu, yaitu perubahan bentuk STFT Fajar Timur sebagai universitas. Kini sudah waktunya STFT Fajar Tim...

FILSAFAT ILMU MAMA DARI SEMUA ILMU

Gambar
Ketulusan Dalam Kekaguman: Membaca Makna Mendalam dari Friedrich Nietzsche “ There is an innocence in admiration; it is found in those to whom it has never yet occurred that they, too, might be admired some day.” – Friedrich Nietzsche Dalam kehidupan yang semakin terhubung namun kerap terasa asing, manusia tetap membutuhkan rasa dikagumi dan mengagumi. Dalam sebuah kutipan yang penuh makna, Friedrich Nietzsche mengungkapkan bahwa ada kepolosan dalam rasa kagum—yang hanya ditemukan pada mereka yang belum pernah membayangkan bahwa suatu hari mereka pun bisa dikagumi. Pernyataan ini menyentuh sisi paling manusiawi dalam diri kita: keinginan untuk menghargai orang lain tanpa pamrih, tanpa niat tersembunyi, tanpa rasa iri, apalagi kompetisi. Kagum, dalam pandangan Nietzsche, bukan sekadar soal pujian, melainkan cerminan ketulusan hati yang belum tercemar oleh ambisi diri. Artikel ini akan mengupas makna kutipan tersebut dari sudut pandang eksistensial, sosial, dan psikologis, se...