HUJAN SENJA INI

Oleh: Mahesa Jenar
Semburat curahnya menyilaukan mata
Dengan garis-garis yang kaku dan melebar
Seperti batang alang-alang perak yang berderak
Sesekali liukannya terhempas angin lantang
Membasah semua yang berdiang di emperan jalan
Dan senja bagai sebuah lampu lalu lintas yang redup dinyalakan
Ragu mengizinkan hujan melintas atau diam

Aku menatap hujan, selama sepuluh detik penuh 
Memberi waktu pada otakku untuk memutuskan;
Terus berjalan atau tenang berdiang

Post. Admind

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK, KATA DAN KISAH, CINTA, PUISI, SANJAK

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi