KEABADIAN CINTA

Oleh. Gemuruh
Aku merindukan senyuman mu, sebagai mana bintang Utara , menantikan seulas bulan sabit.

Larut malam sekali aku beranjak,keperdauan mimpi membaca secarik puisi yang kuyakini sebagai doa .

Aku menggenangi senyum mu, sebagai mana lembaran daun keladi ,menggenangkan butiran embun , meski malam tadi hujan ,air mata menggenangi sejadah malam ku .

Seulas senyum mu , menjelma perahu dan aku berhasil mengarungi mimpi ku.

Kadang aku menghindar senyum mu , sebagai mana hujan memilih sembunyi di balik mendung yang datang dari timur sebab aku yakin pasti hatiku akan runtuh dan seluruh puisi -puisi doaku akan luruh menjelma gradasi cahaya yang mewarnai mimpi ku ,aku takut terperangkap lama dan tak pernah bisa kembali.

"Aku kembali ke mimpi ku , ketika senyum mu kian sempurna,aku makin yakin cinta ku kian paripurna, menuju ke barat , tempat dimana kiblat doaku ku sematkan 
dan puisi -puisi munajat kan keabadian .

Post. Admind


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK, KATA DAN KISAH, CINTA, PUISI, SANJAK

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi