SEPASANG PUISI

Oleh : Po'ci Ku
Aku mencintai luka ini, dari sudut sakit mana 'pun aku masih candu menuliskan tentang dirimu.

Jatuh cinta seorang penyair, tidaklah sama seperti sang penyinyir. Berkata indah kala bersama, mengumpat ria ketika sudah terpisah.

Dirimu akan tetap abadi dalam tubuh puisinya, seolah menjadi aliran kata pada setiap inspirasinya.

Jangan pernah mengira akan m a t i d i t u s u k - t u s u k sepi, nyatanya sunyi adalah yang paling dicari.

Bahkan mengerti tanpa harus berbicara, mengenali tanpa harus menunjukan diri.

Post. Admind

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK, KATA DAN KISAH, CINTA, PUISI, SANJAK

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi