Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

KAU dan Aku SANJAK Penyatuan dan Perpisahan Cinta

Gambar
POV Suami “Aku mencintainya… tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri. Dia sudah berubah. Dan aku mulai mencari hangat itu… di wanita lain.” BAB 1 – SENTUHAN YANG DITEPIS Lampu kamar sudah padam sejak satu jam lalu. “Aku belum tidur, Mas…” suara Marlina pelan, nyaris berbisik. Tidak ada jawaban. Di sisi lain ra njang, napas Johan terdengar teratur. Terlalu tenang. Marlina menatap gelap. Lalu bergeser sedikit. “Mas…” Hanya itu. Ujung jarinya menggantung di udara, ragu. “Aku cuma… mau dekat,” gumamnya lirih, lebih kepada dirinya sendiri. Ia akhirnya menyentuh punggung Johan. Hangat. Namun terasa jauh. Belum sempat ia mendekat— Johan bergerak. Menjauh. Sedikit saja. Namun cukup terasa. “Tidur saja, ya,” ucap Johan datar. “Aku capek.” Marlina terdiam. “Oh… iya.” Tangannya perlahan ditarik. “Maaf… aku ganggu ya.” Tidak ada jawaban. Ia kembali membelakangi. Matanya terbuka. “Aku cuma kangen…” bisiknya pelan. Sunyi. Johan tidak merespon. Tidak bergerak. Tidak mendekat. Marlina ...

Penentuan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua Barat sebagai Solusi

Gambar
Artikel, Eko Vinsen  Penentuan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua Barat sebagai Solusi “Tutup Freeport, Kembalikan Otsus, Bubarkan MRP, dan Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri bagi Bangsa Papua Barat” Momentum 59 tahun kontrak karya tambang di Papua menjadi titik refleksi penting bagi rakyat Papua. Aksi Nasional 7 April 2026 bukan hanya sekedar peringatan sejarah, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap sistem yang dianggap tidak adil. Dalam perspektif ini, kehadiran perusahaan tambang seperti Freeport-McMoRan dipandang sebagai akar dari berbagai persoalan struktural di atas tanah Papua. Awal Penemuan dan Kepentingan Global Sejarah eksploitasi sumber daya Papua bermula dari penemuan bijih mineral oleh Jean Jacques Dozy pada tahun 1936 di wilayah pegunungan Jayawijaya. Temuan ini kemudian menarik perhatian dunia internasional, terutama ketika ekspedisi ke kawasan Cartenz dilakukan untuk membuktikan keberadaan salju di daerah tropis sebuah fenomena yang sebelumnya diragukan o...

Senator Paul Finsen Mayor, Dinyatakan Tidak Terbukti Melanggar Kode Etik DPD RI

Gambar
Tetesan air mata Ibunda, Kota Tua Senayan Jakarta, Melangkah Tanpa Alas Kaki- Senator DPD RI asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, dinyatakan tidak terbukti melanggar kode etik oleh Badan Kehormatan (BK) DPD RI.  Berikut adalah poin-poin utama terkait keputusan tersebut per April 2026 : Hasil Rapat BK DPD RI : Berdasarkan rapat Badan Kehormatan, Paul Finsen Mayor dikonfirmasi tidak bersalah atas tuduhan pelanggaran etik yang sebelumnya dilaporkan. Polemik dengan MRP : Keputusan ini muncul di tengah polemik antara Paul Finsen Mayor dengan Majelis Rakyat Setanah Papua (MRP) Papua Barat Daya, di mana Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, sempat meminta agar perselisihan tersebut dihentikan demi menjaga stabilitas institusi. Konteks Kasus : Kasus ini sebelumnya mencakup saling lapor dan tuduhan di media sosial, termasuk kritik dari anggota MRP, Selly Kareth, terkait pernyataan-pernyataan Paul di ruang publik di Indonesia. Sikap Senator : Pasca putusan BK,...