Penindasan dalam konteks Kolonialisme Merupakan Salah Satu Faktor Utama yang di Atur Dalam struktur Organisasi Otoriter Kemiliteran

Artikel
Oleh. Gemuruh
Penindasan dalam konteks Kolonialisme merupakan salah satu faktor utama yang di atur dalam struktur organisasi otoriter secara struktural dan dalam metode Penindasan terdapat (2)/Dua Faktor utama Dalam mengeksploitasi sumber-sumber kekayaan & manusia,Yakni ;
* Perampasan tanah
* pengusiran Rakyat Pribumi

Secara Radikal dalam konteks PERAMPASAN TANAH DAN PENGUSIRAN RAKYAT PRIBUMI Terdapat banyak dan secara materiil Tidak ada akar Bangsa-bangsa Melayu ada kaitannya dengan bangsa-bangsa Melanesia,pula.

Secara garis besar Indonesia tidak punya hubungan apapun dengan Papua,Dan secara garis besar keturunan Indonesia dengan orang Papua dari penciptaan/Pemunculan manusia pertama sampai pada tahun Hari embrio yang cacat itu belum ada.

Indonesia yang merupakan bangsa Melayu dan dalam konteks Kolonialisme Indonesia adalah negara Penindas tanpa dasar hukum yang jelas dan tanpah dasar batas wilayah yang jelas,kami orang Papua menyebutkan negara kolonial Indonesia sebab ,jelas, sebab tata Bangsa Papua telah dilenyapkan.

Indonesia negara yang berbentuk Republik dan diatur oleh hukum dan ideologi negara pasca 1;5 tentang "keadilan dan sosial" semua dari 1 pasca dan sila pertama sampai lima hanya ucapan manis semata,pada praktek nya brutalisme sedang bertumbuh subur di tubuh Pemerintah republik Indonesia dan militer republik Indonesia berperan aktif meng kriminalisasi dalam konteks tindakan kekerasan militerisme.

Sekarang, Dalam tata Provinsi: 
* Papua &
** Papua barat 
Terdapat banyak kabupaten dan diatur dalam undang-undang Indonesia yang sama dan di era reformasi birokrasi politik karena adanya perbedaan antara Pro dan Kontra dan makin banyak pula kontra maka, strategi Politik dalam upaya peningkatan Pendekatan Kontra Papua dengan Pro Otoriter dalam upaya meningkatkan supra-Republik Indonesia dengan penyediaan oleh NEGARA dalam konteks DOB (Daerah Otonom baru) bagi kontra rakyat papu.

Yang akan datang dalam tata DOB bagi Papua

Manusia pro Indonesia dan Manusia kontra Indonesia
Demi kepentingan setiap pemimpin bagi para gubernur DOB, semua rakyat akan jadi taruhan Nyawa, dalam konteks Perlawanan Antar Pimpinan, dan militer republik Indonesia tidak akan turun tangan mengamankan konflik/perang horizontal yang akan terjadi, disitulah letak pemisahan Rakyat Papua dan rakyat Papua yang merupakan kaum tertindas.

Yang kita jaga adalah

Apa bilah semua sarjanawan/i semua pada menjadi PNS dan baku harap antar pejuang dan semua pada ikut-ikutan maka perjuangan pembebasan Papua akan punah 100% dan Partai politik perlawanan tidak akan ada lagi.

Kutipan di atas ini merupakan fakta dari pengalaman sebelumnya sebab banyak pecinta popularitas di kalangan para sarjanawan,dari pada jadi yang mempertahankan argumen Pembebasan Papua, sekian banyak hanya sedikit dan apalagi DOB muncul,kita tidak tahu hanya Tuhan yang tahu .

Semoga bermanfaat ✍️

Post. Admind

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK Anda, KATA-KATA KISAH Anda, PUISI Anda, CINTA-NYA Anda Atau Pun SANJAK Anda TERUNGKAP DISINI

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi