Modernisme di Jalan masa depan

Karya :Sekuriti Jln Raya 
Seorang perempuan kaum muda melihat ke luar jendela, dunia meninggalkannya berjalan tertatih, lengan bajunya didinginkan seperti pesan di lagu perjuangan, kala itu waktu membawa melaju ke depan terlalu cepat waktu menjalankan dunia di luarnya melaju dan melupakan dirinya sendiri  (Berto Tukan, Puisi seorang lelaki tua di atas puncak .

Modernitas tidak bisa dilepaskan dari apa yang disebut sebagai permasalahan dan ketakutan, ambiguitas dan kontradiksi.

 Aspek-aspik ini melekat dalam modernitas, oleh sebab itu, suka atau tidak suka, masalah dan ketakutan, ambiguitas dan kontradiksi harus hidup secara bersamaan demi tetap terlibat dalam semesta yang mana, seperti kata Bermain saat dia mengutip Karl Marx, “segala yang solid menguap dalam udara”  semua yang padat melebur menjadi udara Timur. 

Post. Admind

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK, KATA DAN KISAH, CINTA, PUISI, SANJAK

Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, Orang Sulawesi yang Mengklaim Diri Sebagai “Anak Papua”

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi