Benhur Tomi Mano, Angkat Bicara dan Menegaskan Sikap Resmi Manajemen Pasca Dijatuhkannya Sanksi Berat Oleh Komite Disiplin PSSI.
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Jayapura -Melangkah Tanpa Alas Kaki- JAYAPURA – Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, angkat bicara dan menegaskan sikap resmi manajemen pasca dijatuhkannya sanksi berat oleh Komite Disiplin PSSI.
Persipura dipastikan akan melayangkan gugatan permohonan banding ke Komisi Banding PSSI, dengan harapan hukuman larangan bermain tanpa kehadiran penonton selama satu musim penuh di Liga 2 Championship 2026/2027 dapat dikaji ulang dan diringankan.
Dalam pernyataannya yang tegas dan penuh harap, Benhur Tomi Mano menyatakan bahwa langkah ini diambil demi menyelamatkan keberlangsungan klub kebanggaan masyarakat Papua tersebut. Sanksi larangan penonton selama satu musim penuh di Stadion Lukas Enembe dinilai terlalu berat dan berpotensi melumpuhkan roda keuangan Persipura Jayapura, mengingat kontribusi besar para pendukung setia.
"Kita akan ajukan banding. Kami berharap ada keringanan, mungkin satu atau dua pertandingan saja tanpa penonton atau bentuk sanksi lain yang lebih ringan, atau paling tidak hanya berlangsung setengah musim saja. Kami tidak meminta dibebaskan sepenuhnya, kami sadar ada kesalahan, tapi mohon ukurannya disesuaikan," ujar Benhur Tomi Mano dalam keterangannya, Senin (16/5/2026), seperti terlihat dalam pernyataan tertulisnya.
Poin utama yang menjadi dasar kuat permohonan banding tersebut adalah faktor keuangan klub. Benhur menegaskan secara jujur dan terbuka, bahwa sumber pemasukan terbesar dan paling utama bagi kas Persipura Jayapura selama ini bersumber langsung dari kehadiran ribuan suporter yang memadati tribun Stadion Lukas Enembe setiap kali tim berjuluk Mutiara Hitam itu bertindak sebagai tuan rumah.
Hilangnya pendapatan dari penjualan tiket, dukungan dagangan, dan atmosfer ekonomi di sekitar stadion selama satu musim penuh, dikhawatirkan akan sangat memberatkan manajemen dalam menjalankan operasional tim, membayar kewajiban, dan mencapai target prestasi. Hal ini yang mendorong pihaknya memohon kebijaksanaan tinggi dari dewan pertimbangan.
"Pemasukan terbesar untuk finansial klub itu dari suporter yang datang ke Stadion Lukas Enembe untuk mendukung Persipura. Tanpa mereka, dampaknya sangat besar bagi ekonomi kami. Kami dengan rasa hormat memohon agar Dewan Komisi Banding PSSI bisa pertimbangan hal ini dengan bijak. Kami siap dihukum, kami siap berbenah keamanan, tapi jangan ambil hak kami sepanjang musim, cukup dikurangi saja," tambahnya penuh harap.
Manajemen Persipura juga menegaskan komitmen penuh untuk memperbaiki segala kekurangan yang menjadi penyebab insiden kerusuhan pada 8 Mei lalu. Perubahan sistem keamanan total, kerja sama erat dengan aparat keamanan, dan edukasi suporter telah disiapkan matang. Oleh karena itu, sanksi yang berat pun dinilai tidak perlu berlangsung lama karena jaminan ketertiban sudah ada di tangan.
Kini, berkas permohonan banding sedang disusun lengkap dengan alasan‑alasan objektif dan data keuangan, dan akan segera dikirimkan ke kantor pusat PSSI. Seluruh mata pencinta sepak bola Papua kini tertuju ke Jakarta, menanti apakah Komisi Banding PSSI akan mengabulkan permohonan pertama kali ini, sehingga Persipura Jayapura bisa kembali merangkul jutaan pendukungnya di paruh kedua kompetisi nanti.
Pos. Admin
Komentar
Posting Komentar