Front Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara se-Indonesia Gelar Jumpa Pers di Manado, Soroti Darurat Militer dan Kemanusiaan di Tolikara
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua SULAWESI UTARA Melangka Tanpa Alas kaki-MANADO, SULAWESI UTARA, Front Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara se-Indonesia menggelar jumpa pers di Manado, Sulawesi Utara, pada 15 Oktober 2026.Pukul 4: 35 WIT.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengangkat tema besar, *“Tolikara Darurat Militer dan Kemanusiaan”* serta menyampaikan sepuluh tuntutan terkait situasi keamanan, perlindungan warga sipil, penegakan hukum, dan penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Kabupaten Tolikara Pada Umum nya Seluruh Tanah Papua.
1. Kami mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk segera Tarik Militer Non Organik di distrik Telengeme, Kembu dan Ngudagi.
2. Kami Kami mendesak kepada DPRK, DPRP Sertah MRP untuk segera melakukan Evakuasi terhadap warga sipil di Kab.Tolikara Distrik Gilumbandu, Telengeme, Kembu dan Gudagi.
3. Kami mendesak kepada pemerintah Pusat dalam hal ini presiden Prabowo Subianto untuk segera tarik militer non organik di kabupaten Tolikara dan seluruh Tanah Papua.
4. Kami mendesak kepada Tokoh Gereja, Pemuda, Dan Tokoh adat segera menyelamatkan umat di wilayah Kembu.
5. Kami Menolak keras perijinan keberadaan Pos Militer organik dan Non Organik di rana warga sipil di kabupaten Tolikara Distrik Gilumbandu, Telengeme, Kembu dan Ngundangi sertah seluruh Tanah Papua.
6. Kami menuntut kepada Kapolres Tolikara untuk segera di adili pelaku pembunuhan warga sipil. 1. Korona Penggu. 2. Legion Karoba 3. Elki Wunungga 4. Carles Kogoya
7. Kami menuntut Kepada Kapolda Papua untuk segera cobot Jabatan Kapolres Tolikara.
8. Kami Menolak Perijinan Penanaman padi di Distrik Dow dan wari Kabupaten Tolikara dan PSN seluruh Tanah Papua.
9. Kami mendesak kepada Pemerintah RI segera Tuntaskan Pelanggaran HAM di Tanah Papua.
10. Kami mendesak kepada Pemerintah RI segera membuka Akses Seluas-luasnya terhadap Jurnalis Asing di atas Tanah Papua.
Dalam pernyataan sikapnya, Front Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara se-Indonesia mendesak pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga legislatif, aparat penegak hukum, serta tokoh agama dan adat untuk mengambil langkah-langkah yang dinilai perlu guna melindungi masyarakat sipil di wilayah terdampak.
Mahasiswa menyoroti keberadaan militer organik dan non organik di sejumlah wilayah Kabupaten Tolikara. Mereka mendesak penarikan pasukan militer nonorganik dari Distrik Gilumbandu, Telenggeme, Kembu, dan Gudagi, serta meminta pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menarik militer organik dan nonorganik dari Kabupaten Tolikara dan seluruh Tanah Papua.
Selain itu, mahasiswa mendesak DPRK, DPRP, dan MPR agar segera melakukan evakuasi terhadap warga sipil di Distrik Telenggeme, Kembu, dan Gudagi. Mereka juga meminta tokoh gereja, tokoh agama, kalangan intelektual, serta tokoh adat untuk mengambil langkah penyelamatan dan perlindungan umat di wilayah Kembu.
Dalam tuntutan lainnya, Front Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara se-Indonesia menyatakan penolakan terhadap perizinan pendirian pos militer organik maupun nonorganik di lingkungan permukiman warga sipil di Kabupaten Tolikara dan seluruh Tanah Papua.
Terkait penegakan hukum, mahasiswa mendesak Kapolres Tolikara agar memproses secara hukum pihak-pihak yang mereka sebut dalam pernyataan sikap terkait dugaan pembunuhan warga sipil, yakni Korona Penggu, Legion Karoba, Elki Wunungga, dan Charles Kogoya. Mereka juga meminta Kapolda Papua untuk mencopot Kapolres Tolikara dari jabatannya.
Di bidang pembangunan, mahasiswa menyatakan penolakan terhadap perizinan penanaman padi di Distrik Dow dan Wari, Kabupaten Tolikara, serta Proyek Strategis Nasional (PSN) di seluruh Tanah Papua.
Mereka turut mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk menuntaskan dugaan pelanggaran HAM di Tanah Papua dan membuka akses seluas-luasnya bagi jurnalis asing agar dapat melakukan peliputan di wilayah tersebut.
Melalui jumpa pers ini, Front Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara se-Indonesia menyampaikan sikap politik dan kemanusiaan mereka serta mendesak pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti sepuluh tuntutan tersebut dan meminta untuk menanggapi secara serius.
Jikalau Pihak bersangkutan tidak menanggapi Maka kami Pront solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Tolikara se-Indonesia akan Melakukan Aksi Jilid 2 Seluruh Indonesia dengan Temah yang sama yaitu "Tolikara Darurat Militer dan Kemanusiaan.
Pos. Admin
Komentar
Posting Komentar