ISRAEL TELAH BERGABUNG DENGAN FORUM KEPULAUAN PASIFIK ORGANISASI POLITIK UTAMA DI WILAYAH TERSEBUT SEBAGAI MITRA

Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Suva Fiji -Melangkah Tanpa Alas kaki- Suva Fiji Israel telah bergabung dengan Forum Kepulauan Pasifik, organisasi politik utama di wilayah tersebut, sebagai mitra. Negara tersebut yang memiliki kedekatan mendalam dari komunitas Pasifik mengonfirmasi keputusan tersebut dalam sebuah siaran pers pada hari Selasa 20 Oktober 2026 Rabu dikutip  berita NZDT.

Ini adalah sejarah baru bagi diplomasi Pasifik dan Timur Tengah. Forum Kepulauan Pasifik atau Pacific Islands Forum PIF yang beranggotakan 18 negara anggota yaitu Australia Fiji Kiribati Kepulauan Marshall Mikronesia Nauru Selandia Baru Palau Papua Nugini Samoa Kepulauan Solomon Tonga Tuvalu Vanuatu dan lain-lain selama ini memiliki 21 Mitra Dialog Dialogue Partners. Kini dengan kebijakan kemitraan baru yang disahkan pada KTT PIF ke 55 di Palau 30 Agustus sampai 3 September 2026 sistem mitra dibagi menjadi dua tingkat yaitu Strategic Partners dan Sectoral Partners.

Israel masuk dalam daftar antrian 6 negara yang berharap mendapatkan status Mitra Dialog bersama dengan Arab Saudi Ukraina Denmark Ekuador dan Portugal. Pada pertemuan di Sekretariat PIF di Suva Fiji yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Baron Divavesi Waqa Duta Besar Israel untuk Pasifik Maya Yaron dan Kepala MASHAV program kerjasama pembangunan Israel Duta Besar Eynat Shlein hadir langsung mempresentasikan program MASHAV.

Baca kisah selengkapnya dari Kaya Selby yang ditautkan di bawah ini menunjukkan bahwa fokus kerjasama Israel dengan Pasifik bukan pada uang besar tetapi pada kualitas teknologi yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara kepulauan kecil.

Item yang dapat difokuskan secara cerdas dalam kemitraan ini adalah:

Pertama ketahanan air dan pangan. Israel adalah pemimpin dunia dalam teknologi irigasi tetes desalination dan pertanian di lahan kering. Ini sangat relevan dengan negara-negara Pasifik seperti Fiji Kiribati Tuvalu yang menghadapi ancaman naiknya permukaan air laut dan kekeringan. Program magang pertanian Israel-Fiji yang sudah berjalan dengan 50 mahasiswa di Navuso dan Tutu Rural Training Centre di Taveuni menjadi contoh nyata.

Kedua teknologi dan keamanan siber. Dalam kunjungan delegasi Israel ke Fiji dan Papua Nugini baru-baru ini termasuk perwakilan perusahaan pertahanan Elbit dibahas kerjasama cybersecurity untuk memperkuat kerangka keamanan Fiji. Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka menyebut ini sebagai langkah strategis.

Ketiga diplomasi simbolik dan suara di PBB. Negara-negara Pasifik seperti Nauru Palau Mikronesia Papua Nugini dan Fiji selama ini menjadi pendukung konsisten Israel di PBB termasuk dalam voting tentang Palestina. Nauru bahkan telah membuka kedutaan besarnya di Yerusalem pada Agustus 2019 diikuti Papua Nugini pada September 2023 dan Fiji yang mengumumkan pada 17 September 2025 akan membuka kedutaan di Yerusalem. Dengan menjadi mitra PIF Israel mendapatkan legitimasi bahwa ia tidak terisolasi dan memiliki penerimaan internasional.

Keempat konteks geopolitik besar. Bergabungnya Israel dan juga Uni Emirat Arab yang baru bergabung sebagai Strategic Partner pada KTT Palau 2026 menunjukkan bahwa Pasifik kini menjadi arena persaingan kekuatan menengah middle powers tidak hanya Amerika Serikat dan China. Jika China menawarkan infrastruktur dan Amerika menawarkan pakta pertahanan seperti Pukpuk Treaty dengan Papua Nugini maka Israel dan UAE menawarkan kerjasama sektor spesifik yang langsung menyentuh masyarakat.

Kelima masa depan kemitraan. Menurut Wakil Sekretaris PIF Esala Nayasi ke depan hanya Strategic Partners yang akan bertemu dengan para pemimpin di tingkat KTT sedangkan Sectoral Partners termasuk kemungkinan Israel pada tahap awal akan terlibat di tingkat menteri untuk membahas prioritas nasional seperti ketahanan air pelatihan teknis dan manajemen bencana.

Dengan bergabungnya Israel sebagai mitra maka Forum Kepulauan Pasifik menegaskan dirinya sebagai Blue Pacific Continent yang terbuka untuk kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi komunitas bukan hanya janji politik. Langkah ini diperkirakan akan membuka jalan bagi kerjasama MASHAV yang lebih luas di seluruh 18 negara anggota PIF dalam menghadapi tantangan perubahan iklim ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.


Pos. Admin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JEJAK Anda, KATA-KATA Anda, KISAH Anda, PUISI Anda, CINTA-NYA Anda Atau Pun SANJAK Anda TERUNGKAP DISINI

Jadwal Siaran Langsung Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Laga Pembuka Grup I.

Demonstrasi Damai Seluruh Indonesia dibawa Organisasi Media Rakyat PAPUA KNPB Memperingati 64 Tahun New York Agreement