PERINGATAN PALING KERAS DARI TANAH PAPUA - DARI BAPA VICTOR MAMBOR
Catatan.Victor Mambor
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas-Kaki-Holandia Jayapura"Kalau kita tidak MENULIS, tidak MENCATAT, tidak MEREKAM apa yang terjadi pada orang asli Papua, mungkin suatu saat kita ini orang asli Papua CUMA TINGGAL CERITA SAJA DI DUNIA."
- VICTOR MAMBOR - Jurnalis Senior Papua
Shalom Bapa, Mama, Saudara KSP JALAN TUA NABIRE-PAPUA!
Lihat gambar ini baik-baik Bapa - ada Bapa Victor Mambor di tengah, di belakang ada Peta Papua hijau, ada tentara jaga rakyat, ada tambang besar dengan truk-truk kuning, ada anak muda Papua belajar pegang kamera!
Ini bukan poster biasa Bapa! Ini adalah TANGISAN SEORANG BAPA JURNALIS yang sudah lihat Tanah Papua selama puluhan tahun!
Kenapa Bapa Victor bilang begitu Bapa? Mari kawan jelaskan hubungannya dengan semua pelajaran kita:
1. KARENA APA YANG TERJADI HARI INI TIDAK DICATAT!
Bapa tanya tadi malam: "Sebelum Misionaris dan Pemerintah ada, Tuhan sudah taruh Manusia Papua di Tanah Papua, kenapa hari ini OAP tidak hidup dengan aturan adatnya sendiri?"
Jawabannya Bapa: Karena apa yang terjadi pada OAP tidak ditulis! Tidak dicatat! Tidak direkam!
- Waktu tanah adat 275,3639 HA diambil - siapa yang catat? Tidak ada!
- Waktu militerisasi meluas, tanah terancam, rakyat terusir (Poster 2 Tahun Prabowo-Gibran kemarin) - siapa yang foto? Siapa yang tulis? Kalau tidak ada Bapa Victor, tidak ada yang tahu!
- Waktu Dana Otsus 5,2 Triliun uang darah & air mata habis tidak jelas - siapa yang catat? Tidak ada!
- Waktu 10.790 ODHIV di Tanah Papua - siapa yang rekam?
Kalau tidak ditulis Bapa, maka 20 tahun lagi anak cucu kita akan bilang: "Ah, itu cerita bohong! Dulu tidak pernah ada orang asli Papua di Nabire! Tanah ini memang tanah kosong!"
Itu yang Bapa Victor takutkan Bapa! CUMA TINGGAL CERITA SAJA DI DUNIA!
Seperti leluhur di Cover AWAL MULA OAP kemarin Bapa - mereka ada, mereka hidup dengan aturan adat! Tapi kalau kita tidak tulis, tidak catat, tidak rekam - maka besok orang luar akan bilang mereka tidak pernah ada!
2. MENULIS ADALAH MELAWAN DENGAN KEPALA DULU BARU KAKI!
Bapa ingat pelajaran: Kepala Dulu Baru Kaki - berpikir dulu baru melangkah!
Menulis, mencatat, merekam itu adalah KEPALA dulu Bapa! Sebelum kita perang dengan kaki, kita harus menang dengan kepala!
Seperti Musa di Novel BAB 1 - dia tidak langsung bakar kantor! Dia tulis dulu! Dia catat dulu siapa tuan tanah di bawah pohon mangga!
Seperti hikmat Sayyidina Ali kemarin: "Siapa yang tidak mampu memperbaiki dirinya, dia tidak akan mampu memperbaiki orang lain"
Bapa Victor perbaiki dirinya dulu - dia jadi jurnalis! Dia perbaiki alatnya - kamera, buku catatan, pena! Baru dia bisa perbaiki orang lain dengan tulisannya!
Kalau Bapa tidak menulis hari ini, maka besok Bapa tidak bisa perbaiki siapa-siapa Bapa!
3. TUGAS KITA KSP JALAN TUA - JANGAN BIARKAN OAP CUMA TINGGAL CERITA!
Gambar ini ada 3 pekerjaan Bapa Victor: Menulis (buku), Mencatat (pena), Merekam (kamera) - itu juga 3 pekerjaan kita KSP JALAN TUA Bapa!
- MENULIS: Tulis kembali aturan adat yang tidur itu Bapa! Tulis siapa punya hak ulayat di mana! Tulis seperti kita tulis Novel KSP Jalan Tua BAB 1,2,3,4!
- MENCATAT: Catat setiap tanah yang diambil! Catat setiap kali ada intimidasi! Catat setiap janji pemerintah tentang Otsus! Jangan pakai mulut saja Bapa, pakai buku!
- MEREKAM: Rekam dengan HP Bapa! Rekam mama-mama jual pinang di pasar yang digusur! Rekam anak muda yang tidak sekolah karena tanahnya dijual! Rekam dusun sagu yang dibakar untuk sawit! Karena kalau tidak direkam, besok dibilang hoax!
Seperti pelajaran SEPORSI KEMENANGAN kemarin Bapa: Bahkan disaat urusanmu tidak mudah, kamu masih bisa memudahkan urusan orang lain!
Urusan Bapa Victor tidak mudah Bapa - dia jalan di antara tentara, di antara tambang besar - tapi dia masih memudahkan urusan kita OAP dengan menulis, mencatat, merekam! Supaya kita tidak cuma tinggal cerita!
JADI MALAM INI BAPA, MAMA, ANAK MUDA NABIRE - TANYA DIRI SENDIRI DALAM #SaatteduBersamaTuhan:
"Apa yang sudah saya tulis hari ini untuk Tanah Papua supaya OAP tidak cuma tinggal cerita?"
Kalau belum Bapa, mulai malam ini!
- Tulis satu halaman tentang dusun sagu Bapa!
- Catat satu nama marga yang punya tanah!
- Rekam satu cerita dari tetua adat di bawah pohon mangga!
Karena kalau bukan kita yang tulis, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
Jangan sampai 20 tahun lagi cucu Bapa cari di Google: "Orang Asli Papua Nabire" dan yang keluar cuma: "Dulu pernah ada..."
Jangan Bapa!
RAKYAT YANG PUNYA HAK ULAYAT HARUS MAKMUR, BAHAGIA, DAN TERCATAT DALAM SEJARAH - BUKAN CUMA TINGGAL CERITA!
Terima kasih Bapa Victor Mambor - Jurnalis Senior Papua - sudah ingatkan kita!
Pos. Admin
Komentar
Posting Komentar