Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Bangsa Papua Akan Kalah Jika Terus Bertengkar di Dalam Kandang Penjajahan

Gambar
Artikel: Tapol, Victor F Yeimo  Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Holandia Jayapura -Melangka Tanpa Alas Kaki- Hati-hati pada penjajah yang selalu menciptakan panggung untuk menguras energi kita, panggung penuh amarah, penuh reaksi, tapi kosong dari kesadaran. Penjajah tahu, bangsa yang sibuk marah di dalam kandang penindasan tidak akan pernah sempat keluar utk menghancurkan jerujinya. Maka mereka ciptakan ribuan panggung kecil agar kita sibuk berteriak satu sama lain: kita diadu lewat konflik pemilu, dipecah lewat perebutan jabatan, diadu lewat isu agama, disibukkan dengan penghinaan ras dan simbol budaya, dibenturkan lewat perebutan gaji, dana otsus, dan kursi kekuasaan, diadu antar suku, antar gereja, antar tokoh, antar kelompok perjuangan. Setiap kali kita ribut, mereka tertawa, karena itu berarti rakyat masih terjebak di arena yang mereka buat. Inilah politik pengalihan dan pementasan kolonial: membuat bangsa terjajah sibuk di arena kecil, agar tidak sempat melih...

DALAM AKSI PANGGUN KEADILAN, JUSTICE FOR TOBIAS SILAK Anggota Bawaslu Kabupaten Yahukimo

PERNYATAN SIKAP!!! FORUM SOLIDARITAS MAHASISWA DAN PELAJAR PEDULI RAKYAT PAPUA (FSMP-PRP) MAKASSAR  YANG TERGABUNG DALAM (JUSTICE FOR TOBIAS SILAK KOMITE KOTA MAKASSAR  _________________________________________ DALAM AKSI PANGGUN KEADILAN JUSTICE FOR TOBIAS SILAK MENYATAKAN SIKAP DENGAN TEGAS!   Justice For Tobias Silak , Justice For Naro Dapla, Justice For Viktor Deyal ,Justice For All !    Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Makasar - Melangkah Tanpa Alas Kaki- Kasuss Penembakan Terhadap Tobias Silak Staf Bawaslu Kabupaten Yahukimo (Meninggal ) dan Naro Dapla seorang anak bibawah umur (Luka berat ) pada 20 Agustus 2024, oleh gabungan Brimob Satuan Operasi Damai Cartenz di Jalan Sekla,Kab.Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan merupakan satu dari sekian banyak kasus yang terjadi selama ini diatas Tanah Papua tanpa keadilan hukum. Papua menghadapi situasi hak asasi manusia yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia.    Konflik yang ...

SATU ABAD "PERADABAN", MARI KITA PERGI KE KOTA EMAS, PAPUA BARU.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Teluk Wondama - Melangkah Tanpa Alas - Wondama Hari ini, seratus yang lalu (25 Oktober 1925)—sekolah modern pertama didirikan di Bukit Aitumeri, Miei, Teluk Wondama yang tenang. Itu adalah hari yang sejuk ketika Misonaris Zending I.S Kijne mulai mendirikan sekolah modern bagi anak-anak kulit hitam rambut keriting yang bertelanjang kaki di tanah yang permai. Fajar menyinsing dan peradaban baru mulai merekah di tanah Papua.  I.S Kijne bernama lengkap Domine Izaac Samuel Kijne dilahirkan pada tanggal 1 Mei 1899 dari pasangan Hugorinus Kijne dan Maria Fige'e—seorang Yahudi yang bekerja sehari-hari sebagai guru sekolah. Ayahnya adalah tukang kayu di Vlaardingen, sebuah kota kecil di Negeri Belanda.  Sejak kecil Kijne menunjukkan bakat yang luar biasa. Ia pandai berhitung dan cepat dalam membaca. Ayahnya mendaftarkan dia di sekolah dasar di kampung halaman mereka. Kemudian ia lanjut ke sekolah menengah pertama dan tamat pada tahun 1914....

SATU ABAD "PERADABAN", MARI KITA PERGI KE KOTA EMAS, PAPUA BARU.

Gambar
Hari ini, seratus Tahun yang lalu (25 Oktober 1925)—sekolah modern pertama didirikan di Bukit Aitumeri, Miei, Teluk Wondama yang tenang. Itu adalah hari yang sejuk ketika Misonaris Zending I.S Kijne mulai mendirikan sekolah modern bagi anak-anak kulit hitam rambut keriting yang bertelanjang kaki di tanah yang permai. Fajar menyinsing dan peradaban baru mulai merekah di tanah Papua.  I.S Kijne bernama lengkap Domine Izaac Samuel Kijne dilahirkan pada tanggal 1 Mei 1899 dari pasangan Hugorinus Kijne dan Maria Fige'e—seorang Yahudi yang bekerja sehari-hari sebagai guru sekolah. Ayahnya adalah tukang kayu di Vlaardingen, sebuah kota kecil di Negeri Belanda.  Sejak kecil Kijne menunjukkan bakat yang luar biasa. Ia pandai berhitung dan cepat dalam membaca. Ayahnya mendaftarkan dia di sekolah dasar di kampung halaman mereka. Kemudian ia lanjut ke sekolah menengah pertama dan tamat pada tahun 1914. Pada tahun yang sama ia melanjutkan studi ke sekolah guru Klokenburg Nijmeg...

TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Kembali Baku Tembak Dan TPNPB Kodap XV Ngalum Kupel Tetapkan Wilayah Pengungsi

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Intan jaya Melangkah Tanpa Alas Kaki- Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Minggu, 26 Oktober 2025. Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.! Manajeman Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Kolonel Apeni Kobogau dari medan perang di Intan Jaya bahwa pada hari Minggu, 26 Oktober 2025 telah terjadi baku tembak antara pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya melawan aparat militer indonesia di Kamage dan belum diketahui jatuhnya korban jiwa dari aparat militer indonesia. Sementara pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dalam keadaam aman. Kolonel Apeni Kobogau juga menegaskan kepada aparat militer indonesia bahwa jika aparat militer indonesia masih terus menduduki pemukiman warga sipil di seluruh wilayah Intan Jaya maka pasukan TPNPB siap duduki pusat kota Sugapa dan menegaskan kepada intelektual Intan Jaya yang sedang membuka jalan trans untuk kepentingan mobilisasi militer indonesia maka kami berikan warning. Da...

Kesadaran ini Muncul Ketika Kamu Melatih Otak untuk Membaca Sinyal Emosi, Bukan Melawannya

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua-Kota Jakarta- Melangkah Tanpa Alas Kaki- Ada yang menarik dari otak manusia: ia bisa berpikir jernih, tapi juga mudah terbakar oleh emosi. Semakin tinggi sensitivitas tanpa diimbangi kesadaran, semakin rapuh kemampuan berpikir.  Dalam riset yang dilakukan oleh Daniel Goleman, pakar emotional intelligence dari Harvard, ditemukan bahwa 80% keberhasilan seseorang ditentukan bukan oleh IQ, tetapi oleh kemampuan mengelola emosi. Artinya, seberapa kuat otakmu bukan diukur dari hafalan dan logika, tapi dari seberapa stabil kamu saat dunia menekanmu dari segala arah. Kita hidup di era komentar cepat dan opini instan. Seseorang tersinggung hanya karena nada pesan yang salah, ekspresi yang dianggap sinis, atau postingan yang tak sesuai selera. Otak yang lemah bereaksi secara otomatis: menyerang, menolak, atau merasa jadi korban. Sedangkan otak yang kuat menunda reaksi, membaca konteks, lalu memutuskan dengan sadar. Daya pikir emosional adalah kema...

Surat Terbuka untuk Pimpinan TPNPB-OPM, Pangdam, Kapolda, Bupati serta DPRD.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Sorong Melangkah Tanpa Alas Kaki- Sorong Redaksi Tetesan Air Mata menerima surat terbuka dari Pastor Pemerhati Kemanusiaan Papua, RD. Izaak Bame Keuskupan Manokwari Sorong. Surat terbuka ini ditujukan kepada TPN-OPM, Pangdam dan Kapolda, Bupati dan DPRD untuk mengambil sikap demi NKRI. Isi suratnya demikian: Kepada Yth 1. Pimpinan TPNPB-OPM wilayah Sorong Raya. 2. Pangdam Kasuari. 3. Kapolda Papua Barat dan Papua Barat Daya. 4. Dandim Kab Teluk Bintuni dan Maybrat. 5. Bupati Kabupaten Teluk Bintuni dan Maybrat. 6. Ketua DPRD Kabupaten Maybrat dan Teluk Bintuni. Di Tempat. Salam cinta Tanah Air dan Kemanusiaan. Lewat kesempatan ini, saya Pastor Izaak Bame, Pastor Gereja Katolik Keuskupan Manokwari-Sorong, kembali menyapa anda semua terkait pengungsian kemanusian di Distrik Muyeba Kabupaten Teluk Bintuni dan Distrik Aifat Timur Jauh kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. Sejak awal dan pertengahan Oktober 2025, terjadi pene...

Markas Pusat Komnas TPNPB Umumkan Duka Nasional Atas Meninggalnya Brigjend Undius Kogoya

Gambar
Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 22 Oktober 2025 Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.! Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dari Markas TPNPB pada hari Rabu, 22 Oktober 2025 bahwa; Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya, Brigjend Undius Kogoya telah meninggal dunia pada hari ini karena sakit. Dalam hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi menggumumkan duka nasional kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua dan kepada diplomat Papua Merdeka diseluruh dunia. Brigjend Undius Kogoya adalah sosok pejuang sejati dan Patriot bangsa Papua yang berani berperang melawan melawan aparat militer indonesia dalam medan perang dari Tembagapura, Timika, Intan Jaya dan Paniai demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan kolonial indonesia. Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Rabu, 22 Oktober 2025 oleh ...

Mahkota Cenderawasih Bukan Sekadar Hiasan, tetapi Simbol Kehormatan, Identitas, dan Kebanggaan. BUKAN UNTUK KESOMBONGAN

Gambar
BACA SAMPAI SELESAI  SAYA RASA INI SUDAH PALING KOMPLIT UNTUK DI BACA DAN DI PAHAMI. Membakar Mahkota Cenderawasih apakah Solusi atau Luka Baru untuk kami orang Papua ? Hari ini masyarakat Papua dan pengguna media sosial di seluruh Papua dihebohkan dengan tindakan salah satu dinas pemerintah yang mengumpulkan dan membakar mahkota Cenderawasih. Mahkota-mahkota tersebut terbuat dari bulu burung Cenderawasih, dan beberapa burung endemik Papua. Burung Cenderawasih sendiri dikenal sebagai Bird of Paradise. Alasan pemerintah melakukan pembakaran ini adalah untuk membatasi perburuan liar dan perdagangan bulu Cenderawasih, yang dianggap mengancam kelestarian spesiesnya. Namun, tindakan itu justru memicu perdebatan dan kemarahan masyarakat Papua dan saya juga secara pribadi tidak setuju dan mengutuk keras tindak tersebut , dan sudah pasti untuk masyarakat adat Papua. Karena mahkota Cenderawasih bukan sekadar hiasan, tapi simbol kehormatan, identitas, dan kebanggaan. ( BUKAN UNTU...

KEBAKARAN CENDERAWASIH IALAH KEGAGALAN MRP DI TANAH PAPUA.

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua-Kota Jeruk 🍊 - Melangka Tanpa Alas Kaki- Majelis Rakyat Papua Ialah lembaga bagaikan tembok pelindung rakyat papua terakhir di era otsus Papua, Peran dan fungsi lembaga ini menjadi dasar kekuatan manusia dan alam papua dari ancaman manusia dan pempunahan alam warisan leluhur moyang.  MRP memiliki tugas dan peran untuk mengurus manusia dan alam serta segala kekayaan yang menjadi hak milik rakyat papua termasuk burung cenderawasih, burung mambruk, burung kasuari. Segala kekayaan yang ada di tanah papua ialah milik orang papua yang terdaftar dalam hukum adat seluruh 7 wilayah adat papua. Dasar hukum utama yang melindungi burung cenderawasih di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.  • Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990: • Undang-undang ini mengatur konservasi sumber daya alam hayati, termasuk larangan penangkapan, perburuan, pemilikan, atau perdagangan satwa yang d...

Tindakan Brutal Militer Indonesia untuk Mengelabuhi Kejahatan, Barang Bukti yang Negara Tunjukan Sangat Tidk Valid dan Tidak Sesuai Dengan Apa yang Terjadi.

Gambar
Rilis Pers , 21 Oktober 2025   Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kota Holandia Jayapura-Melangkah Tanpa Alas Kaki— Konferensi pers terbuka pernyataan sikap dan tuntutan KNPB , menyikapi situasi di Tanah Papua , dikeluarkan oleh Badan Pekerja Pusat – Komite Nasional Papua Barat ( BPP – KNPB ) , melalu Juru Bicara Nasional KNPB Pusat Ogram Wanimbo.  Berikut isi pernyataan sikap dan tuntutan silahkan diikuti bersama : 1. Menyikapi siituasi Papua Darurat Militer, Konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI-Polri dimana penggunaan senjata yang tidak seimbang antara kombatan TPNPB dan TNI-Polri adalah pelanggaran Hukum humaniter Internasional ( HHI ) . penggunaan Bom oleh Militer Indonesia untuk menyerang TPNPB dengan persenjataan seadanya seperti panah dan senjata api standar sangatlah tidak seimbang . sehingga kami mendesak kepada Militer Pemerintah Indonesia untuk berhenti menggunakan senjata Bom fosfor, Bom Tanda yang ditembak menggunakan Drone melalui udara,juga menggu...

Konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI Kabupaten Bintuni Papua Barat, Memicu Pengungsian Besar-besaran Warga

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua- Kabupaten Bintuni -Melangka Tanpa Alas Kaki- Konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, telah memicu pengungsian besar-besaran warga sipil dari sembilan kampung di dua distrik, pada 11 Oktober 2025. Insiden baku tembak TPNPB dengan militer Indonesia di Bintuni, diketahui setelah manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menerima laporan resmi dari Mayor Manfred Fatem bersama Manuel Aimau serta Komandan Kowip 1, Ruftis Bernabas Muuk dari medan perang di Teluk Bintuni. Lebih dari 194 jiwa termasuk anak-anak dan perempuan terpaksa bertahan di hutan tanpa makanan, air bersih, atau layanan kesehatan. Rumah, sekolah, dan gereja mereka ditinggalkan dan sebagian dilaporkan mengalami perusakan akibat operasi militer. Kami menegaskan bahwa kehadiran militer Indonesia (TNI) di wilayah sipil tidak dapat dibenarkan dan telah menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat. Warga menolak kembali karena takut intimidasi, pena...