LAPORAN GENEVA YANG BIKIN JAKARTA PANIK - Tiba-tiba Rocky Gerung Lantik
APA KATA ALBERT BARUME TENTANG PAPUA?.
Oleh: Admin
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua New York Amerika Serikat -Melangkah Tanpa Alas kaki- New York, Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, seorang Pelapor Khusus PBB diizinkan masuk ke tanah Papua.Namanya Albert Kwokwo Barume Orang Kongo, Afrika
Dia bukan aktivis Papua. Dia adalah utusan resmi Dewan HAM PBB di Geneva
Dia datang 3-11 Juli 2025. Ke Jakarta, Bogor, dan ke Merauke
Dia duduk dengan mama-mama Malind di atas tanah yang sudah jadi lumpur karena buldozer
Dan apa yang dia bawa pulang ke Geneva untuk lapor ke dunia?
Satu kalimat yang menghancurkan narasi Jakarta: "The biggest issue in West Papua is lack of recognition of Indigenous Peoples."
Masalah terbesar di Papua adalah Indonesia tidak mengakui Orang Papua sebagai Masyarakat Adat.
Jakarta punya alasan aneh: "Semua warga negara Indonesia adalah pribumi, jadi tidak ada masyarakat adat."
Bagi Barume, ini bukan alasan hukum, Ini adalah akar dari semua kekerasan.Karena kalau negara tidak mengakui kamu sebagai
Masyarakat Adat,
maka,- Tanah kamu bukan tanah adat,jadi bisa diambil negara
- Hutan sagu ko bukan sumber hidup, jadi bisa dibabat jadi kebun tebu
- Sagu, ikan, dan rusa kamu bukan makanan, jadi ko harus makan beras impor.
Barume sebut ini Gastrocolonialism -Penjajahan Lewat Perut.
Di Geneva, Barume bilang: Pemerintah Indonesia menjawab surat kami dengan menyangkal pelanggaran. Tapi di lapangan, laporan intimidasi terus kami terima.Kenapa laporan ini penting?
Karena selama ini Jakarta bilang ke dunia: "Papua itu
urusan dalam negeri, kami sudah bangun jalan, kami sudah bangun puskesmas."
Barume jawab dari Geneva: Pembangunan tanpa
pengakuan hak adalah penjajahan,
Anda tidak bisa membangun di atas tanah orang sambil bilang orang itu tidak ada.
Apa Kabar Rocky Gerung.....?
Pos. Admin
Komentar
Posting Komentar