Postingan

4 Orang ditangkap Hidup-hidup Adalah Pelanggaran Hukum Humaniter Internasional di Negara Republik Indonesia oleh TNI-Polri Kabupaten Yahukimo

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Yahukimo-Melangkah Tanpa Alas kaki - Yahukimo 4 Anggota TPNPB OPM yang Ditangkap adalah pelanggan hukum humaniter inter nasional ketika ditanyai lewat, via email Onesmos Suhuniap. Lanjutnya, kita   Ingat :  Perang punya musuh tetapi kemanusiaan tidak memiliki musuh, tetapi Empat orang ditangkap adalah keterampilan para  Satgas Damai Cartenz yang lebih tidak manusiawi.   Ketika kombatan ditangkap dalam keadaan hidup dan tidak memiliki senjata untuk  melakukan perlawanan dan menyerah maka dia bukan musuh tetapi mereka manusia tuturnya. Empat anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - TPNPB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Edensawi seharusnya diperlakukan sebagai tawanan perang. Namun berdasarkan laporan dan bukti yang beredar, mereka justru ditangkap hidup-hidup lalu dieksekusi mati di dalam pemukiman warga sipil, Ungkap suhuniap. Ini adalah pelanggaran berat terhadap Hukum Humaniter Internasional ya...

Matahari Bedah Warna, Darurat Napas di Bawah Selimut Asap

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Kota Jeruk🍊 -Melangkah Tanpa Alas kaki Nabire – Jejak racun pembakaran hutan dan lahan menjerat jutaan warga di enam provinsi. Negara mengetuk status siaga darurat di tengah lonjakan pasien ISPA yang membludak. Langit di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan kehilangan warnanya. Kelabu pekat mengepung permukiman, merayap masuk ke celah-celah rumah, dan memaksa jutaan warga menghirup udara yang sarat partikel mematikan. Di atas kertas, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan lagi sekadar bencana ekologis musiman, melainkan krisis kesehatan publik yang bergerak senyap dan masif. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terjangan kabut asap ini telah memicu lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah-wilayah episentrum karhutla yang mencakup Jambi, Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan  Sebanyak 3.405.489 penduduk kini berada dalam lingkaran...

BMKG Catat 378 Titik Panas Di Papua Tengah Berkurang

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda-Kota Tua Kota Jeruk Melangkah Tanpa Alas kaki PAPUA Tengah  NABIRE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nabire mencatat jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Papua Tengah mulai mengalami penurunan setelah sebelumnya meningkat akibat kondisi cuaca kering dan rendahnya curah hujan selama musim kemarau. Kepala BMKG Nabire, Husain Kamadi, mengatakan kondisi cuaca di Papua Tengah dalam satu pekan ke depan diprakirakan masih didominasi cuaca cerah hingga berawan. “Jadi kalau kita lihat, artinya masih dalam satu pekan ke depan kondisi cuaca kita masih cerah hingga berawan,” ujar Husain saat diwawancarai, Senin (24/8/2026). Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan hingga Minggu (23/8/2026) pukul 21.00 WIB, jumlah hotspot di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah tercatat sebanyak 378 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 307 titik tingkat kepercayaan sedang, dan 33 titik tingkat ...

Nama Asli Nyi Roro Kidul, Nama yang begitu Familiar di Indonesia

Gambar
Tetesan air mata Ibunda-Kota Tua Bandung Melangkah Tanpa Alas kaki Bandung- Nyi Roro Kidul jadi satu nama yang begitu familiar di Indonesia, khususnya bagi masyarakat di Pulau Jawa. Konon, ia merupakan penguasa Laut Selatan Jawa. Ia punya kesaktian yang begitu hebat hingga tak ada yang mampu mengalahkannya. Sosok Nyi Roro Kidul pun terus melegenda sampai sekarang. Namun, tahukah kamu jika Nyi Roro Kidul bukan nama sebenarnya? Nyi Roro Kidul adalah nama keduanya setelah ia jadi penguasa Dalam salah satu versi cerita Sunda, Nyi Roro Kidul disebut sebagai putri Kerajaan Sunda Pajajaran bernama Putri Kandita. Parasnya cantik, perangainya baik, dan kemampuannya membantu kerajaan membuatnya berpeluang menjadi penerus sang ayah. Kandita disebut sebagai putri Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja, Raja Pajajaran yang berkuasa pada masa kejayaan kerajaan tersebut. Ibunya disebut bernama Kinasih, salah satu permaisuri Sri Baduga Maharaja. Kehadiran Kandita sebagai calon penerus ke...

Ketua KNPB Pusat Tolak Pendataan Ulang Korban Konflik Papua oleh Kemenkumham

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Holandia Jayapura Melangkah Tanpa Alas Kaki– Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kossay, menolak rencana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukan pendataan ulang jumlah pengungsi dan korban sipil akibat konflik bersenjata di Papua.*  Agus menyampaikan penolakan tersebut melalui pernyataan resmi pada Rabu (19/8/2026). Pernyataan itu merespons sejumlah pernyataan Menteri Hukum dan HAM Natalius Pigai terkait rencana pembentukan tim untuk melakukan pendataan ulang kondisi kemanusiaan di Papua. Menurut Agus, pendataan ulang tidak diperlukan karena berbagai lembaga di Papua, termasuk gereja, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi kemanusiaan telah memiliki data mengenai kondisi masyarakat yang terdampak konflik. “Natalius sudah mendapat konfirmasi dari berbagai lembaga di Papua, gereja, pemerintah, LSM yang bekerja sebagai lembaga mitra kemanusiaan di Papua dan sudah mendapatkan sejum...

Pembunuhan Dokter Thomas Wanggai lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih

Gambar
Artikel, Mengulang Oleh , Yegema Kematian Thomas Wanggai  Berita Majalah GATRA edisi 20 Maret 1996 menghantam ruang publik Indonesia seperti petir di siang bolong dengan sampul utama bertuliskan tebal "KEMATIAN DR. THOM WAINGGAI". Foto wajah Dr. Thomas Wainggai memenuhi separuh halaman. Matanya menatap lurus, kumis tipis, garis keriput di wajahnya seperti peta luka sejarah. Di belakangnya, langit Abepura berwarna merah menyala. Asap mengepul dari atap-atap rumah yang terbakar. Di bawahnya, lautan manusia berjalan membawa jenazah, bendera, dan kemarahan yang sudah lama dipendam. Dr. Thomas Wainggai bukan nama asing bagi orang Papua. Ia adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Ia pernah mengabdi di rumah sakit, menyentuh pasien, mengobati luka fisik. Tapi luka yang paling dalam yang ia lihat bukan di ruang UGD. Luka itu ada di kampung, di hutan, di sekolah yang tidak punya guru, di tanah adat yang digusur, di harga diri bangsa yang...

Demonstrasi Damai Seluruh Indonesia dibawa Organisasi Media Rakyat PAPUA KNPB Memperingati 64 Tahun New York Agreement

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda Kota Tua Kota Kota Jeruk 🍊  -Melangkah Tanpa Alas Kaki- Nabire -Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Konsulat Indonesia bersama enam wilayah konsulat dan Aliansi Mahasiswa Papua Tengah Indonesia atau AMPTPI menyiapkan aksi nasional, Sabtu (15/8/2026). Aksi tersebut mengusung tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan” itu digelar berdasarkan arahan KNPB Pusat, dalam rangka memperingati 64 tahun Perjanjian New York pada 15 Agustus 2026. Perjanjian New York adalah kesepakatan yang ditandatangani antara Indonesia dan Belanda di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 15 Agustus 1962. Perjanjian ini menyepakati peralihan Irian Barat (Papua) dari Pemerintah Belanda kepada badan PBB, United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) sebelum diserahkan ke Pemerintah Indonesia. Koordinator lapangan KNPB Konsulat Indonesia, Niswan Wanimbo mengatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk memastikan ...