Postingan

Jokowi Ke Papua Hambur Bunga Diatas Kuburan Rakyat Sipil

Gambar
Tetesan Air Mata Ibunda, Kota Tua Yahukimo, Melangkah Tanpa Alas Kaki, Jokowi datang ke papua hanya satu siasat menutupi pembunuhan kekerasan negara melalui militernya di Papua.  Kekerasan negara bebasis rasis meningkat di papua pelakunya keterlibatan militer baik TNI maupun Polri.  Jokowi adalah presiden yang galangan sipil  berdarah dingin dan anti HAM serta anti demokrasi.  Selama kepemimpinan presiden Jokowi periode pertama sampai dengan peride ke dua kejahatan kemanusiaan secara masif terjadi di Papua.  Sejak tahun 2014  kepemimpinan Jokowi-jk Paniai Berdarah 8 Desember 2014. Kasusnya dibawah ke pengadilan HAM di makasar namun hanya satu orang jadi tersangka dan divonis bebas. Tahun 2018 mulai perang TPNPB dengan TNI/polri mulai di Nduga banyak korban sipil dan pengungsi rakyat sipil.  Disusul perang di Intan Jaya membuat rakyat korban dan pengungsian, perang di Pengunugan bintang korban sipil dan pengungsian, perang di puncak Papua r...

Dorang KTT II Untuk Selamatkan Wadah kordinatif ULMWP

Gambar
Oleh. Ones Suhuniap Tetesan Air Mata Ibunda, Kota Tua Holandia Jayapura, Melangkah Tanpa Alas Kaki, ULMWP itu dilahirkan oleh rakyat papua sebagai wadah kordinatif untuk kerja kerja para diplomat bisa koordinasikan agenda diplomasi melalui wadah ini.  Wadah ini juga bisa kordinasi orang Papua di luar negeri bisa bersatu dan mendorong agenda kampanye meng internasionalisasi agenda hdk penentuan nasib sendiri.  Berdasarkan Deklarasi saralana setiap keputusan tertinggi perubahan regulasi di ULMWP hanya melalui Konferensi Tingkat tinggi KTT.  Pada tahun 2017  ketika perubahan regulasi dan platform organisasi sebelumya sebagai wadah kordinatif yang demokratis mengubah menjadi semi pemerintahan atau trias politika beberapa organisasi pelopor menolak perubahan tersebut. Oraganisasi pelopor yang menolak perubahan adalah KNPB AMP dan Garda P.  Penolakan itu dilakukan melihat dinamikan di ULM WP dan dampak perpecahan kepentingan tiga kelompok mencari kekuasaa...

KITA JALAN SAMA-SAMA

Gambar
Oleh. Gemuruh Saat pedih menyentuh hati Kaki ini kan terus melangkah Tak kan berhenti walau sesaat Sebab kepedihan hanya membuat diri tertekan Seakan mati rasa dalam jiwa. Aku manusia yang berakal dan berbudi Hidupku pun Tuhan yang tentukan Ku tak mau larut dan merintih lagi seperti dulu Cukup sudah awan hitam pernah memayungi jalan ini dulu. Kini ku bukan pribadi yang rapuh Begitu banyak hal pahit mengajarkanku untuk tegar Hingga bila hari ini ataupun nanti ada kecewa dan sedih. Ku yakinkan diri ini untuk tidak terlena Karena hidupku tetap bermakna meski tanpa sentuhan cinta di hati. Post. Admind

MABI AMO CINTA KO SELAMANYA

Gambar
Penyair : Abet Mote (Tiada cerita lain kecuali maut yang memisahkan kita) Cinta mabi Kepada amoye sungguh menyakiti "Kamu datang ke dalam hidupku membuatku merasa istimewa dengan hal-hal yang kamu lakukan dan semua yang kamu katakan. Aku mencintaimu." "Mencintaimu berarti aku telah melakukan yang terbaik, aku tidak pernah menyesal mencintaimu, Sayang." "Aku melihatmu dalam mimpiku setiap malam, bahkan saat kamu jauh, aku tidak akan pernah berhenti memikirkanmu. Kamulah satu-satunya bagiku. Aku sangat mencintaimu." "Cintamu seperti kesejukan sungai di malam hari, sinar matahari yang datang di siang hari. Kamu adalah yang terbaik dengan hati yang sempurna. Aku mencintaimu dengan tulus, Sayang!" . "Kata orang, mencintaimu itu menyakitkan dan penuh pengorbanan. Namun, aku lebih suka melalui rasa sakit dan banyak pengorbanan daripada tidak mencintaimu, Sayangku." . "Sampai suatu waktu aku bertanya-tanya bagaimana aku menemuk...

BAHAGIALAH MESKI TANPAKU

Gambar
Mungkin hari tak akan lagi sama Maaf jika aku memilih diam seribu bahasa Bukan karena aku telah lupa Aku hanya ingin menghibur diri dari luka. Aku hanya insan biasa Yang punya hati dan perasaan  Entah, hatiku terasa sakit dari ucapanmu yang mungkin bagimu sekedar kata-kata.  Maaf sekali lagi  Hanya itu yang mampu ku ucapkan kini Bencilah aku, aku ikhlas meski perih Entahlah, aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Bahagialah meski tanpaku Biarlah hujan itu membasahi ragaku Biarlah malam yang berlalu jadi saksi bisu Bahwa antara kau dan aku kembali semu. Post. Admind

KENANGAN LAMA DI SURABAYA

Gambar
Oleh. Mahesa Jenar CUK! (Kenangan lama di Surabaya) Malam itu, aku bergegas  keluar dari pintu kamar kostku. Sekadar menjauh dari segala yang membuat gamang, dari semua diktat dan fotokopian murahan. Pukul tujuh malam aku berjalan melewati pot bunga besar yang dirantai bagian bawahnya, persis seperti motorku di garasi rumah kost itu. Rupanya rantai diperlukan untuk menemani barang yang dianggap berharga. Biar tidak kesepian. Berjalan di bawah langit bercat hitam, di atas paving kelabu kurang rata yang menutupi lubang di tanah. Menyeberang jalan, naik angkutan kota warna kuning yang menderu-deru, melewati pojok apotek tua, melewati poster Coca Cola dan sepatu Ardilles yang memudar. Pintu kayu jasa laundry dengan tangga semen yang rusak ujungnya terlihat sepi dan bosan termangu, kontras dengan warna Tunjungan Plaza yang benderang. Saat itu malam minggu. Harusnya semua ‘mlaku-mlaku ning Tunjungan, sopo ngerti nasib awak lagi mujur, kenal anake sing dodol rujak cingur’. Aku...

KUNCI RAMADAN

Gambar
Oleh. Mahesa Jenar Di atas, langit terlihat menganga,  menggantung kabut. Teteskan  pahit, getir, cemas, dan pilu jatuhkan air hujan pada wajah  yang terbakar, yang mengepul,  pada mulut menghisap ludah. Tempat tidur mereka lebar  di trotoar kelabu. Di bawah lampu pertokoan yang redup seperti dua pasang mata mereka  yang redup.  Rintih hujan, meraung angin menyusuri  koridor yang jauh, dan terdengar  desahan dan gelisah yang menghujam dari atas. Berembus ke samping  dari dinding, lalu jatuh kembali, terantuk  dan berhenti pada tubuh mereka. Mereka adalah isak angin, yang membuat hati bergoyang. Api kita yang berkibar padam dan hening, tenggelam  pada mereka yang redup. “Mereka adalah kunci Ramadanmu,” bisik rintik hujan pada seorang pejalan. Post. Admind